
Thalita dan Bams mau tidak mau harus pindah kamar Rania setelah insiden tadi siang .Thalita masih dalam kamar rasanya malu sekali bertemu dengan mertuanya.
" Tha ... kamu mau ngurung dikamar sampai kapan ?" tanya Bams
" Ini semua gara gara kamu " runtuk Thalita
" Ya..... salah lagi " kata Bams .tiba tiba pintu kamar diketok dari luara rupanya Ibunya Bams yang datang
" Tok...tok...tok "
" Ya ... sebentar " kata Bams
" Ceklek " terdengar pintu dibuka nampak Bams yang membuka pintu untuk Ibunya
" Kalian makan malam dulu sama kita nanti lanjut lagi istirahatnya ,Bapak sudah nunggu " kata Ibunya Bams
" Iya bu ,sebentar lagi kami keluar " kata Bams sambil menatap pungung ibunya yang menjauh dari kamarnya
" Bams kamu aja yang makan malam aku malu ketemu Ibu " kata Thalita
" Kalau kamu nggak makan aku juga nggak makan dari siang kamu belum makan nanti aku bisa dimarahi kak Bima " kata Bams
" Lagi lagi kak Bima jadi alasan utama kamu " batin Thalita
" Ya sudah ... kita makan sekarang " kata Thalita pada akhirnya
Sesampainya di meja makan Thalita merasa jadi cangung karena insiden tadi siang dan sepertinya Ibunya Bams faham ia sama sekali tidak membahas kejadian tadi siang
" Nduk kamu kan disini sekitar seminggu ,besuk Ibu ada acara kumpulan Pkk kamu ikut ya ? ibu mau ngenalin kamu sama warga sini " kata Ibu Bams antusias
" Iya bu " kata Thalita
" Wah Ibu Ibu disini pasti bakal iri Ibu punya menantu secantik kamu ,tapi kamu tenang aja cowok cowok disini jelek jelek yang paling ganteng itu ya anak Ibu ini " ucap Ibunya Bams yang sudah tidak sabar mengenalkan Thalita pada tetangga tetangganya
" Tapi kalau kamu merasa nggak nyaman kamu nggak harus ikut Ibumu ,dia itu niatnya cuma pingin pamer " Ucap bapaknya Bams
" Ihhh ... Bapak mulai lagi deh " kata Ibunya Bams
" Nggak apa apa kok pak saya ikut ibu sekalian biar kenal warga sini " kata Thalita
" Ya udah ,yang penting kamu nggak terpaksa aja " kata Bapak.
Selesai makan malam mereka kembali ke kamar masing masing sesuai dengan apa yang dikatakan Ibunya bams hari ini dia mengajak ke acara kumpulan Ibu Ibu
" Ibu ibu kenalin wanita cantik disebelah saya ini istrinya Bams " ucap Ibu Bams dengan bangganya memperkenalkan menantunya .
" Wah cantik sekali tanganya halus bak porselin " kata salah satu ibu ibu yang bersalaman dengan Thalita
"Tha... Ibu kebelet ,sebentar ya nanti ibu segera kembali " bisik Ibunya Bams ketelinga Rania dan Rania hanya menganguk
__ADS_1
" Mba Thalita ini kerja dimana ?" tanya seorang Ibu ibu
" Saya masih kuliah bu " sahut Thalita sopan
" Ohhh. masih kuliah tow , kenapa Bams nyari istri yang masih kuliah menyusahkan saja " ucap salah satu ibu ibu
" Maksud Ibu bagaimana ya ?" tanya Thalita masih bersabar
" Katakanya kuliahan harusnya pinter dong , masa gitu aja nggak tau kasian Bams ganteng karirnya bagus harusnya dia dapat yang lebih pantas " ucap ibu ibu itu tadi
" Ada apa Ini " tanya Ibu Bams dari belakang .Seketika ibu ibu yang nyinyir pada Thalita tadi pucat pasi
" Nggak ada apa apa bu , Boleh Thalita pulang dulu sepertinya Thalita agak pusing bu " Bohong Thalita ia tidak ingin Ibu mertuanya mengetahui ada orang nyinyir padanya.
" Ya udah ,kamu mau Ibu antar ?" tanya Ibu Bams
" Nggak usah bu ,saya bisa sendiri " kata Thalita
" Hati hati sayang " ucap Ibu Bams
" Iya Bu " kata Thalita ia segera melangkah meninggalkan ibu ibu yang sedang mengadakan perkumpulan .sepanjang jalan ia terus tergiang perkataan ibu ibu tadi
" Apa aku memang tidak pantas untuk Bams " guman Thalita meraaa rendah diri setelah mendengar ucapan ibu ibu tadi
Sesampainya di rumah ia langsung di sambut Bams
" Ibu masih disana , aku sedikit pusing " kata Thalita
" Ya udah ,kamu istirahat dulu " kata Bams langsung mengantar Thalita kekamar .kemudian ia kedapur untuk membuatkan teh hangat
" Ini tehnya diminum " kata Bams
" Nggak usah Bams ,aku bisa ambil sendiri " kata Bams
" Maafkan aku Bams ..." kata Thalita
" Kan belum lebaran kenapa minta maaf " canda Bams sambil mengucek rambut Thalita
" Karena aku selalu merepotkanmu " ucap Thalita lagi
" Kamu ngomong apa sih Tha ?" tanya Bams heran melihat perubahan sikab Thalita
" Tha ... aku liat kamu sehabis ikut pertemuan PKK kok jadi agak aneh gini apa Ibu tadi menyingungmu ?" tanya Bams
" Nggak Bams... Ibu itu mertua terbaik ,aku sayang sama beliau seperti beliau juga menyayangiku " ucap Thalita
" Lalu apa ada Ibu ibu yang menyingung perasaanmu ?" tanya Bams lagi .Thalita hanya mengeleng tak ingin memperpanjang masalah
" Ya udah kamu ke kamar aja istirahat " bujuk Bams
__ADS_1
" Aku ingin bantu Bapak diwarung aja biar ada gunanya aku disini " kata Thalita yang moodnya masih memburuk semenjak kejadian tadi
" Ya udah terserah kamu ,tapi aku mau ke kamar dulu mau ngecek laporan " kata Bams
" Bukanya kamu udah ngajuin cuti ke kak Bima ,ngapain kamu masih kerja " tanya Thalita
" Ya nggak gitu juga ,kasian kak Bima kalau aku lepas tangan 100% ,dia juga butuh me time bersama anak dan istrinya " kata Bams
" Kan staff kan Bima bukan kamu aja ,kak Bima tinggal delegasiin pekerjaan kamu ke staff yang lainya " kata Thalita
" Nggak semua pekerjaanku di langsung bisa di handle sama staff lain Tha biasanya kak Bima turun tangan langsung untuk kasus kasus tertentu " kata Bams lagi
" Ya udah terserah kamu ajalah " ucap Thalita kemudian meninggalkan Bams untuk kewarung depan rumah membantu mertuanya
Hari begitu cepat berlalu tak terasa sudah tiga hari Bams dan Thalita berada dikampung halaman Bams pagi Hari ia habiskan waktu untuk jalan jalan dengan Bams ,kalau Bams mengecek laporan Thalita membantu Ibunya di warung
" Ibu ... Thalita boleh nanya sesuatu nggak ?" tanya Thalita
" Mau tanya apa sayang ?" ucap Ibu Bams sembari merapikan barang daganganya
" Bams itu dulu pacarnya siapa bu ?" tanya Thalita dengan suara pelan namun masih bisa didengar Ibunya Bams
" Bams tidak pernah punya pacar " kata Ibunya Bams jujur
" Kalau naksir cewek gitu pernah nggak ?" tanya Thalita
" Ya pernah lah ... dia juga normal kalau nggak pernah naksir cewek malah bahaya " kata Ibunya Bams sambil tersenyum
" Siapa dia bu ?" tanya Thalita penasaran
" Itu Si Najwa anaknya haji Tarman yang rumahnya paling gede diujung jalan itu " kata Ibu Bams sambil menujuk ke suatu Rumah
" Terus kenapa nggak jadian Bu ?: tanya Thalita masih penasaran
" Gimana mau jadian , orang Bams tidak pernah mengutarakan perasaanya dia minder dulu kondisi kami sangat memprihatinkan .Rania kerja banting tulang untuk menhidupi kita bapak kerja serabutan ibu buruh cuci setrika " kata Ibu Bams mengenang kisah masa lalunya dulu
" Sekarang kan Bams sudah sukses kenapa nggak nembak si cewek itu bu ?" tanya Rania masih penasaran
" Kamu itu lucu nduk , kalau Bams nembak si najwa kamu mau dikemanakan .lagian kamu tenang aja masih cantikan kamu kok ,najwa itu cantiknya cantik orang kampung kalau kamu kan cantiknya kaya bule " kata Ibu Bams
" Ibu Bisa aja " kata Thalita
" Jangan jangan sampai sekarang Bams masih menyimpan rasa pada cewek itu , kalau memang benar aku akan mundur " batin Rania
Tbc
Love you all
like & comment ya men temen
__ADS_1