
Setelah kejadian dilift itu aku selalu menghindari Bams, rasanya malu sekali bila harus ketemu dia. Aku juga hampir tidak pernah kerumah kak Rania takut ketemu dia. Jujur aku belum bisa ketemu dia mau ngomong apa nanti
Apakah dia mikir aku wanita gampangan yang menurut saja waktu dia menciumku dan aku malah menikmatinya .tapi jujur ini pertama kali buat aku ciuman dengan seorang laki-laki.Bams setiap pagi kerumahku namun aku selalu menghindarinya dengan alasan klasik, dipingit dulu sebelum menikah hanya itu alasan yang bisa aku berikan padanya. Hingga tibalah hari dimana aku resmi menjadi nyonya Bambang surya Atmaja.Dengan satu kali tarikan nafas dia mengucapkan ijab kobul
"Tha ...senyum dong, semua mata tertuju pada kita jangan bikin seolah olah aku maksa nikahin kamu" kata Bams
"Kan, kenyataanya emang begitu" kataku
"Hallah sudahlah, kita jalani saja pernikahan ini" ungkap Bams tanpa beban sama sekali
Selesai sudah acara pernikahan dengan segala keriwehanya kini giliran aku istirahat. Kak Bima sudah menyiapkan sebuah kamar pengantin di hotel dengan segudang fasilitasnya
"Ah.... lelah sekali rasanya hari ini" ucapku
"Mandi dulu sana, baru tidur!" kata Bams
" Iya, gue juga tau keles" ucapku sambil berlalu menuju kamar mandi
" Ini baju kenapa susah banget sih dilepasnya, mana tanganku nggak nyampe lagi " runtukku
"Tha cepetan! gua juga mau mandi gerah nih" ucap Bams dari luar sambil mengetuk ngetuk pintu
" Iya, iya, bentar!" ucapku
"Elu tidur, apa gimana sih?" tanya Bams tidak sabar
"Ceklek" pintu kubuka
"Ya Tuhan .... elu belum mandi dari tadi ngapain aja? cari wangsit ? " ucap Bams menjengkelkan
" Liat nih ...gue kesusahan buka baju" ucapku pada Bams
" Kenapa, nggak ngomong ?" ucap Bams
" Terus, kalau aku ngomong kamu mau apa ?" tanyaku
" Bantuinlah, itupun kalau kamu mau kalau nggak ya udah tidur aja pake baju kaya gitu " ucap Bams
Aku terdiam bener juga kata Bams kalau aku tidak minta bantuan dia masak, aku mau tidur kaya gini tapi kalau aku minta tolong sama dia ntar dia kesenengen lagi liat badan gue
" Ya uda, bantuin tapi Elu merem " kataku
" Mana bisa, yang ada malah salah buka nanti " goda Bams
" Dasar otak mesum!" ucapku
" Gimana jadinya mau dibantuin tidak, kalau tidak aku mau mandi?" tanyanya lagi
__ADS_1
" Ya udah, terpaksa!" ucapku .
Bams langsung tersenyum penuh kemenangan
"Tapi ini, tidak gratis" kata Bams lagi
" Maksud lue nggak iklas bantuin gue?" tanyaku
" Di dunia ini,nggak ada yang gratis nona, " kata Bams
" Ya udah nanti gue bayar ,punya suami gini amat " runtukku
"Aku nggak butuh uang" kata Bams
" Jangan bilang, loe mau minta hak loe sebagai suami " tuduhku
" Widih... siapa ya yang sebenarnya omes disini , percaya diri sekali anda " ucap Bams. seketika aku langsung malu menuduh Bams demikian
" Ya udah cepetan bukain ini gaun berat banget " ucapku dan aku langsung balik badan membelakangi Bams
" krekkkk...." retsleting dibuka
" Kok lama banget Bams " tanyaku
" ini seret ... sabar kenapa ?" jawabnya
" Ma...mau apa kamu " ucapku gugup saat kami hampir tak berjarak
" Mau nagih janji " ucapnya langsung memegang tengkukku dan jleb bibirnya sudah melalap bibirku dengan Rakus aku berusaha berontak namun rasanya percuma dia terlalu kuat aku hanya pasrah dan lama lama aku menikmatinya aku terbuai dalam ciuman panasnya
" Emmmpp...Aku nggak bisa nafas Bams " ucapku sambil mendorong tubuhnya tatkala aku merasa seperti kehabisan nafas
" Manis " ucap Bams sambil mengelap bibirku. aku langsung menutup kamar mandi jantungku berdetak tidak karuan ini kali kedua kami berciuman setelah kejadian di lift itu kini kejadian ini terulang lagi aku meraba bibirku
"Ternyata begini rasanya ciuman " ucapku seraya meraba bibirku rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu dalam perutku ,saat kami sedang berciuman tadi . Aku segera mandi dan segara memakai skincare malamku dan langsung merebahkan tubuhku rasanya lelah sekali dalam hitungan menit aku sudah terbuai dalam mimpi .menjelang subuh aku terbangun tapi aku tidak melihat Bams
" Dimana laki-laki itu jam segini udah ngeloyor aja " batinku tak lama setelah itu aku mendengar kran shower dinyalakan
" Rajin sekali jam segini udah mandi " batinku
" Ceklek ..." pintu kamar mandi dibuka nampak Bams hanya memakai handuk sebatas pingang dan rambutnya basah .otot-otot dadanya menonjol dan jangan lupakan roti sobek diperut Bams
tiba tiba dia menyipratkan air dari kepalanya ke mukaku
" Udah ngelihatnya, jangan sampai ngeces kaya gitu biasa aja " kata Bams
"Blush" seketika wajahku memerah dan dia malah mendekat
__ADS_1
" Mau sentuh?" ucap Bams mengodaku
" Jangan gila kamu Bams!" sewotku
" Hahhaha" dia malah tertawa
" Lain kali kalau ke kamar mandi ganti baju sekalian mataku sakit liat tubuhmu " makiku
" Ngapain susah susah ganti baju dikamar mandi kaya cowok lajang aja lagian disini cuma ada kamu ga pakai handukpun sepertinya nggak masalah " ucap Bams lagi
" Bams jangan mulai deh!, otak loe harus dibenerin dulu gua nggak akan nyerahin diri gue sebelum gue cinta sama elu dan sebaliknya jadi jangan berfikir aneh " ucapku mulai geram
"Nona anda rupanya mesum sekali ya, memang saya meminta hak saya sekarang ? atau jangan jangan kamu yang pingin ya ?" ucapnya lagi
" Jangan ngaco kamu Bams , minggir gue mau buang air " ucapku kemudian meladeni Bams nggak bakal ada habisnya
" Hati hati sayang di kamar mandi jangan bayangin aku " godanya lagi
" Pe De sekali anda " ucapku kemudian
Setelah sholat dan jogging sebentar aku brekfest bersama Bams
" Tha makanmu kok kaya Eliza " ucap Bams
" Maksudnya gimana " tanyaku
" Belepotan " katanya .kemudian aku mengelap bibirku namun kata Bams masih ada yang belum bersih dan tiba tiba tanganya terulur mengelap bibirku .
" Deg ..." jantungku rasanya mau berhenti saat tangan Bams menyapu bibirku
" Kamu persis Eliza" ucapnya sambil tergelak
" Sialan aku disamain dengan Eliza "batinku
" Coba kita dikamar udah aku lap pakai bibirku" ucap Bams tiba tiba
" Dasar omes!" kataku
" Omes sama istri sendiri emang salah ya?" tanyanya membuat aku mati kutu
"Bams kita nggak usah bulan madu ya ,aku nggak mau ketingalan kuliah" pintaku pada Bams
" Iya dikantor lagi banyak kerjaan kalau aku tinggal kasian kak Bima, mana kak Rania lagi hamil begitu .kak Bima jadi nggak fokus " kata Bima
" Dan akhir akhir ini kak Bima itu aneh banget ,sering kasih aku nasehat terus nitipin kamu ,mama kak Rania Eliza kaya mau pergi jauh aja " kata Bams
" Mama juga bilang begitu kemarin kak Bima nginep dirumah mama katanya pingin tidur sama mama ,aneh kan ?" kataku
__ADS_1