
" Bu Najwa itu orangnya yang mana ? pernah belanja kesini enggak ?" tanya Thalita maish penasaran dengan sosok Najwa yang telah mencuri hati suaminya
" Itu yang kemarin ngasih makanan ke kita " kata Ibu Bams
" Yang cewek penampilanha kalem kulitnya putih itu " tanya Thalita memastikan
" Iya yang kemarin bawa rantang isinya dendeng sama sayur asem " kata Ibu Bams lagi
" Pantesan Bams makanya lahab banget ternyata yang masak pujaan hatinya " batin Thalita
" Kalau Ibunya yang mana bu ?" tanya Thalita lagi
" Pas kumpulan Pkk nggak pakai seragam sendiri ituloh yang dandananya menor " sungut Ibunya Bams
" Jadi Ibu ibu yang nyinyir itu Ibunya Najwa ,pantesan dia kelihatan nggak suka banget sama aku mungkin dia mengharapkan Bams jadi menantunya " Batin Thalita
" Tha ...sepertinya Ibu mau kepasar dulu ,kalau kamu cape kamu istirahat dikamar aja biar warungnya yang jaga Bapak atau Bams .Ibu heran pulang kampung ngekepin laptop terus harusnya kalian itu jalan jalan ke pasar malem atau kemana gitu .ini suamimu malah sibuk sendiri sama laptopnya " kata Ibunya Bams kesal
" Nggak apa apa Bu , jaga warung aja Thalita senang kok bu ,lagian ibu ibu disini ramah ramah Thalita suka " ungkap Thalita
" Kecuali Ibunya Najwa ,julid banget mulutnya " batin Thalita
" Bambang.... keluar kamar kamu jangan ngerem aja " tiba tiba Ibu Bams berteriak teriak
" Apaan sih bu ,berisik banget " kata Bams
" Ini kamu buang sampah dulu setelah itu kamu jaga warung biar istri kamu istirahat pasti dia capek " kata Ibunya Bams
" Iya ..iya ,aku serasa anak tiri disini " runtuk Bams
" Nggak usah banyak cincong cepetan buang sampah !!" titah Ibunya kemudian Ibunya langsung bernangkat kepasar
" Tha ... aku buang sampah dulu ya, nanti Ibunda Ratu murka kalau nggak segera aku buang ,nanti aku kesini lagi temeni kamu " ucap Bams
" Bams lucu juga kalau lagi dimarin Ibu " guman Thalita
Beberapa saat kemudian
" Kok nggak balik balik si Bams " batin Thalita .kemudian ia keluar warung untuk melihat Bams
" Rupanya baru jumpa kangen dengan pujaan hati , Pantesan lama baget .Tapi kenapa hatiku rasanya sakit banget liat Bams ngobrol dan ketawa tawa dengan perempuan itu .Ini tidak boleh terjadi ayolah Tha sadar kamu dan dia nggak saling cinta ya suka suka dialah mau ngapain " batin Thalita. ia langsung masuk ke warung kembali mendadak moodnya memburuk tak lama kemudian Bams datang
" Hai ...Tha , sorry Tha agak lama tadi ketemu temen ngobrol sebentar " kata Bams
" Mau ngobrol sehari juga nggak apa apa. Itu hak kamu " ucap Thalita ketus
" Kamu marah Tha ?" tanya Bams
__ADS_1
" Siapa yang marah ?" elak Thalita
" Tadi itu ketemu temen , nggak enak dia ngajak ngobrol terus aku tinggal gitu aja " tutur Bams
" Terserah ..." ucap Thalita acuh
" Aku mau ke kamar kamu tunggu warung siapa tau Mbak Najwa nanti kesini kan ngobrolnya belum puas " kata Thalita langsung ngeloyor pergi
" Tau dari mana aku ngobrol sama Najwa " batin Bams
" Kenapa dia marah marah ,mungkin dia lagi dapet kali ya .Sebaiknya aku biarin dia sendiri dulu nanti malah Moodnya tambah buruk kalau aku susul " guman Bams
" Tuh...kan bener dia nggak ada niat buat kejar aku menjelaskan apa gitu " umpat Thalita sesampainya dikamar
" Mulai sekarang aku nggak boleh baper sama perlakuan Bams ,ingat Thalita yang dia cinta itu bukan kamu tapi Najwa " batin Thalita mneguatkan diri
" Tuh kan... dia nggak ngejar kamu dan berusaha menjelaskan " batin Thalita
" Wake up Thalita .... loe bukan siapa siapa cuma istri diatas kertas sedangkan Najwa adalah wanita yang Bams cintai sedari dulu " Batin Thalita terus berkecamuk hingga malam menjelang Bams baru masuk kamar entah apa yang dilakukan diluar sana
" Tha... belum tidur ? " tanya Bams
" Belum " jawab singkat Thalita tanpa melihat Bams
" Tha... kamu hari ini aneh banget ,ada apasih ?" tanya Bams
" Tha... gue ada salah sama elu ,gue minta maaf kalau gue salah " ucap Bams pada akhirnya karena tidak tau harus berkata apa
" Loe nggak pernah salah .Yang salah itu gue dan gue besuk mau pulang kamu kalau tetap disini silahkan " ucap Thalita tiba tiba
" Kamu ini kenapa sih Tha ? bukanya masih dua hari lagi sini ,maafin gue kalau selama elo disini gue terlalu sibuk dengan pekerjaan" kata Bams penuh penyesalan
" Aku nggak pernah mempermasalahkan pekerjaanmu " kata Thalita
" Tapi keberadaan wanita itu membuat aku nggak nyaman Bams " batin Thalita
" Lalu apa alasan kamu tiba tiba pingin pulang " tanya Bams lagi
" Gue pingin pulang aja " ucap Thalita sambil berkemas .
" Iya ...iya kita pulang besuk tapi kamu jangan ngambek kaya gini ,gue nggak bisa kamu cuekin kaya gini Tha " kata Bams
" Loe tenang aja ,kak Bima nggak bakal tau jadi nggak usah harus merasa bersalah " ucap Thalita pada akhirnya
Setelah keributan kecil yang terjadi semalan pagi pagi Thalita dan Bams langsung pulang .Sebenarnya Ibunya Bams melarang karena masih kangen dengan Bams dan dia juga senang dengan keberadaan Thalita .
Sampai dikediaman mereka .Thalita berusaha bersikab biasa saja seolah tidak terjadi apa apa .ia menyiapkan pakaian dan keperluan Bams lainya ia juga rajin latihan memasak dirumah mamanya ataupun dirumah Rania
__ADS_1
" Tha... aku seneng banget kamu nggak senewen lagi " ucap Bams sambil mengecup kening Thalita
" Kita jalani rumah tangga kita sebagimana mestinya Bams " ucap Thalita sambil memeluk Bams
" Tha ... ada yang ingin aku sampaikan ke kamu ,Najwa mencari kerja disini sementara waktu dia belum dapat kontraan baru ,kasian dia disini nggak ada siapa siapa dia bisa pakai kamar tamu sementara waktu?" kata Bams penuh harap
" Asslamualaikum ..." terdengar suara dari pintu depan
Belum sempat Thalita memprotes Bams tiba tiba , Najwa sudah datang kerumahnya
" Jeder....." bagai disambar petir bagaimana bisa Bams memasukkan perempuan lain kedalam rumah tangganya ingin rasanya Thalita mengamuk sebisa mungkin ia tahan .
Ia ingin liat sejauh mana Bams akan menyakitinya lalu dia akan punya alasan meninggalkan Bams .
" Masuk Najwa .... ini istri aku kamu sudah kenal kan ?" tanya Bams
" Iya saya pernah liat waktu dikampung ,saya Najwa mbak temenya Bams dikampung maafkan saya merepotkan mbak sementara waktu " ucap Najwa tanpa dosa
Thalita berusaha tersenyum meskipun hatinya teriris .
" Kamu mau kerja di mana Najwa ? tanya Thalita
" Ini lagi mencari cari " kata Najwa dengan begitu percaya dirinya
" Najwa ini anaknya pintar Tha pasri akan segera dapat pekerjaan kamu nggak usah hawatir " kata Bams
" Gila terang terangan dia memuji perempuan ini didepanku " batin Thalita .
Malam menjelang Thalita mengajak Najwa makan malam bersama
" Bams kamu mau lauk apa ?" tanya Najwa tanpa dosa .menawarkan lauk bak nyonya rumah
" Aku bisa ambil sendiri " ucap Bams tidak enak pada Thalita
Suasana canggung seketika tercipta diruang makan Thalita tidak menawari apapun pada Bams hal ini sangat kontras dengan Najwa yang selalu berusaha menarik perhatian Bams .
" Aku sudah kenyang ...kalian lanjutkan makan malamnya " ucap Thalita langsung meninggalkan meja makan
" Tha ... makanan kamu belum habis" kata Bams
" Biarin aja Bams mungkin dia lelah " ucap Najwa tanpa dosa
Bams meninggalkan meja makan ia tidak enak dengan Thalita kika hanya berdua saja dengan Najwa
tbc...
like dan commentnya ya temen temen
__ADS_1