Balas Dendam? Tentu Saja!

Balas Dendam? Tentu Saja!
Episode 47: Mencari


__ADS_3

Dan saat Alina membuka pesan yang ada di Instagram tersebut. Alina menemukan ada banyak pria yang menyatakan cintanya kepada Gista. Dan Gista memasukkan sebuah story' ia mengenakan pakaian seksi. "Dia benar-benar seksi. Aku baru tahu kalau dia suka mengenakan pakaian seperti ini. Biasanya kan dia di sekolah dia tidak mau di ajak foto begituan."


"Wah, gak bisa kalau aku diam saja, saat ada pria yang hendak membayar dirinya. Lebih baik aku balas pesan salah satu pria ini. Aku akan membalas perbuatannya. Aku tidak akan diam." Ucap batin Alina kembali tersenyum, dan membalas salah satu pria yang banyak mengirim pesan kepada Gista, tapi di abaikan.


Balasan dari Alina di Instagram Gista, yang berhasil ia retas. "Mari kita bertemu di bar nanti malam. Aku akan memuaskanmu." Balasan pesan dari Alina.


"Dengan begini, semua akan berjalan dengan baik. Hahahah, bagus banget memang Alina ini." Kembali tersenyum Alina, dan langsung menghubungi Gista.


Tersambung dengan cepat, "halo Felisa sayang. Ada apa menghubungiku sore-sore begini. Apa kau lupa, kalau sore ini kita akan mencari Clara?" tanya Gista.


"Iya sayang, aku lupa. Sebentar lagi aku akan berangkat. Omong-omong, kalian sudah sampai kah?" jawab Alina sekaligus bertanya.


"Kami barusan sampai, dan pacarmu sudah ada di sini juga. Cepatlah datang, agar kita bisa mencari Clara, kan kau sendiri yang ingin mencari Clara." Jawab Gista.


"Lebih baik, sepulang dari mencari Clara saja, aku mengajak Gista untuk ke bar. Kalau begini, nanti dia curiga lagi denganku." Ucap batin Alina.


"Yaudah deh, aku langsung ke sana. Kalian tunggulah sebentar. Bay sayang." Langsung mematikan ponselnya.


"Bos Gray, aku mau pergi dulu ya. Dah," melambaikan tangannya, dan langsung pergi dari rumah bos Gray, dengan mengenakan mobil bos Gray yang sering ia kendarai.


"Ada apa dengan anak itu. Kenapa dia terburu-buru seperti itu. Biarlah, yang terpenting dia bisa menjaga dirinya." Ujar bos Gray kembali merapikan panah, dan merapikan kudanya.


Di perjalanan, Alina fokus mengendarai mobilnya. Dan tiba-tiba saja ponselnya berdering. Alina pun mengambil ponselnya, dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Eh, Max," langsung mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Halo Max. Ada apa menghubungiku?" tanya Alina meletakkan ponselnya di sampingnya, dengan mengeraskan suara ponselnya.


"Apa kau sedang di jalan?" tanya balik Max.


"Kok kau tahu. Aku memang lagi di jalan. Ada apa memangnya?" jawab Alina sekaligus bertanya.


"Aku dapat informasi dari Kevin. Katanya kau dan gengmu akan mencari Clara yang hilang. Apa benar begitu." Jawab Max.


"Iya, ini aku mau menuju lokasi di mana kami akan bertemu. Setelah itu, kami akan bersama-sama mencari Clara yang hilang. Apa kau mau ikut juga?" menawarkannya.


"Tidak deh. Aku mau ke rumah bos Gray saja. Aku ingin menembak, dan memanah. Sudah lama aku tidak melakukan hal itu. Kalau begitu, kau hati-hatilah di jalan." Jawab Max menolaknya.


"Iya Max. Kalau begitu, aku tutup telponnya ya. Karena aku masih di jalan. Bay." Langsung mematikan ponselnya.


"Halo semuanya, maaf membuat kalian menunggu lama." Tersenyum Alina, dan menghampiri teman-temannya.


Sontak gengnya dan pacarnya langsung menatap wajah Alina, dan menghampiri Alina. "Sayang, kenapa kamu lama banget. Apa kamu lupa, kalau hari ini kita akan mencari Clara. Kan kamu sendiri yang mau mencari Clara?" tanya Kevin manja dengannya.


"Maaf ya sayangku. Tadi aku kelupaan, karena kebanyakan tugas. Kan sekarang aku sudah ada di sini. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi." Jawab Alina kembali tersenyum.


"Ehem, bucin terus. Sampai melupakan temannya sendiri. Bucinnya nanti aja, karena kita kan mau mencari Clara. Gimana sih kalian." Ujar Celine yang iri dengan kebucinan Alina dan Kevin.


"Hahahah, maafkan aku karena sudah melupakan kalian. Kalau begitu, mari kita langsung berangkat saja." Jawab Alina.


"Tunggu, ada satu orang lagi yang belum datang." Ucap Gista.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Alina sambil menaikkan alisnya, dan menatap wajah Gista.


"Niko. Katanya dia mau ikut mencari Clara juga. Dia bosan di rumah, makanya dia mau ikut." Jawab Gista sambil tersenyum.


"Ouh, yaudah deh. Semakin banyak semakin cepat di temukannya Clara. Kalau begitu, kita tunggu Niko dulu ya sayang." Ucap Alina kepada Kevin.


"Iya sayang. Kita tunggu Niko dulu," jawab Kevin kembali tersenyum kepada Alina.


Setelah menunggu beberapa menit. Datanglah Niko dengan mengendarai motornya. Niko pun langsung turun dari motornya, dan membuka helmnya. Ia pun menghampiri Alina dan yang lainnya.


"Maaf membuat kalian menunggu lama. Tadi macet di jalan. Apa semuanya sudah di sini?" tanya Niko sambil menaikkan alisnya juga, dan tersenyum tipis kepada Alina.


"Gapapa Niko. Aku juga baru sampai. Kalau begitu, kita langsung mencari di sekitar sekolah saja." Ucap Alina.


Niko melihat tangan Kevin dan Alina yang terus bergandengan tangan. "Mereka benar-benar cocok. Aku memang tidak bisa mencintai Alina lagi." Dalam hati Niko, dan tersenyum tipis.


Merekapun langsung bergegas ke area sekolah bersama-sama, untuk mencari Clara. Di sekolah, mereka kembali berkumpul bersama. "Kalau begitu, kita bagi orangnya saja. Kita pencar. Aku dengan Gista, Celine dengan Agnes. Dan Kevin dengan Niko." Ucap Alina.


"Apa aku tidak bisa bersama kamu sayang?" tanya Kevin sambil memegang tangan Alina kembali.


"Kan ada Niko. Masa Niko sama perempuan sih. Kan lebih cocok kamu. Sudahlah, jangan romantisan di hal seperti ini. Kalau begitu, berpencar sekarang. Aku dan Gista akan mencari ke sisi belakang sekolah." Jawab Alina, dan mereka langsung berpencar sesuai yang di katakan Alina.


Alina dan Gista langsung berteriak, menyebut nama Clara. "Clara, kamu di mana. Jawablah." Bersamaan Alina dan Gista.


Saat mereka sedang berteriak. Tiba-tiba saja ada

__ADS_1


__ADS_2