Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Pergi


__ADS_3

" Ampuni aku Bams " ucap Thalita sambil bersimpuh dikaki Bams


" Aku nggak pernah nyangka Tha ...kamu tega berbuat ini padaku , apa salahku padamu ? Apa kurangya aku ? Jawab Tha ..." ucap Bams sambil berurai air mata. Ia sangat kecewa dengan Thalita.


" Bams maafkan aku , maafkan aku " ucap Thalita .


" Aku nggak butuh kata maaf darimu , katakan apa salahku padamu hah ?" ucap Bams meninggi


" Kamu nggak salah ,aku yang salah hu...huuu , Bams maafin aku " ucap Thalita .


" Aku sudah bilang ! Aku nggak butuh maaf dari kamu ,kenapa kamu lakukan ini sama aku jawab " bentak Bams


" Bams ... Maafkan aku ,aku masih meragukanmu aku takut kalau aku hamil kamu akan meninggalkanku " ucap Thalita.


" Sebegitu piciknya cara berpikir kamu , apa selama ini kami tidak pernah merasakan ketulusanku .atau jangan- jangan kamu memang tidak mau mengandung anakku " ucap Bams


" Demi Tuhan itu nggak benar Bams aku cinta sama kamu bahkan sangat cinta ,aku selalu ketakutan setiap kali kamu didekati wanita .Pekerjaan kamu dikelilingi wanita cantik aku selalu takut kau akan meninggalkanku Bams " ucap Thalita.


" Bulshit.... Kamu ini ngomong apa Tha , aku nggak ngerti jalan pikiran kamu . Mulai malam ini kita tidur dikamar terpisah agar kamu bisa merenungkan kesalahan kamu .Brakkkk " Bams membanting pintu dan meninggalkan Thalita yang masih menangis terisak .Dan benar saja malam ini Bams benar - benar tidak mau diganggu ia tidur diruang tamu .


" Bams maafkan aku , tidak seharusnya aku lakukan ini padamu hiks...hiks...hkks " Thalita masih saja menangis meratapi kesalahanya.

__ADS_1


Hingga pagi menjelang Thalita baru bisa tertidur .Ia bangun kesiangan ketika ia bangun Bams sudah berangkat kekantor .Ia merasa sangat bersalah karena tidak menyiapakan keperluan Bams .Siang hari dia kekantor Bams dari CCTV Thalita kekantornya ia sengaja keluar kantor dari belakang untuk menghindari Thalita .Ia masih kesal dengan Thalita.


Thalita pulang dengan menelan pil pahit kekecewaan .Ia berusaha sabar namum Bams terus mengabaikanya .Hidup dalam satu rumah namun tak saling tegur sapa .


" Sampai kapan Bams kamu giniin aku ?" tanya Thalita pada Bams .Namun seperti biasa Bams diam seribu bahasa.


" Bams ini sudah lebih dari tiga minggu kamu mendiamkanku ,mau sampai kapan kamu begini ?" tanya Thalita lagi. Lagi - lagi Bams tidak menjawab pertanyaan Thalita.


" Baiklah sepertinya kehadiranku tak ada artinya bagimu,mulai saat ini akan kutinggalkan rumah ini Selamat tinggal Bams maafkan aku " ucap Thalita kemudian masuk ke kamar untuk mengemasi barang - barang ia masih berharpa Bams menyusulnya kekamar dan memintanya untuk bertahan.


Diruang tamu ia melihat Bams sedang memainkan ponselnya Thalita lewat dengan menyeret koper besarnya namun lagi - lagi Bams sama sekali tidak mengubrisnya .Thalita menoleh kebelakang berharap Bams mencegahnya namun Bams masih diam membisu ditempatnya.


" Aku tidak boleh menangis ,setelah dari sini aku akan mengurus surat perceraiku dengan Bams kemudian aku akan ke Thailand dan menetap disana .Dan mengubur semua masa laluku disini " guman Thalita.


" Ada paket ,dari siapa ini palingan si Thalita suruh jemput ?" guman Bams .Perlahan - lahan ia membuka amplop tersebut dan betapa kagetnya Ia begitu membuka amplop berlogo pengadilan Agama .


" Apa ini maksudnya ? Thalita mengugatku ? Tidak ....tidak ini tidak mungkin ,aku hanya sedikit memberi pelajaran pada Thalita tapi bukan ini yang aku mau .Aku harus menemui Thalita " guman Bams secepat kilat ia menyambar kunci mobil dan melesat mencari Thalita dari rumah mertuanya ,Rania ,kost Thalita yang dulu dan teman - teman Thalita namun tak satupun yang mengetahui keberadaan Thalita .


Bams sangat frustasi .Beberapa hari setelahnya ia menerima sebauh surat dari Thalita dengan alamat Po.Box Thalita sengaja merahasiakan keberadaanya .Dengan tidak sabar Bams membuka surat dari Thalita dan membacanya .


Dear Bams suamiku yang sebentar lagi menjadi mantan suamiku

__ADS_1


Melalui surat ini kiranya kamu mau membacanya .Setelah sekian lama aku menunggu pintu maaf darimu tapi ternyata menurutmu ini adalah kesalahanku yang terfatal dan tidak termaafkan untuk itu melalui surat ini aku ingin memohon maaf padamu .


Aku harap setelah kepergianku kamu selalu dalam keadaan sehat dan bahagia jangan lupa sarapan ,jangan begadang dan jangan terlalu sering lembur .Harusnya kamu sekarang sudah semakin betah dirumah karena yang membuat kamu muak dan tidak betah dirumah sudah pergi .Bams .... Setelah ini kita tidak akan bertemu kembali aku sudah mendaftarkan gugatan cerai kepengadilan agama .Semoga kamu sudah menerima pangilan dari pemgadilan agama kamu tinggal menandatangi surat cerai dari aku setelah itu kamu akan terbebas dari aku selamanya . Aku tidak akan pernah datang ke pengadilan agama agar prosesnya bisa berjalan dengan cepat dan kamu akan lega setelah berpisah denganku .jikalau nanti kamu menikah nanti aku akan datang kamu kirim saja undanganya ke po.box tertera .


Dari yang mencintaimu dan sudah tidak kamu cintai lagi


Thalita.


" Tidak....kkk, Thalita kamu dimana maafkan aku .kembalilah sayang aku tidak bisa hidup tanpa kamu " Bams terus menagis meratapi kepergian Thalita.


" Sepertinya aku harus minta maaf kepada Thalita lewat po.box ini " guman Bams kemudian ia menulis sebuah surat untuk dikirimkan ke Thalita.


Dear Thalita ...


Maafkan suamimu yang bodoh ini , aku mencintaimu aku terlalu kecewa karena aku berfikir kamu tidak mau mengandung benihku .Maafkan aku Thalita jika kaku memang belum siap punya anak aku tidak akan lagi memaksa kamu .kembalilah sayang


Dari aku Suami bodohmu


Bams


Sepanjang menulis surat itu Bams berurai air mata.Setelah selesai menulis ia lalu mengirimkan surat ke po.box yang dimaksud Thalita

__ADS_1


Beberapa Hari setelahnya ia tak kunjung mendapat balasan dari Thalita Bams sungguh putus asa .Penampilan Bams tak seklimis dulu lagi kini .


Maaf ya dikit banget otornya sedang malas menghalu


__ADS_2