Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Kabar Buruk


__ADS_3

Rencana Thalita berjalan dengan lancar Bams tidak pernah mengetahui kalau Thalita meminum obat pencegah kehamilan .Rumah tangga Bams dan Thalita adem ayem jarang terjadi cek cok seperti biasanya .


" Sayang aku pulang !" ucap Bams ketika sampai di istana kecil mereka


" Kok tumben jam segini sudah pulang?" tanya Thalita


" Aku sengaja nggak lembur ,aku pingin habisin waktu dirumah sama istriku tercinta .Aku pingin segera hadir si kecil disini " ucap Bams seraya mengusap perut rata Thalita.


" Maafkan aku Bams , bukan maksudku untuk menipumu .Aku hanya belum siap saja " Batin Thalita sambil memeluk Bams .Terbesit rasa bersalah dalam dirinya sudah menyembunyikan hal sebesar ini pada suaminya.


" Sayang ... mungkin minggu mingu ini aku pulang telat ,Kak Bima mau ke Kuala Lumpur .Ada kasus yang mengharuskan dia kesana langsung .Selama kak Bima tidak ada dirumah kamu sering sering ya ke tempat Kak Rania untuk menemaniya " ucap Bams


" Tanpa kamu mintapun pasti aku kesana ,lagian aku juga sudah kangen banget sama Eliza .Memengnya berapa lama kak Bima ke KL ?" tanya Thalita


" Tiga hari sampai seminggu kalau nggak salah " ucap Bams


" Akhir akhir ini Eliza rewel terus dia kaya nggak mau ditinggal kak Bima ,aku dan mama juga udah bantu kak Rania bujuk Eliza " kata Thalita


" Anak itu memang dekat sekali dengan kak Bima ,tadi dikantor aja kak Bima Nangis saat menceritakan akhir akhir ini Eliza rewel nggak mau ditinggal .Andai aku bisa gantikan ingin rasanya aku mengantikannya " ucap Bams


" Iya kata kak Rania tidak biasanya Eliza begitu , besuk pagi aku kesana buat hibur dia " ucap Thalita


" Iya kak Bima berangkat ke KL besuk pagi " ucap Bams


Pagi harinya Bams dan Thalita kekediaman Rania saat itu Bima hendak berangkat tapi Eliza terus memeluk Bima .Ia tidak mengijinkan sang papa untuk berangkat kerja


" Papa ndak boyeh pelgi huaa...." tangis Eliza meledak


Semua orang kerepotan menenangkan Eliza .


" Papa nggak Lama sayang ,Papa usahakan tiga hari langsung pulang " ucap Bima


" Ndak boyeh... Om Ban aja yang pelgi papa ndak boyeh huaaaa....aa" ucap Eliza


" Bams tolong aku ,aku bisa ketingalan pesawat ini meeting penting banget nggak bisa ditunda " ucap Bima meminta pertolongan Bams untuk menenangkan Eliza.Bams mendekat dan membujuk Eliza namun Eliza masih histeris .Kemudian ia menghubungi Arya (Papa kandung Eliza ) untuk datang membantu menenangkan Eliza .Dan benar saja beberapa saat kemudian Arya datang dan berhasil membujuk Eliza lalu membawanya kerumahnya .

__ADS_1


" Alhamdulillah... Eliza sudah tidak rewel lagi " kata Thalita dalam mobil mengantar Bima kebandara ia mendapat kabar dari Bams kalau Eliza sudah tidak rewel lagi.Bima meminta Thalita dan mamanya menemaninya ke bandara


" Tumben banget kakak minta ditemani ke bandara sama aku dan mama " tanyaku


" Aku nggak tenang Tha... liat Eliza seperti itu , aku butuh kalian " ucap Bima


" Kak Bima ini aneh sekali nggak biasanya dia begini " batin Thalita


Sesampainya di Bandara Bima terus memegang tangan Thalita dan Mamanya seolah akan berpisah lama .


" Tuh kak... pesawatmu sebentar lagi berangkat buruan sono " ucap Thalita


" Bentar Tha... aku masih ingin bersama kamu dan mama " ucap Bima


" Tadi katanya pingin cepet cepet biar nggak telat meetingnya , tapi sekarang kok keliatanya berat banget mau berangkat " ucap Mamanya Bima .Bima kemudian memeluk Thalita dan mamanya bergantian dan pelukannya sangat lama seolah tidak akan pernah bertemu lagi


" Mama ,Thalita ... aku titip Eliza dan Rania ya " ucap Bima


" Tanpa kamu minta kami akan menjaga mereka untukmu " ucap Mamanya Bima


" Kakak ini kaya mau kemana gitu ,dulu aja pernah ke USA sampai tiga minggu nggak kaya gini ,ini cuma seminggu paling lama tapi kakak jadi melow gini " ucap Thalita


" Bima boleh peluk kalian sekali lagi untuk yang terakir sebelum Bima pergi? " ucap Bima dan Thalita seta mamanya hanya menganguk


Tak lama setelah itu Bima berangkat dengan langkah yang begitu berat .


" Ma... ada yang aneh nggak sih menurut mama sikabnya kak Bima " tanya Thalita


" Bima memang selalu begitu sukanya melow bikin mama ikut nangis juga " ucap Rahmawati sambil berurai air mata .Dalam hati Thalita merasa ada yang ganjil dengan sikab Bima namun ia simpan sendiri ,Ia takut mamanya jadi kepikiran .


" Ma... habis ini aku ajak kak Rania nyalon aja ya ma? ,Biar dia rilex kasian dia beberapa hari ini dia kayanya setres banget menghadapi drama Eliza yang akan ditinggal kak Bima " ucap Thalita memberi Ide untuk menghibur Rania .


" Iya mama setuju ,Rania butuh me time dia kayanya juga nggak rela ditinggal Bima cuma dia bisa menutupinya ,tapi mama nggak bisa ikut karena mama ada arisan " ucap Rahmawati


" Ya iyalah ma.... kak Rania pasti sedih banget biasanya selalu ada kak Bima disisinya dan mereka itu bikin aku iri loh mah ,mereka nggak pernah bertengkar tapi selalu mesra .Bener bener pasangan yang romantis " ucap Thalita

__ADS_1


" Kamu perlu belajar banyak dari dia ,supaya rumah tangga kamu awet " ucap Rahmawati


" Iya ma " ucap Thalita. Setelah mengantar mamanya pulang Thalita langsung kekediaman Rania .


" Kak ... me time yuk ,Pasti kakak lagi galau tingkat dewa ditinggal kak Bima ,belum lagi Eliza beberapa hari ini rewel terus " ucap Thalita pada iparnya


" Kamu bener Tha... kamu tau nggak Mas Bima itu udah sering banget bepergian ke Luar Negri namun entah mengapa kali ini aku berat banget melepas dia. Kalau Enggak ingat dia punya tanggung jawab pekerjaanya aku nggak ijinin dia dan saat ini Rasanya ingin sekali menyusul dia .Kalau nggak inget Eliza aku pastikan udah nyusul dia " ungkap Rania


" Kakak bucin banget sih " ucap Thalita


" Bukan bucin ,tapi rasanya ada yang kosong dihatiku saat dia pergi,padahal biasanya biasa biasa aja " ucap Rania


" Sudahlah kak, sekarang saatnya kita hibur diri kita sendiri mumpung Eliza sama papanya " ucap Thalita


" Kamu bener ,Let's go" ucap Rania kemudian mereka menghabiskan waktunya seharian untuk nyalon dan shooping .Manjelang sore mereka kembali kekediaman mereka masing masing.


" Sudah jam segini kenapa Bams nggak balik balik " guman Thalita sembari menatap jam dipergelangan tanganya.Ia mondar mandir sambil menunggu Bams


" Itu dia oranganya " guman Thalita


" Bams kok malem banget pulangnya " tanyaThalita


" Iya dikantor banyak kerjaan ditambah lagi kak Bima nggak bisa dihubungi " kata Bams


" Bukanya kalau ke KL sudah sampai sejak siang tadi ya ?" tanya Thalita


" Kak Bima itu tadi udah sampai di KL terus ke singapore dan ini harusnya dia udah di KL lagi " ucap Bams .


" Ya sudah kamu mandi dulu ,aku sudah siapkan air hangat " ucap Thalita .Kemudian Bams menuju kamar mandi lalu Thalita menunggu Bams sambil iseng iseng menyalakan televisi .


" Ah... bosen acara itu itu aja , ini aja deh liat berita malam " guman Thalita sembari ngemil ia melihat berita Malam


" Bams.... cepetan keluar ada kecelakaan pesawat dari singapore ke KL " ucap Thalita Bams langsung keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk sepingang


" Bams ini pesawat yang ditumpangi kak Bima bukan ?" tanya Thalita panik.Ia berharap ini bukan pesawar yang ditumpangi Bima

__ADS_1


" Iya... ini pesawat yang ditumpangi kak Bima " ucap Bams lemas seketika sedangkan Thalita langsung menangis histeris.


__ADS_2