
Hari terus berlalu Ryan makin gencar mengejar Thalita .Setiap malam pasti Ryan mengirimi pesan ke Thalita menanyakan kabar atau apapun yang bisa membuat dia berkomunikasi dengan Thalita namun Thalita tak pernah mengubris Dosenya tersebut .Hari ini Ryan bertekad menembak Thalita di sebuah kafe .Beberapa hari ini ia membuntuti Thalita sehingga ia tau kebiasaan Thalita sepulang kampus pasti ngafe entah sendiri atau bersama teman temanya .Tiba tiba MC meminta waktu dan perhatian pengunjung Thalipun menoleh kearah panggung dia melihat Ryan disana sedang berbicara dengan MC dan ijin untuk menyanyi .
"Mohon ijin, menganggu waktu hadirin semua ,dimoment ini saya ingin membawakan sebuah lagu spesial untuk orang yang special juga" kata Ryan langsung disambut tepuk tangan pengunjung
"Baiklah sebuah lagu berjudul melukis senja akan saya persembahkan buat seseorang yang ada di kafe ini. Siapa dia? nanti, kalian akan tau karena setelah memyanyikan lagu ini aku akan langsung menembak dia" kata Ryan lagi kemudian ia mulai menyanyi
Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
Aku berharap, merki berat kau tak merasa
Kau telah berjuang, menaklukan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelah mu...
Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
Inginku ukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti
Ku berharap mesti berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang, menaklukan hari-harimu yang tak indah
__ADS_1
Biar ku menemaim
Membasuh lelahmu...kasi
"Terima kasih" ucap Ryan mengakiri lagunya kemudian ia membawa bucket bunga dan menuju ke meja pengunjung dan tiba tiba ia bersimpuh di Depan Thalita
"Thalita maukah, kau menjadi kekasihku " ucap Ryan sambil bersimpuh dihadapan Thalita. Banyak pengunjung yang mengabadikan moment itu bahkan ada yang live di sosmednya.
Sementara dikafe lain, Bams sedang ngafe bersama temannya .
"Bro ... liat ini bro, ada yang lagi nembak cewek ... gila! ceweknya cantik banget" ucap teman Bams
"Males ahh... liat kaya gituan lebay banget" ucap Bams
"Ngeri bro.... ini cowoknya keliatan tajir banget, sampe booking kafe segala " ucap temen Bams lagi
Sementara Bams sedang asyik sendiri iseng iseng mengirimi pesan ke istrinya namun dari tadi belum dibuka
" Wao.... sumpah! romantis banget, beruntung banget cewek yang namanya Thalita ini " teman Bams masih heboh melihat acara live disosmed
"Thalita? ah.... nama Thalita kan banyak, bukan istri gue aja" batin Bams.Karena kesal Bams meletakan kembali ponselnya dimeja
"Foto siapa itu, cantik banget" tanya Arman teman Bams
"Bini gue lah, siapa lagi?" kata Bams
"Oh ...iya, itu perempuan yang ditembak pacarnya pas live tadi, bener ini orangnya " ucap Arman yakin .Seketika wajah Bams memerah menahan gejolak amarah
"Kamu paling salah liat" kata Bams .Mencoba menutupi kegelisahan hatinya
"Kamu sih, tadi diajak liat live nggak mau " kata Arman
"Bentar ini temen gue posting foto, yah ini foto cewek tadi yang ditembak nih laki lakinya bersimpuh sama seperti ini pas live tadi " kata Arya sambil memperlihatkan postingan foto temenya.Tanpa basa basi Bams meninggalkan kafe dan menuju kafe dimana Thalita berada naasnya disana Thalita sudah pergi. kemudian ia menghubungi Thalita namun sayang sama sekali tidak diangkat
###
Sementara itu Thalita setelah menolak cinta Ryan ia langsung pulang kerumah mamanya. ia sama sekali tidak membuka ponselnya .Sesampainya dirumah mamanya ia lansung tidur hingga sore hari.
"Ah... aku ketiduran" guman Thalita yang baru saja bangun tidur. kemudian ia mengecek ponselnya
"Ya Tuhan, banyak banget misscall dari Bams dan juga pesanya" guman Thalita membaca satu persatu pesan Bams dari awal.Mulai dari menanyakan kabar hingga Bams marah marah masalah Thalita ditembak seorang laki laki.
"Dari mana dia tau?, kalau aku barusan di tembak Ryan " guman Thalita
"Aku harus menghubungi dia secepatnya" batin Thalita. kemudian dia menghubungi Bams melalui ponselnya
__ADS_1
"Hallo Bams .... " sapa Thalita
"Masih inget?, kalo elu udah bersuami " sindir Bams
"Bams aku mau tanya, dari mana kamu tau kalau tadi Ryan menembakku?" tanya Thalita
"Oh, namanya Ryan ?" sinis Bams
" Nggak penting!, aku tau dari mana masalah itu " ucap Bams langsung mematikan sambungan telephonenya
"Kok dimatiin sih" gerutu Thalita ia mendial kembali nomor Bams namun, sayang Bams tidak mengangkat pangilanya
"Kamu, dimana Bams" Thalita mengirim pesan kepada suaminya.Pesan langsung dibaca Bams dan dibalas
"Lanjutkan saja kencanya sama pacar baru kamu! ,nggak penting juga kamu tau aku dimana? " balas Bams monohok
Thalita mendial nomor Bams namun lagi lagi tidak di gubris Bams
Saat hendak mengirim pesan hanya centang satu. Malam ini ia memutuskan untuk tidak pulang karena hatinya sedang tidak menentu.Ia tidak tau laki laki yang dirindukanya sudah pulang
"Keterlaluan Thalita , saking asyiknya berpacaran sampai tidak pulang" ucap Bams penuh emosi .sepanjang malam ia tidak dapat memejamkan mata karena terus kepikiran Thalita .Hal yang sama juga dirasakan Thalita .Berkali kali wanita cantik ini menghubungi suaminya namun nihil hasilnya .Keesokan paginya ia memutuskan untuk pulang kerumah untuk mengambil tugas kampus yang masih ada dirumah yang ia tempati bersama Bams.
"Ceklek" Thalita membuka pintu kamar suasana masih sepi. Ia masih belum menyadari kalau suaminya sudah pulang. Bergegas ia ke kamar untuk mengambil tugas kuliahnya .Saat hendak keluar kamar tiba tiba tanganya dicekal
" Masih inget pulang kamu ?" sindir Bams
" Bams kapan kamu ,pulang kenapa nggak bilang?" Thalita langsung memberondong pertanyaan kepada suaminya
"Kenapa harus bilang , Oh ... aku tau supaya kamu siap siap agar tidak ketahuan lagi berduaan sama pacar baru kamu" tuduh Bams
" Kamu ini apa- apa an sih Bams, datang- datang bukanya kangen-kangenan sama istri malah, nuduh yang enggak-enggak " cecar Thalita
"Aku nuduh kamu?"
" Aku seorang pengacara kalau berbicara tidak asal tuduh, dari mana saja kamu habis menginap sama pacar baru kamu?" cecar Bams yang sudah dikuasai emosi
"Plak .... ,keterlaluan kamu Bams!" Thalita menampar Bams
"Kamu sudah berani menampar suami kamu?,hanya gara gara kamu sudah punya yang lain " Ucap Bams semakin meninggi ingin rasanya menampar balik Thalita namun ia masih tahan Emosinya
"Jaga mulut kamu Bams!, kalau kamu sudah bosan dengan aku jangan kamu tuduh aku macam macam. Hatiku sakit Bams " ucap Thalita sambil berderai air mata
" Sakit mana Tha?,sama aku ,kamu pikir aku tidak punya hati, seenaknya saja kamu pergi sama laki-laki lain pagi hari kamu baru pulang .Bayangkan betapa sakit hatiku membayangkan istriku dijamah laki-laki lain " Ucap Bams penuh emosi
"Plak..... kamu kira aku perempuan murahan?" ucap Thalita sambil kembali menampar Bams
__ADS_1
"Sebutan apa yang pantas aku sematkan sama kamu Tha?" ucap Bams yang masih dikuasai emosi dan cemburu buta .Thalita menangis sejadi jadinya .Bams membiarkan Thalita menangis sendiri ia langsung pergi meninggal kan Thalita tanpa sepatah kata .