Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 35: Kancing Baju


__ADS_3

"Apaan sih kalian ini. Jangan mengada-ngada deh. Ih, menyebalkan. Hanya saja ada hal yang harus aku beritahukan kepadanya." Jawab Alina sambil melipat kedua tangannya.


"Oh ya. Kenapa si Clara tidak pernah sekolah lagi ya?" tanya Gista, yang duduk disamping Alina.


"Katanya mereka ke luar negeri. Karena ada hal yang harus mereka urus." Jawab Alina.


"Kalau begitu. Aku mau menjemput Niko dulu, bay." Langsung pergi, dan meninggalkan teman temannya.


Alina pun menuju ruang ganti Niko. Dan saat hendak menuju ruang ganti Niko. Tiba tiba ada yang memegang pundaknya dari belakang.


Sontak Alina membalikkan badannya, dan ia adalah Max. "Max, argh, aku merindukanmu." Langsung memeluk Max.


"Astaga. Aku juga merindukanmu. Hahahah, dasar gila." Langsung melepaskan pelukan tersebut.


"Kau jangan main memelukku seperti itu. Sudah seperti pacaran saja." Kesel Max.


"Hahahah, tapi ini kan untuk rencana kita." Bisik ditelinga Max.


Alina mengintip salah satu murid yang mengambil foto mereka berdua saat berpelukan tadi. "Akhirnya ada yang mengambil fotonya juga. Sebentar lagi bakal muncul di sosial media sekolah deh. Hahahah." Ucap batin Alina tertawa tipis.


"Kau mau kemana?" tanya Max, sambil menaikkan alisnya.


"Mau ke ruang ganti Niko. Dan kau mau kemana." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Mau berjalan jalan di sekitaran saja, dan membantu membereskan pentas seni." Jawab Max kembali tersenyum.


"Semoga rencanamu berhasil. Kalau begitu, aku duluan." Berbisik, dan langsung pergi meninggalkan Alina.


"Hahahah, dasar pria gila," kembali tertawa tipis, dan langsung masuk ke dalam ruang ganti Niko.


"Halo Niko" suara keras Alina memanggil Niko.


Dan saat Alina masuk. Niko sedang kesusahan membuka pakaiannya. "Eh, Felisa. Ada apa kemari?" tanya Niko.


"Aku bisa memanfaatkan waktu ini," ucap batin Alina tersenyum tipis.


Alina pun mendekati Niko, dan membantu membuka pakaian Niko. "Kau pasti kesusahan kan membuka pakaiannya. Jadi aku akan membantumu." Jawab Alina sambil tersenyum, dan membantu membuka kancing belakang pakaian Niko. Lanjut dengan membuka kancing depan.

__ADS_1


Niko menatap wajah Alina, sambil tersenyum, dan pipinya memerah. "Felisa begitu romantis. Dia peduli denganku. Kami sangat cocok menjadi pasangan." Ucap batin Niko salting.


Alina pun selesai membuka pakaian Niko, "okey. Kalau begitu, gantilah pakaianmu. Aku akan menunggumu di sini." Kembali tersenyum, dan langsung duduk di kursi yang barusan diduduki oleh Niko.


Niko pun langsung mengganti pakaian sekolah kembali, dan setelah itu Niko duduk disamping Alina.


"Ada apa kamu kemari?" tanya Niko sambil menatap wajah Alina.


Alina memegang kedua tangan Niko, "jadi begini Niko. Ada hal yang mau aku katakan padamu. Ini hal serius." Ucap Alina memasang ekspresi lembut.


"Apa hal yang mau dikatakan Felisa. Apa Felisa mau mengungkapkan perasaannya kepadaku. Syukurlah dia tahu, kalau aku menyukainya." Ucap batin Niko senyum duluan.


"Katakan saja. Hal apa yang ingin kamu katakan." Ujar Niko kembali tersenyum, dan memegang kedua tangan Alina juga.


"Jadi begini Niko. Sebenarnya ada seseorang yang menyukaimu." Jawab Alina ikut tersenyum.


"Siapa. Sejak kapan ada orang yang menyukai?" tanya Niko yang penasaran.


"Dia adalah," tiba tiba saja terhenti, karena ada yang mengetuk pintu tersebut.


"Ouh, ya pak. Ada orang kok," jawab Alina langsung membukakan pintu tersebut.


"Ada apa pak?" tanya Alina sambil tersenyum ramah.


Pak guru menatap wajah Alina dan Niko, "kenapa kalian berduaan di ruang ganti?" tanya pak guru.


"Enggak kok pak. Saya baru datang, dan ada hal yang mau saya katakan padanya. Ada apa pak kemari." Jawab Alina sekaligus bertanya.


"Niko, kamu dipanggil ke ruang kepala sekolah. Ada hal yang mau dikatakan bapak kepala sekolah." Ucap pak guru kepada Niko.


"Ouh, baik pak. Nanti saya langsung ke sana," jawab Niko yang masih duduk.


"Dan kamu Felisa. Mending langsung ke kelas saja. Karena ada yang mau bapak katakan di kelas. Cepat ke kelas." Perintah pak guru kepada Alina, dan pak guru langsung pergi.


Alina dan Niko kembali bertatapan, dan Alina melambaikan tangannya, lalu pergi meninggalkan Niko.


"Siapa yang menyukaiku. Apa benar, Felisa yang menyukaiku. Sial, aku jadi penasaran." Mengerutkan keningnya, dan langsung keluar dari ruang ganti, dan menuju ruang kepala sekolah.

__ADS_1


Disisi lain. Alina langsung masuk ke dalam kelas, dan gengnya sudah mengumpul menunggunya.


"Hei Felisa. Kemarilah," panggil teman temannya.


Alina pun menghampirinya, dan langsung duduk, "ada apa?" tanyanya sambil menaikkan alisnya, dan mengambil permen yang hendak dimakan oleh Gista.


"Ih, Felisa. Itukan permenku," ngambek Gista.


"Nanti aku belikan yang banyak," ucap Alina kembali tersenyum.


"Jadi begini. Tadi Kevin menunggu di depan kelas tahu. Sambil membawa coklat dan bacaan aku cinta kamu Felisa. Sepertinya dia menyukaimu, dan hendak menjadikanmu pacar sepertinya." Jawab Celine menjelaskannya.


"Hah, menembakku begitu," menaikkan alisnya kembali, dan sedikit kaget.


Semua gengnya menganggukkan kepalanya, "astaga. Terus, dimana dia?" tanya Alina kembali.


"Dia katanya akan menunggumu sepulang nanti, di gerbang depan sekolah." Jawab Agnes.


"Yaudah deh. Nanti aku akan melihatnya. Kok jadi ribet begini ya." Memegang keningnya, sambil mengunyah permen karet.


Jam pulang pun tiba. Dimana Alina langsung keluar dari kelas, dengan menyandangkan tasnya. Gengnya sudah senyum sendiri menatap wajah Alina. Tapi Alina hanya biasa saja, dan langsung keluar sekolah, dan menunggu di depan gerbang sekolah.


Tiba tiba saja, Kevin muncul, sambil membawa sebucket bunga besar, dan cokelat banyak.


Kevin pun menghampiri Alina, dan berdiri dihadapan Alina. "Kamu mau gak jadi pacar aku Felisa?" tanya Kevin melamarnya.


Semua murid yang ada di sekolah, langsung melihat ke arah Kevin dan Alina. "Wah, Kevin melamar Alina. Soswet banget mereka." Puji semua murid yang ada.


Tiba tiba saja Niko yang baru keluar kelas, langsung melihat Kevin yang melamar Alina. "Eh, beraninya anak itu melamar kesayanganku. Kurang hajar." Ucap Niko yang marah, langsung menghampiri Kevin, dan langsung memukulnya.


Sontak Alina kaget, bersama murid yang lainnya, termasuk geng Base Angel. "Astaga, Niko. Kenapa kalian berkelahi." Teriak Alina dan mencoba melerainya.


Tapi Niko dan Kevin malah berkelahi, "ada apa denganmu?" tanya Kevin, sambil memegang bibirnya yang berdarah, karena pukulan dari Niko.


"Kenapa kau jadi seperti ini. Bukannya kita sudah deal, akan melakukannya dengan adil. Kenapa malah jadi seperti ini." Tanya Niko dengan emosinya yang tidak beratur.


"Hahahahah, aku tidak pernah bersumpah kan. Jadinya aku bisa mengingkarinya dong. Kenapa sampai semarah ini. Daripada seperti itu. Lebih baik kita tanya langsung kepada Felisa saja. Felisa

__ADS_1


__ADS_2