
Morgan langsung mengantarkan Thalita pulang kerumah Rania, sementara itu Bams yang sedang buru-buru naik ojek malah terjebak hujan ditengah jalan, Driver ojol meminta untuk berteduh dulu, Bams menolak ia membayar lebih pada driver ojol agar terus menerabas hujan, drivel ojol patuh setelah mendapat sejumplah uang dari Bams.
Sesampainya dirumah suasana sudah sepi, penghuni rumah sudah tertidur semua, ia bertanya pada penjaga rumah apakah Thalita sudah pulang, Penjaga mengatakan kalau Thalita sudah pulang sejak tadi.
"Alhamdulillah dia sudah pulang dengan selamat" batin Bams
Sesampainya dikamar ia langsung ganti baju dan tidur.Sementara itu Thalita di dalam kamar hatinya sangat gelisah, sedetikpun ia tak dapat memejamkan mata, ia tidak tau kalau Bams sudah pulang, ia terus membayangkan Bams dan Celine berduaan dalam Appartemen
"Cinta, mengapa sesakit ini? Haruskan aku bertahan dengan semua kesakitan ini, tapi haruskah aku menyerah begitu saja setelah semua perjuanganku yang aku lalui tidak mudah dan saat ini aku sudah sampai sejauh ini, hik...hik...hiks Ya Allah apa yang harus hamba lakukan" guman Thalita. Kemudian perempuan cantik itu mengambil wudhu dan mengelar sajadah untuk megadukan nasibnya pada sang kholik.
°°°°°
Pagi sudah mulai menyapa bumi, aktivitas manusia sudah dimulai, seperti pagi ini dikeluarga Rania, celoteh anak-anak Rania ditambah kehadiran Baby Batha menambah ramai suasana.
"Pagi Kak, Maaf bangunya telat" ucap Thalita
"Pagi Adek aku yang paling cantik, gimana tidurnya yenyak?" tanya Rania
"Hmmm" hanya itu jawab Thalita, ragu-ragu ia menanyakan keberadaan Bams.
"Kak, Bams belum pulang?" tanya Thalita hati-hati
"Oh, iya ya, anak itu kenapa belum bangun?" jawab Thalita
"Memangnya semalam dia pulang jam berapa?" tanya Thalita
"Tak lama setelah kamu pulang dia juga pulang" ucap Rania
"Kak Rania yakin?" tanya Thalita.
"Yakinkah, kakak liat sendiri dia pulang kehujanan, tapi kakak males keluar kamar cuma lihat dari balkon aja, coba kamu liatin dia mungkin dia sedang sakit, tidak biasanya anak itu terlambat bangun" ucap Rania
Tanpa menunggu waktu lama Thalita langsung menuju kamar Bams, alangkah kagetnya ketika ia melihat Bams masih meringkuk dikasurnya. Ia mendekat lalu menyentuh kening suaminya.
__ADS_1
"Panas banget badanya" guman Thalita lalu dengan telatenya Thalita menganti semua pakaian Bams dan mengompresnya dan membuatkan makan untuk Bams
"Sebentar aku panggilkan Morgan" ucap Thalita yang hendak menghubungi Morgan, secepat kilat Bams merebut ponsel Thalita.
"Gue nggak apa-apa, nggak usah hubungi Morgan, tolong kamu temani aku disini aja, itu udah lebih dari cukup" ucap Bams
Thalita sangat bahagia mendengar ucapan Bams.
"Oh...terimakasih Ya Allah, Bamsku telah kembali" batin Thalita
Seharian Thalita mengurusi Bams ia sampai mengajukan ijin tidak masuk kerja, hingga malam menjelang panas Bams juga belum kunjung turun, Bams tidur dan terus mengigau
"Makasih ya, sayang kamu sudah merawatku, kamu memang perempuan yang baik, tidak salah aku memilihmu" Bams terus saja mengingau
Walau hanya sebatas igauan ia sangat senang mendengarnya, berarti ia masih singgah dihati Bams yang paling terdalam.Thalita diam-diam tersenyum senang.
"Makasih sayang, terima kasih kamu selalu ada untukku, terima kasih Celine" Bams kembali mengigau
Baru saja hati Thalita berbunga-bunga namun langsung layu seketika mendengar nama Celine disebut.
Rasanya Thalita tak sanggup lagi bila disini, Ia terus mendengarkan Bams mengigau, Celine dan Celine yang ia sebut, Saat hendak keluar kamar tiba-tiba tangan Bams mencekal lenganya
"Jangan tinggalkan aku Celine, aku nggak bisa hidup tanpamu, aku sangat tergantung padamu"
"Deg..." aliran darah Thalita serasa berhenti seketika mendengar igauan Bams.Ia langsung menepis kasar tangan Bams dan keluar kamar, ia menangis sejadi-jadinya dikamarnya sendiri lalu ia menghubungi Morgan untuk memeriksa keadaan Bams.
Beberapa saat kemudian Morgan datang dan langsung memeriksa keadaan Bams lalu meresepkan obat, setelah memeriksa keadaan Bams saat hendak pulang ia melihat Thalita sedang menagis sendirian ditaman.
"Tha, kamu baik-baik aja?" tanya Morgan yang tidak tega melihat kondisi Thalita, ia tampak sangat sedih dan terluka
"Morgan, hik...hikss...hiks..." Thalita malah semakin menangis sesengukan
"Tarik nafas lalu buang, ulangi lagi sampai kamu merasa baikan, setelah itu lepaskan semua bebanmu" ucap Morgan
__ADS_1
Thalita langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Bams.
"Gimana sudah baikan?" tanya Morgan
"Jika sudah tidak kuat, lepaskan saja!" lanjutnya
"Morgan bagaimana aku tidak sakit? Dari pagi aku yang merawat dia, tapi dengan entengnya dia selalu menyebut perempuan itu, hiksss...hik...hikss sakit, sakit Morgan" ucap Thalita sambil memegangi dadanya.
"Kamu yang ngotot tak ingin menyerah, kondisi dia saat ini memang labil, jika memang kau merasa tak sangup lagi lepaskanlah!" ucap Morgan.
Dari atas Bams melihat interaksi Thalita dan Morgan, ada rasa tidak suka saat Thalita bersama dengan Morgan, ia juga melihat Morgan memberikan sapu tangan pada Thalita.
"Ada apa dengan perempuan itu?, kenapa dia menangis lagi dan lagi-lagi sisialan Morgan itu yang menenangkanya, menjengkelkan sekali" guman Bams lalu ia melangkah menuju taman dimana Thalita dan Morgan disana
"Wah....Maaf sekali saya mengangu acara kalian, tapi ini sudah malam, saya tidak ingin rumah kakak saya dijadikan tempat maksiat" ucap Bams yang tiba-tiba tersulut emosi melihat kedekatan Morgan dan Thalita.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu?, kamu pikir aku serendah itu? Jangan samakan aku dengan dirimu dan jalangmu itu" sinis Thalita
"Sudah tertangkap basah masih mengelak" ucap Bams
"Cukup Bams, aku peringatkan kamu berhenti menyakitinya!, jika kau masih saja menyakitinya aku akan ambil dia darimu Camkan itu!" ucap Morgan
"Silahkan saja, toh aku juga tidak mencintainya dan asal kalian tau aku hanya mencintai Celine" ucap Bams yang sudah dikuasai cemburu namun ia tak menyadarinya.
"Thalita, segera masuk kamar!, jangan lagi kamu pikirin orang yang tidak pernah memikirkanmu! Aku permisi sudah malam, jaga diri baik-baik jangan tidur larut malam itu bisa mempengaruhi kesehatanmu" ucap Morgan lalu pergi meninggalkan Bams dan Thalita
"Wah....mesra sekali rupanya, kanapa kalian tidak menikah saja" sinis Bams
"Iya kami akan menikah, puas kamu!" ucap Thalita lalu meninggalkan Bams tanpa menoleh sedikitpun.
"Me...menikah? Apa maksut dia?" guman Bams yang ingin tau dan ingin penjelasan dari Thalita namun sayangnya perempuan itu sudah kembali ke kamarnya dan mengurung diri
Tbc...
__ADS_1
Jangan lupa like comment dab fav ygy