
Semenjak kejadian itu, Thalita terus berusaha mendapatkan hati Bams kembali, berbagai upaya ia lakukan untuk menaklukan kembali hati Bams, hari ini Thalita mengajak Bams dan Putra mereka jalan-jalan ke kebun Binatang, Batha sangat senang sekali ia tidak mau lepas barang sebentar saja pada sang Papa.
"Ya, Tuhan bagaimana ini? melihat Batha begitu lengket dengan papanya mengapa hatiku sedih sekali, aku takut kami tak bisa kembali lagi, mengingat begitu sulitnya menaklukan Bams, dan ingatanya sampai sekarang juga belum pulih" batin Thalita
"Tha, gur lihat dari tadi elu ngelamun terus? Ada apa? Jangan bilang kamu lagi mikirin pacar kamu si Morgan itu" sungut Bams
"Apaan sih elu Bams, nggak jelas banget, kalau gue mikirin dia pasti hari ini kita nggak lagu disini, atau jangan-jangan elu yang lagi mikirin bule sialan itu" ucap Thalita mendadak moodnya menjadi buruk mengingat wanita itu.
"Tha, elu nggak hargain gue banget sih, ngapain juga elu bahas Celine, dia nggak ada sangkut pautnya dengan liburan ini, gue udah sediain waktu buat elu, malah begini respon elu, tau gitu mending gue jalan-jalan sama Celine dan anaknya" sungut Bams
"Loh kok dia yang marah? Harusnya gue yang marah, dasar laki-laki menyebalkan sekali andai kamu nggak lagi amnesia udah gue getok palalu" batin Thalita
"Sudahlah Bams, kita nikamati hari ini, yang ada hanya gue, elu dan Batha. Kita fokus saja pada liburan kita" ucap Thalita setenang mungkin.
Bams setuju, hari itu mereka hanya fokus pada keluarga kecil mereka, kebahagiaan terpancar dari wajah ketiga orang tersebut.
"Pak boleh minta tolong fotoin kami" pinta Thalita pada salah satu pengunjung disana.
"Oh, boleh mba, silahkan rapatkan Ibu dan Bapak dibelakang, Bapak tangannya pengangan pada pundak istrinya" kata pengunjung tadi mengarahkan gaya.
"Mukanya Masnya jangan tegang gitu, santai rilex, Hallah masnya pakai malu-malu kucing biasanya kalau dikamar berdua juga langsung caplok" goda pengunjung tadi yang diminta Thalita untuk memfoto dirinya, Bams dan juga Batha.
"Sekali lagi, Masnya peluk istrinya tatap penuh cinta, eskpresinya kurang mas" ucap sang pengunjung tadi layaknya gotografer ptofesional, Bams hanya pasrah disuruh gaya apa saja.
Hari ini berlalu begitu cepat, Thalita mencetak foto hasil liburanya bersama Bams dan Batha, senyum tak pernah lepas dari wajah cantik Thalita.
"Aduh, keponakan Tante seneng ya jalan-jalan sama Mama dan Papa" ucap Rania ketika Bams dan Thalita sudah sampai dirumah wajah ketiganya tampak sumpringah,Thalita langsung memeluk kakak Iparnya.
__ADS_1
"Kak, hari ini aku senang banget, aku nggak bakal lupain kejadian hari ini, Makasih ya kak sudah support Lita sampai sejauh ini" ucap Thalita sambil memeluk Kakak Iparnya.
"Kalian istirahatlah!, kalian pasti capek" ucap Rania lembut.
Bams dan Thalita kompak menganguk dan langsung menuju kamar Baby Batha.Di dalam kamar rupanya mereka belum puas bermain seharian, mereka masih bercanda dan tertawa bersama, Rania yang mendengar gelak tawa dari kamar Baby Batha sangat senang itu artinya hubungan Bams dan Thalita sudah membaik, namun kejadian itu tak berlangsung lama, setelah mendapat pangilan dari Celine mendadak wajah Bams menjadi panik dan ia langsung bergegas mengambil kunci mobilnya.
"Mau kemana Bams?, ini sudah malam" tanya Thalita
"Sorry gue harus pergi, Bryan sakit gue harus ada disana" ucap Bams
"Bukankah disana ada keluarganya? Kenapa kamu yang harus repot?" tanya Thalita tak terima dengan keputusan Bams untuk menyusul kekediaman Celine.
"Celine selalu ada saat gue butuh, saat ini dia lagi butuh gue, please ngertiin gue, jangan egois" ucap Bams
"Aku egois Bams?, mana ada wanita yang rela suaminya meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain, kamu kira Batha juga tidak membutuhkan dirimu?" cecar Thalita yang sudah hilang kesabaranya.
"Thalita, dengerin gue, Batha tidak kenapa-napa kalaupun kenapa-napa disini banyak orang kamu nggak perlu khawatir, sedangkan Celine, kakaknya belum pulang saat ini dia sedang panik, tolong singkirkan egomu, pakai naluri kamu sebagai seorang Ibu, bagaimana jika hal itu terjadi pada Batha" ucap Bams.
"Terserah mau kamu ijinin atau enggak gue, nggak peduli Celine butuh gue" ucap Bams lalu meninggalkan Thalita begitu saja.
"Bams....berhenti!" teriak Thalita namun Bams sama sekali tidak mengindahkan teriakan Thalita. Thalita terduduk dilantai sedang menangis tergugu, baru saja ia merasakan kebahagiaan sehatain bersama suaminya, tapi dalam sekejab kebahagiaan itu lenyap begitu saja.
"Non...non...No Thalita, ini Baby Batha panasnya tinggi banget non" tiba-tiba suster mengagetkan Thalita yang menangis sejadi-jadinya, ia langsung lari kekamarnya, kemudian ia memeriksa keadaan putranya, benar apa yang dikatakan suster yang menjaga Batha, kalau Batha sangat panas, Thalita panik ia menghubungi Bams bolak-balik namun tak satupun pangilannya yang di respon Bams, begitupun dengan Rania ia juga menghubungi Bams, sekarang malah ponselnya dimatikan.
"Tha, cepatan kamu hubungi Morgan!" ucap Rania sambil menenangkan keponakanya.
"Dia sedang dinas malam, Kak" ucap Thalita tak kalah panik.
__ADS_1
"Kalau begitu kita kerumah sakit sekarang biar Mas Arya yang anter" ucap Rania.
Kemudian mereka sampai dirumah sakit Batha langsung mendapat penanganan.Morgan menemui Thalita
"Dimana, suamimu yang tidak berguna itu?" tanya Morgan sinis karena sejak tadi ia tidak melihat keberadaan Bams.
"Sudahlah, jangan bahas dia, aku capek!, sekarang kita fokus pada kesehatan putraku dulu, Batha sebenarnya kenapa?" tanya Thalita sudah tidak sabar.
"Kamu benar!, kita fokus pada Batha saja, Batha terkena deman berdarah" ucap Morgan
"Apa ini, berbahaya Morgan?" Tanya Thalita penuh kekawatiran.
"Untung kamu cepat bawa dia kesini, kalau tidak trombositnya turun terus bisa bahaya untuk Batha" ucap Morgan.
"Makasih ya Morgan, elu selalu ada buat gue" ucap Thalita.
"Jangan pikirkan itu, kebetulan aku shif malam jadi aku bisa temani kamu disini" kata Morgan
"Entah kata apa yang pantas gue ucapin buat elu atas semua kebaikan elu" ucap Thalita.
"Jangan sedih, kasian Batha kalau kamu sedih dia pasti akan ikut sedih" hibur Morgan
Selama tiga hari Bams tidak dapat dihubungi dan ia juga tidak tampak kerumah sakit menjenguk anaknya, dihari ketiga Celine datang menjenguk Batha.
"Hallo anak ganteng, kamu lagi sakit ya, kacian..... Oh Ya tante cuma mau bilang, kalau Papa Bams tidak bisa dipinjam lagi olehmu karena dia punya Kakak Bryan, kamu kan sudah punya Om Morgan minta sama Mama kamu agar ia jadi Papa kamu" ucap Celine tanpa filter Batha langsung menangis histeris, saat itu hanya ada suster yang menjaga Batha karena Thalita pulang sebentar mengambil keperluan Batha.
Tbc...
__ADS_1
Jangan Lupa like ,comment dan favorite ygy
Love you all