Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Ngambek


__ADS_3

Pov author


Rumah pemberian Bima sangat mewah dan asri namun Bams tidak mau ada pembantu yang menginap dirumahnya dua hari sekali hal itu dilakukan Bams untuk menjaga privasinya.


" Tha ... nanti malam, temani aku ke pesta rekan kerjaku ya! " ucap Bams sambil mengancingkan kemeja


" Bams, aku nggak suka pesta pesta gitu, kamu berangkat sendiri kenapa ?" kata Thalita


" Ya kan, sekarang aku kan punya istri. kalau kamu tidak ikut, pasti mereka akan bertanya dimana kamu?" ucap Bams


"Ya, kamu pinter-pinterlah cari alasan, pokoknya nggak mau titik." ucap Thalita mengebu


" Tha... ini nggak akan lama palingan dua jam selesai terus kita pulang " ucap Bams


" Mau satu jam atau satu hari, aku nggak peduli intinya aku nggak mau ikut dan kamu nggak usah maksa-maksa aku " ucap Thalita


Bams hanya menghela nafas mendengar perkataan Thalita


" Baiklah, aku tidak akan memaksamu aku akan pergi dengan Indri " kata Bams


" Mau pergi sama Indri kek, sama Ruby kek, emang gue peduli? " kata Thalita


" Setidaknya aku sudah mengajakmu, tapi kamu tolak ya udah," kata Bams sambil mengedikan bahunya dan langsung keluar kamar dengan wajah muram


" Aku tunggu di mobil cepetan sudah siang!, aku ada meeting" kata Bams dari luar kamar


" Iya ...iya sabar " kata Thalita


Rutinitas Bams setiap pagi mengantar Thalita ke kampus setelah itu baru ia ke kantor .Sepanjang perjalanan Thalita dan Bams saling diam tak ada satupun pembicaraan diantara mereka .


" Bams, ponsel kamu bunyi terus berisik tau" kata Thalita


"Tolong angkat dan speakernya dinyalain" kata Bams


" Hallo, Pak Bams" suara perempuan diseberang sana


" Ya,Hallo Ndri .." kata Bams lagi


" Tadi nelpone kenapa ya pak, maaf tadi baru mandi " Ucap Indri


" Oh itu ... Nanti malam kamu ada acara nggak?" tanya Bams


" Nggak ada pak, kenapa ya ?" tanya Indri


" Kamu siap siap ya untuk ..." belum sampai Bams melanjutkan ucapanya Thalita sudah menyela


" Aku mau ikut" ucap Thalita tiba-tiba dan memutuskan sambungan telephone Indri


" Maksud kamu gimana?" tanya Bams


" Ya,aku jadinya ikut kamu ke pesta " ucap Thalita pelan .sementara Bams tersenyum penuh arti

__ADS_1


"Tadi,katanya nggak mau?" kata Bams mengoda


"Aku berubah pikiran" kata Thalita singkat


Ponsel Bams kembali berdering rupanya Indri hang menghubungi Bams


"Ganjen banget, jadi cewek!" umpat Thalita


" Nggak usah diangkat !! "ketus Thalita


" Tapi, nanti mereka ketemu dikantor membicarakan ini, tidak-tidak ini tidak boleh terjadi " batin Thalita Kemudian Thalita mengangkat telephone dari Indri


" Hallo .... " Sapa Thalita


" Eh ... bu Lita ,Pak Bamsnya ada ? " tanya Indri


" Ada, lagi nyetir, kamu mau ngomong apa nanti aku sampaikan " ketus Thalita


" Enggak bu , tadi Pak Bams menghubungi saya terus ponselnya tiba- tiba mati, tadi beliau belum selesai bicara " ucap Indri


" Oh soal itu ,tadi kata Bams nanti malam kan kamu tidak ada acara disuruh siap-siap siapa tau pacar kamu datang ,udah ya aduh Bams geli jangan godain terus ah" ucap Thalita dibuat buat seolah lalu mematikan sambungan telephonenya


" Hahahahha... ternyata kamu pinter juga ngarangnya " kata Bams sambil menghentikan laju mobilnya


" Kenapa berhenti" tanya Thalita heran tanpa bicara apa apa Bams langsung meraih tengkuk Thalita dan mendaratkan bibirnya di bibir Thalita sementara Thalita kaget dengan tindakan spontan dari Bams setelah hampir kehabisan nafas Thalita mendorong Bams


" Hmmmpp... Bams aku nggak bisa nafas " kata Thalita


" Dasar Omes!" kata Thalita


" Tapi, kamu suka kan?" goda Bams


" Ngarang!" kata Thalita dengan wajah bersemu merahnya


" Cie.... ada yang merah mukanya " goda Bams lagi


"Bams, jangan mulai deh! " ucap Thalita manyun


"Jadi, kamu marah aku cium tadi " tanya Bams


" Jelas marah lah, kamu tanpa permisi main cium-cium aja " kata Thalita lagi


" Jadi kalau ijin dulu diperbolehin " goda Bams lagi


"Jangan ngarep!" ucap Thalita lagi


" Ya udah, kalau nggak boleh nyium istri sendiri, nanti aku minta cium Indri aja sepertinya dia tidak keberatan " ucap Bams memanas manasi Thalita


" Ya udah, minta cium sana sama Indri terus kamu kawinin dia sekalian " ucap Thalita Ngegas


" Eh ...dia marah beneran padahal aku hanya ingin mengodanya aja " batin bams

__ADS_1


" Serba salah, nyium istri nggak boleh nyium orang lain kamu marah " ucap Bams


" Ini laki peak, apa gimana sih?,bikin gue darting aja " batin Thalita


" Bams turunin gue!" kata Thalita


" Ini kan belum sampai?" tanya Bams bingung


" Turunin gue sekarang!" Thalita tambah marah


" Tha... jangan gini dong gue cuma bercanda doang " ucap Bams putus asa .Thalita diam seribu bahasa Bams tetap mengantar sampai kampus meskipun Thalita terus minta diturunkan namun Bams tidak mengubris sama sekali


" Brakkk " Thalita menutup pintu mobil kasar


"Astagfirullah " ucap Bams


" Sabar ...,Laki-laki memang tempatnya salah " ucap Bams sembari menghela nafas


Seharian Mood Thalita memburuk dikampus wanita ini kebanyakan melamum memikirkan rumah tangganya dengan Bams


" Dari tadi gue perhatiin loe ngelamun aja, ada masalah ?" tanya Laras kepo


" Gue, lagi sebel aja sama laki gue " ucap Thalita


" Emang ngapain lagi dia , Perasaan cowoknya ramah banget dan ganteng maximal apalagi kerjaanya mantul ,loe beruntung dapet cowok kaya dia " kata Laras


" Beruntung sih enggak, buntung iya " Sewot Thalita


" Dari tadi marah marah mulu ,loe lagi dapet apa gimana ?" tanya Laras lagi


" Gue lagi sebel aja sama Bams masa, terang terangan dia bilang ke gue mau nyium si Indri temen sekantornya ,mana si Indri itu ceweknya ganjen banget lagi" ucap Thalita dengan muka masam


" Pfffffffttttt ,loe lagi cemburu ceritanya " ledek Laras


" Nggak ada kamus cemburu di hidup gue ,cuma gue kesel aja kaya nggak hargain gue sebagai istrinya " ucap Thalita


" Hahhahhaa fix loe cemburu akut ,sekarang loe cerita gimana ceritanya sampai laki loe bilang mau cium si Indri itu " desak Laras


Dengan muka memerah Thalita menceritakan kejadian di mobil dimana Bams tiba tiba menciumnya dan ia marah lalu Bams bilang kalau mau cium Indri


" Sory..sory.... gue mau ketawa " ucap Laras


" Ketawa aja terus, dasar teman laknat " sewot Thalita


" Iya ....iya gue nggak ketawa lagi ,begini nona manis, yang tidak mau dikatakan sedang cemburu tadi suami loe itu tidak sunguhan mau cium temennya dia cuma godain loe doang " ucap Laras


" Seriusan juga nggak papa" kata Laras sewot


" Bener ni ? berarti loe iklas dong kalau besuk malam Laki loe pergi berdua sama Indri " tanya Laras sambil menaikan sebelah alisnya


" Ya Enggaklah ..." ucap Thalita pada akirnya

__ADS_1


Jangan lupa like ,comment vote dan favorite ya


__ADS_2