
Sesampainya di apotik. Mereka bertiga langsung turun dari apotik, dan saat hendak mendekat ke apotik tersebut. Tiba-tiba saja Celine mules kembali. "Aduh, perutku mules lagi nih. Aduh, di mana lagi toilet di sini?" tanya Celine sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"Di sana," tunjuk Gista yang melihatnya, karena ada bacaan toilet.
Celine bergegas menuju toilet tersebut, dan Alina membelikan obat mules di apotik tersebut. Setelah itu, Alina menghampiri teman-temannya kembali. "Minumlah obat ini. Aku juga membeli air putih barusan. Minumlah." Langsung memberikannya, dan teman-temannya mengambilnya, lalu segera meminumnya.
"Rasakan. Makanya, jangan main-main sama Alina," ucap batin Alina, sambil tersenyum miring.
Temannya langsung meminum obat tersebut. "Argh, sedikit lega akhirnya. Terima kasih banyak Felisa. Kau selalu membantu kami, di dalam keadaan kami yang seperti ini. Kau memang sahabat kami yang terbaik." Langsung memeluk Alina, dan begitu juga dengan yang lainnya.
"Sama-sama. Kita ini kan sahabat, dan sahabat sudah harus saling membantu. Kalau begitu, kalian istirahatlah di dalam mobilku dulu. Aku akan menunggu Celine yang ada di toilet. Dah." Melambaikan tangannya, dan menyusul Celine yang ada di toilet umum.
Sesampainya. Alina mengetuk pintu toilet Celine. "Apa kau masih merasakan sakit perut Celine?" tanya Alina dari luar.
"Iya nih Felisa. Sakit banget, rasanya seperti ditusuk-tusuk." Jawab Celine di dalam.
"Kalau begitu, aku akan menunggumu di sini. Oh ya, ponselku ketinggalan. Aku ambil dulu ya." Ujar Alina berpura-pura pergi, padahal ia berada di sisi toilet lainnya.
"Baiklah. Jangan lama-lama Felisa. Aku menunggumu di sini." Teriak Celine, sambil merasakan sakit perut yang begitu sakit.
Disisi lain. Alina melihat ada seorang wanita yang mau masuk ke sebelah toilet Celine. Dengan sigap, Alina langsung menarik tangan wanita tersebut, dan memberi isyarat untuk diam. "Kau diamlah di sini. Jangan masuk, ada yang mau aku katakan padamu." Bisik Alina kepada wanita tersebut.
"Kenapa anda menarik tangan saya. Apa yang ingin anda katakan. Cepat katakan?" tanya wanita tersebut.
"Aku punya pekerjaan untukmu. Pekerjaannya gampang kok. Kau hanya perlu menuangkan air kepada wanita yang ada di toilet yang mau kau masuki itu tadi. Itulah toiletnya. Soal bayaran tenang saja. Aku akan memberikan 10 juta untukmu, untuk pekerjaan ini. Bagaimana, lumayan lho uang ini." Jawab Alina dengan jelas, sambil menunjukkan uang tersebut kepada wanita tersebut.
__ADS_1
"Tentu saja aku mau. Kalau begitu, kapan mau di lakukan?" tanya wanita tersebut, dengan bahagia, karena ia akan mendapatkan uang banyak.
"Tahun depan. Ya sekarang lah, dan ini celnya untukmu. Kalau begitu, cepat lakukan, dan setelah kau melakukannya. Kau langsung pergi, agar kau tidak tertangkap. Kau mengerti kan." Jawab Alina kembali berbisik.
"Mengerti," menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku akan masuk ke dalam toilet, untuk berpura-pura." Ucap Alina langsung masuk ke dalam toilet yang ada di hadapan Celine.
Setelah itu, wanita tersebut langsung masuk ke dalam toilet yang ada disamping Celine. Dan ia mulai mengambil seember air, lalu ia berdiri di atas closet, sambil memegang seember air.
Setelah itu, wanita tersebut langsung menuangkan air tersebut tepat dikepala Celine. Sontak Celine terkejut, karena tiba-tiba ia disiram dari atas. "Arghhh, teriak Celine dengan keras, sambil menutup matanya.
Wanita tersebut langsung keluar dari toilet, dan bergegas pergi dari tempat tersebut, sesuai yang dikatakan Alina.
Setelah wanita tersebut pergi. Celine pun keluar dari toilet, "siapa yang menyiramku seperti ini. Siapa!" marah Celine.
"Felisa. Apa kau yang melakukan semua ini. Katakan yang sebenarnya?" tanya Celine malah menyalahkan Alina.
"Eh, kenapa kau malah menyalahkanku. Kau gak lihat, aku baru keluar dari toilet, dan toilet kita berhadapan. Kenapa kau malah menuduhku. Aku kira ada hewan di kamar mandimu. Gak tahunya kau basah kuyup seperti ini. Astaga, siapa yang berani melakukan hal seperti ini kepada sahabatku. Dia mau main-main denganku." Jawab Alina dengan jelas, sambil mengerutkan keningnya.
"Maafkan aku Felisa. Aku hanya emosi saja. Kenapa aku terus mengalami kesialan akhir-akhir ini. Menyebalkan." Kesal kembali Celine.
"Sudahlah. Kau jangan emosi lagi. Bisa-bisa cantikmu pudar nanti." Menenangkan Celine, dengan mengelus punggungnya.
"Mau sabar bagaimana lagi. Orang aku sudah basah begini. Aku benar-benar kesal." Jawab Celine kembali mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Sudahlah sayang. Jangan marah terus. Mending kita keluar saja, daripada kau di sini terus. Malu kalau ada yang ke toilet nanti." Ujar Alina langsung membuka jaketnya, dan meletakkannya dipunggung Celine.
Celine menatap wajah Alina, dan begitu juga dengan Alina. "Terima kasih banyak Felisa. Kau memang sahabatku yang paling terbaik. Entah sudah berapa kebaikan yang kamu lakukan kepada kami semua. Terima kasih." Langsung tersenyum Celine, dengan kebaikan Alina.
"Sama-sama. Mari," sahut Alina ikut tersenyum, dan mereka berdua langsung keluar dari toilet.
Saat keluar dari toilet. Semua orang yang ada di apotik menatap ke arah Celine, dan mereka berbisik. "Ih, lihat wanita itu. Basah kuyup, dan Sepertinya yang di sebelahnya adalah temannya. Kok mau ya temannya menemaninya. Sudah basah kuyup begitu. Kalau saya mah ogah, nanti saya ikut basah juga. Kan baju saya mahal. Benar gak tuh." Bisik ibu-ibu yang ada.
Celine hanya diam, sedangkan Alina tersenyum miring. "Ini yang aku tunggu-tunggu. Berhasil." Ucap batin Alina.
Sampailah di mobilnya, dan sahabatnya yang lain langsung keluar dari mobil. "Celine, kau kenapa?" tanya Agnes, sambil menaikkan alisnya.
"Ini, tadi ada orang iseng yang menyiram Celine dari atas dengan air. Makanya Celine basah kuyup seperti ini." Jawab Alina memasang ekspresi sedih.
"Astaga, kenapa banyak yang mengganggu kita akhir-akhir ini ya. Menganehkan. Apa jangan-jangan orang yang menjahili kita adalah orang yang sama." Ucap Gista.
"Sudahlah, kalian jangan seperti itu. Kita belum mempunyai buktinya. Yang terpenting, Celine sudah baik-baik saja. Kalau begitu, mari kita masuk ke dalam mobil." Sahut Alina, dan mereka semua langsung masuk ke dalam mobil bersama.
Alina pun mulai menyalakan mobil, dan mereka pergi dari tempat tersebut. Setelah mengantarkan semua sahabatnya ke rumahnya masing-masing. Alina pun menghubungi orang yang ia suruh untuk menculik Clara.
Tersambung, "halo bu bos. Ada apa bu bos?" tanya pria tersebut.
"Kalian bersiap-siaplah. Dan kita bertemu di belakang sekolah. Jangan lupa untuk mengenakan topeng kalian. Aku ingin bertemu dengan wanita yang kalian sekap di gudang. Kalian paham kan." Jawab Alina dengan jelas, sambil tersenyum miring.
"Paham bu bos. Baiklah, kami akan bersiap-siap." Langsung mematikan telepon tersebut.
__ADS_1
Alina pun mengambil sebuah topeng hitam yang ia simpan di tasnya. Lalu Alina langsung mengenakannya. Setelah itu, ia bergegas menuju ke belakang sekolah.
"Kali ini