
Pagi ini Thalita hendak berangkat kuliah , ia kaget sudah ada sarapan pagi .
" Pagi Tha ... ini sarapanya sudah siap Bams mana ?" tanya Najwa seolah nyonya rumah
" Masih dikamar " kata Thalita singkat
" Aku susul saja biar sarapan bersama " ucap Najwa tanpa rasa malu
" Dasar perempuan apaan ,nyusul ke kamar laki orang .Ok gue lihat dulu sampai sejauh mana kamu bermain Najwa " batin Thalita
Dan benar saja Najwa langsung masuk kamar Thalita tanpa mengetuk pintu kamar dahulu dan Bams mengira itu Thalita
"Kenapa sayang ada yang tertinggal " kata Bams tanpa menoleh
Diluar kamar Thalita sengaja mengikuti Najwa dan ia mendengar Bams memangil Najwa dengan sebutan sayang .Ia langsung bergegas pergi tanpa pamit kepada Bams .
" Kamu ... Najwa ngapain kamu masuk kamar aku ?" tanya Bams
" Aku sudah ijin Thalita kok " ucap Najwa tanpa berperasaan
" Nggak pantas Najwa kamu masuk ke kamar seorang lelaki apalagi laki laki itu sudah beristri " kata Bams marah ia takut Thalita kecewa padanya
" Maafkan aku Bams ,aku hanya ingin mengajak kamu sarapan " kata Najwa .Bams tidak menghiraukan Najwa ia mencari keberadaan Thalita namun nihil ia tak menemukan Thalita dimanapun
" Kamu cari apa Bams ? Thalita berangkat pagi pagi katanya ada kuliah pagi " dusta Najwa
Bams sedikit lega berarti Thalita tidak mengetahui Najwa masuk kekamarnya
" Bams aku ikut mobil kamu ya ,aku ada interview deket kantor kamu " kata Najwa
" Cepetan aku sudah kesiangan " kata Bams
" Ini bekal makan siang kamu " kata Najwa sambil memberikan bekal makan siang pada Bams
Sementara Thalita dia tidak kekampus pagi ini moodnya mendadak buruk mengingat kejadian tadi pagi .ia tidak tau kemana harus pergi kemudian ia memutuskan ke rumah Rania agar bisa bermain dengan Eliza
" Kak Eliza belum pulang ya ?" tanya
" Bentar lagi pulang ,Tha... kamu ada masalah apa kamu kayaknya suntuk banget " tanya Rania
__ADS_1
" Nggak ada apa apa kak ,cuma kangen Eliza aja " kata Thalita mencoba menyembunyikan masalahnya
" Engak engak kamu pasti ada masalah ,cerita aja ke kakak .Aku ini kakak kamu bukan hanya Ipar kamu .Aku sayang sama kamu Tha " ucap Rania tulus kemudian dia memeluk Thalita .Thaliata yang dipeluk malah menangis tergugu.
" Kak ... aku pingin mundur dari pernikahan ini " kata Thalita
" Apa masalahnya Tha ?" tanya Rania
" Sebenarnya tidak ada masalah kak cuma aku aja yang baperan " kata Thalita sambil menangis
" Katakan apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Rania
Kemudian Thalita menceritakan soal Najwa mulai dari kampung hingga sekarang menginap dirumahnya dan juga soal panggilan sayang yang diucapkan Bams tadi pagi.
" Kurang ajar si Bams , biar kakak telephone sekarang sudah gatal mulut kakak pingin maki maki itu anak " ucap Rania yang tersulut emosi ketika mendengar cerita Thalita.
" Jangan kak ,biarkan saja aku tidak mau ikut campur urusan dia lagi aku udah nyerah kak " kata Thalita
" Enggak !! kakak nggak terima kamu diginiin " ucap Rania mengebu
" Kak please aku mohon jangan campuri urusanku dan tolong jangan katakan ini pada kak Bima " kata Thalita penuh harap
" Kak aku ingin menenangkan diri dulu sambil memikirkan langkah apa yang akan aku ambil dalam pernikahan ini dan kebetulan dikampus besuk aku ada study project ke surabaya selama satu minggu , rencanaya aku akan berangkat sekarang nginep dirumah temen dulu baru besuk berangkat pagi pagi tapi aku mohon jangan kasih tau Bams dulu kalau aku menginap dirumah laras ,sebenarnya rencana ini sudah aku bicarakan dengan Bams beberapa waktu yang lalu sebelum kita pulang kampung dan dia juga mengijinkan " kata Thalita
" Tha.... kalau itu keiginan kamu kakak bisa apa , yang penting kamu hati hati sekalian kasih pelajaran sama Bams ,biar tau gimana rasanya ditinggal istri " ucap Rania
" Tha kamu yang sabar ya , kakak masih berharap pernikahan kalian tidak hanya sampai disini .kakak juga nggak sudi punya ipar Najwa kalau Ibu Tau soal ini Bams pasti sudah dijadiin perkedel sama ibu " ucap Rania
Thalita terkekeh mendengar ocehan Rania dalam hati ia bersyukur mempunya mertua dan ipar yang sangat sayang padanya.
" Sekarang kamu istirahatlah dikamar Eliza. Sebentar lagi dia pulang jangan sampai dia tau kamu habis menangis dia akan sedih kalau tau tante yang amat disayanginya menangis " ucap Rania
Thalita menghabiskan siangnya dengan Eliza sejenak ia bisa melupakan kisahnya dengan Bams .Hingga sore menjelang sebelum Bima pulang Thalita sudah berpamitan untuk kerumah Laras . Sore hari Bams sengaja pulang lebih awal entah mengapa ia ingin ketemu dengan istrinya
" Sayang ... aku pulang " Ucap Bams namun bukan Thalita yang menyambutnya tapi malah Najwa yang menyambutnya
" Di mana Thalita " tanya Bams
" Dia belum pulang " kata Najwa
__ADS_1
" Aku barusan dikampusnya ketemu temenya dia nggak liat Thalita aku pikir dia sudah pulang " kata Bams
" Mungkin dia main Hang out sama temen temenya kan dia perempuan kota hal seperti itu lumrah baginya meskipun sudah bersuami " ucap Najwa memanas manasi Bams
" Dia tidak seperti itu ,aku tau betul siapa istri aku aku minta kamu jangan asal bicara " ucap Bams tidak terima
" Let's see istri kamu malam ini pulang apa enggak " kata Najwa kembali mengompori Bams
Bams hanya diam saja tidak menangapi ucapan Najwa .
" Bams kamu makan dulu aku sudah menyiapkan makan untuk kamu " kata Najwa
" Aku tidak bisa makan kalau istriku belum pulang" kata Bams lagi
" Pulang atau tidak kan sama aja ,toh dia juga nggak bisa memasak " Najwa semakin berani
Bams melangkah keluar hendak mencari Thalita namun Najwa tidak kekurangan akal untuk mencegahnya
" Najwa aku mau keluar mencari Thalita " kata Bams dengan raut kecemasan yang tak dapat ia sembunyikan
" Bams tunggulah barang satu jam lagi mungkin dia bentar lagi pulang dari pada nanti kamu berpapasan dijalan tapi kamu tidak tau bagaimana " bujuk Najwa dan Bams setuju dengan ucapan Najwa menunggu hingga satu jam lamanya selama itu ia menghubungi Rania ,mertuanya dan teman teman Thalita namun hasilnya nihil
" Kamu kemana Tha ?" ucap Bams frustasi ia langsung menyambar kunci mobilnya hendak keluar mencari Thalita .
" Bams aku ikut ..." Najwa tiba tiba ingin ikut dengan alasan dia kawatir dengan Thalita terpaksa Bams mengijinkan karena perempuan itu terus saja memaksanya .
Sementara Thalita kini tengah dalam perjalanan menuju bandara bersama rombonganya tak sengaja Laras melihat mobil Bams
" Tha... itu bukanya Mobil suami Elo?" tanya Laras
" Biarian aja ,tolong kamu diem aja jangan sampai dia curiga aku disini " kata Thalita
" Tunggu tunggu itu siapa dalam mobil Bams kaya cewek " kata Laras pelan namun masih di dengar Thalita .Seketika Thalita melihat kearah mobil Bams dan benar saja di dalam mobil ada Najwa hati Thalita semakin bergemuruh tak terasa air matanya mengalir
" Kamu kejam banget sih Bams ,bukanya nyari aku malah asyik berduaan dengan Najwa " batin Thalita semakin menjerit
" Jepret..." Ia mengabadikan apa yang ia lihat barusan melalui ponselnya .kemudian mengirimkan pada Rania
" Kak langkah aku sudah benar kan kak ,aku pergi " itulah pesan yang ditulis Thalita dan dikirim ke Rania
__ADS_1