Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 43: Berita


__ADS_3

Di gudang, pria yang dipercaya oleh bosnya, menyuruh salah satu pria di belakang Clara, untuk memukul bagian punggung Clara. Clara terus berusaha melepaskan dirinya. Tapi tetap saja dia tidak bisa, karena ikatannya semakin kuat.


Clara pun langsung dipukul dari belakang, oleh pria tersebut. Akhirnya Clara pingsan dan sekelompok pria tersebut langsung meninggalkan Clara sendirian di gudang gelap tersebut.


Keesokan paginya. Di mana Alina sudah bangun, dan sudah bersiap-siap untuk ke sekolah. "Hari ini sekolah akan geger, karena akan ada kabar orang hilang. Hahahah, aku sudah tidak sabar." Tertawa Alina, dan langsung keluar dari rumah, lalu berangkat ke sekolah dengan mobil milik bos Gray.


Sesampainya di sekolah. Alina pun langsung turun dari mobil, dan saat turun, ternyata sudah ada Kevin yang menunggu di depan sekolah.


"Malas banget harus berakting cinta dengan Kevin. Jijik banget." Ucap Alina menghela nafas panjang, dan langsung menghampiri Kevin.


"Sayang, kenapa kau di sini?" tanya Alina langsung memeluk Kevin, dan Kevin juga memeluk Alina dengan erat.


Sontak semua murid yang ada, iri melihat keromantisan Alina dan Kevin. "Mereka romantis banget. Jadi pengen kayak mereka." Ucap murid wanita yang ada.


Alina pun melepaskan pelukan tersebut, dan menatap wajah Kevin. "Ada apa kamu di sini. Kenapa tidak masuk ke kelas?" tanya Alina sambil menaikkan alisnya.


"Tentunya untuk menunggu pacar aku yang cantik ini. Masa aku tidak boleh, kan aku pacar kamu sayang." Jawab Kevin terus menggoda Alina.


"Kalau begitu, lebih baik kita masuk ke kelas dulu. Antarkan aku ke kelas ya sayang." Ujar Alina, dan Kevin langsung mengantar Alina ke kelasnya, sambil terus menggandeng tangan Alina.


Sesampainya di depan kelas Alina. Kevin langsung mengelus pipi Alina, dan di sisi lain, ada geng base angel yang mengintip di pintu, dan mereka batuk-batuk di dekat Alina.


Alina pun membalikkan badannya, untuk melihat teman geng base angel. "Ada apa dengan kalian. Apa kalian kesambet?" tanya Alina sambil menaikkan alisnya, dan kembali menatap wajah Kevin.


Disisi lain. Ada Niko yang sudah di dalam kelas, dan kesal melihat keromantisan Kevin dan Alina. "Kenapa mereka semakin lama semakin romantis. Apa aku memang tidak bisa berada di hati Felisa. Dan aku juga sudah kehilangan sahabatku, yaitu Alina. Karena aku juga membully nya dulu, aku jadi merasa bersalah. Aku ingin sekali meminta maaf kepadanya. Tapi dia tidak ada kabar sekarang, dan entah ke mana Alina sekarang." Ucap batin Niko, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Disisi lain, "kalau begitu, aku masuk ke kelas dulu ya. Dan jangan lupa nanti, aku akan mengajak kamu makan malam bersama. Mau kan." Ajak Kevin.

__ADS_1


"Mau banget sayang. Kalau begitu, selamat belajar," langsung melambaikan tangannya, dan Kevin pun masuk ke dalam kelasnya juga.


Setelah Kevin pergi. Geng base angel langsung keluar dan memeluk Alina. "Ciee, kalian semakin romantis nih. Kami benar-benar iri tahu." Ucap Agnes.


"Benar tuh. Kapan kami akan memiliki pacar sebaik kak Kevin ya. Benar-benar pria idaman." Ujar Gista juga.


"Hahahah, makanya kalian pacaran dong, biar kalian punya pacar sebaik Kevin juga." Jawab Alina ikut tersenyum.


"Kalau begitu, mending kita masuk aja yuk. Jangan di luar, nanti kita kena marah guru BK lagi." Ucap Alina, dan mereka langsung masuk ke dalam kelas bersama.


Di dalam kelas. Alina pun langsung duduk, dan Niko tepat berada di belakangnya. "Ouh ya Niko. Apa kamu ada pulpen satu lagi. Sepertinya pulpenku hilang deh." Tanya Alina sambil menaikkan alisnya.


Niko pun langsung mengeluarkan pulpen tersebut, dan memberikannya kepada Alina. "Terima kasih banyak Niko. Kamu memang yang terbaik." Langsung tersenyum, dan memakai pulpennya.


Jam pulang pun tiba. Di mana Alina sudah pulang duluan, dan sedang di perjalanan menuju rumah bos Gray.


Namun, saat ia sedang mengendarai mobilnya. Tiba tiba saja ponselnya berdering. Alina pun melihatnya, dan itu adalah panggilan dari Agnes. Alina pun menyambungkannya ke airphonenya, dan langsung mengangkat teleponnya.


"Kau sudah lihat sosial media belum. Katanya si Clara hilang tahu. Baru saja berita tersebut di masukkan. Kami juga baru lihat." Jawab Agnes dengan jelas.


"Hah, hilang. Kok bisa, dan kenapa mereka hilangnya hilang?" tanya Alina pura-pura tidak tahu.


"Katanya dari kemarin, saat jam pulang, Clara tidak pulang juga. Dan ayah ibunya sudah bertanya kepada teman dekat Clara. Apa kau dihubungi oleh ayah dan ibunya Clara?" tanya balik Agnes.


"Gak ada. Mungkin mereka gak punya nomorku. Karena aku gak ada memberikan nomor ponselku kepada mereka. Jadi mereka tidak tahu deh. Jadi, Clara belum di temukan." Jawab Alina sekaligus bertanya kembali.


"Belum. Itu saja yang ingin aku katakan. Kalau begitu, besok beritanya akan kami ceritakan kepadamu. Bay sayang." Ucap Agnes langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Dia tidak tahu, kalau aku yang membuat nya hilang. Dan beritanya cepat sekali menyebar. Hebat juga sosial media. Hahahah." Tertawa puas Alina, dan langsung melepaskan airphonenya.


Sesampainya di rumah bos Gray, Alina langsung turun dari mobil, dan masuk ke dalam rumah bos Gray.


Di dalam rumah bos Gray. Alina melihat bos Gray yang sedang santai menonton televisi. "Halo bos Gray. Lagi apa nih?" tanya Alina langsung duduk di samping bos Gray.


Sontak bos Gray kaget, karena Alina muncul tiba-tiba. Bos Gray terlalu fokus menonton drama mafia. "Astaga Alina. Kau mengejutkan saya saja. Untung saja saya tidak punya penyakit jantung. Ada apa." Tanya balik bos Gray.


"Tidak ada. Hanya saja, ada hal yang fantastis, yang harus bos dengarkan. Pasti bos akan tercengang dengan apa yang aku lakukan." Jawab Alina sambil tersenyum miring kepadanya.


"Hal apa itu. Jangan membuat saya semakin penasaran Alina. Tapi sebelum itu, makanlah dulu. Makan siang sudah ada di meja makan." Ucap bos Gray.


"Wah, bos Gray tahu saja kalau aku sedang lapar. Kalau begitu, aku mau makan siang dulu deh, dan ikut menonton drama yang bos tonton juga." Jawab Alina dan langsung mengambil makan siang yang sudah di siapkan oleh bos Gray di meja makan.


Setelah mengambilnya. Alina pun kembali duduk di samping bos Gray, dan mulai menonton drama mafia yang di sedang di tonton bos Gray, sambil menikmati makan siang tersebut.


"Ehm, enak banget ayam panggang ini. Bos Gray pandai memasak juga ternyata." Puji Alina sambil menonton drama tersebut dengan fokus.


"Namanya bos Gray juga. Masakan apa yang tidak bisa saya buat. Mau apa, pasti akan enak kalau saya yang buat. Hahahah." Memuji dirinya sendiri, dan tertawa sendiri.


"Sok asik banget sih bos Gray ini. Gak ada lucu, tapi tertawa. Hahahah." Ikut tertawa Alina.


Setelah makan siang bersama dan drama pun habis. Alina langsung meletakkannya piring di cucian piring. Dan setelah itu Alina langsung kembali duduk disamping bos Gray.


Bos Gray pun langsung menatap wajah Alina, "apa yang mau kau katakan Alina. Saya jadi penasaran?" tanya bos Gray yang sudah penasaran.


"Jadi begini bos. Si Clara di ketahui sedang hilang tahu. Dan bos tahu siapa yang membuatnya hilang, itu adalah aku. Hahahah, bagus bukan." Jawab Alina sambil tertawa tipis.

__ADS_1


"Hah, hilang. Maksudmu kau menculiknya begitu?" tanya bos Gray kembali.


"Benar banget. Aku menyekapnya di gudang terbengkalai yang ada di sekolah. Dan sekarang ayah dan ibunya sedang mencari keberadaan Clara. Hahahah, menyenangkan bukan. Aku jadi kasihan dengannya. Bagaimana menurut bos Gray tentang hal itu." Jawab Alina sekaligus bertanya.


__ADS_2