
Rupanya Thalita benar-benar mengajukan gugatan perceraian dengan Bams, rasanya untuk meneruskan perkawinanya tak mungkin lagi. Jika rumah tangga sudah tidak dilandasi rasa saling percaya apa gunanya diteruskan.Sidang pertama dimulai Thalita tidak hadir ia hanya mewakilkan Pengacara yang mengurua kasus perceraianya, ia sengaja melakukan ini agar tidak bertemu lagi dengan Bams.Bams sangat kecewa karena dihari perdana persidanganya dia tidak bertemu Thalita.
"Kamu sebenarnya dimana Tha, aku kangen sama kamu" guman Bams, Kini ia bekerjapun sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi, pikiranya selalu berkelana padaThalita.
Sidang kedua dengan agenda mediasi terpaksa Thalita hadir karena ia tak dapat mewakilkan pada siapapun.Begitu sampai diruang mediasi Bams langsung bersimpuh dan meminta maaf pada Thalita.
"Ampuni aku Tha, jangan kamu hukum aku kaya gini, aku cinta sama kamu Tha, jangan tingalin aku please" ucap Bams sambil berlutut didepan Thalita.
"Bangun Bams jangan kek gini, kisah kita suda hampir selasai. Kamu jangan kayak gini, aku iklas melepasmu untuk kebahagiaan kamu, kamu ingin punya anak kan? Semoga pendampingmu nanti tidak seperti aku wanita pembangkang" ucap Thalita sambil terisak, Sungguh ia masih teramat cinta dengan Bams ini adalah keputusan yang tersulit dalam hidupnya.
"Aku nggak akan bangun sampai kamu memaafkan aku," ucap Bams
"Kamu jangan gila Bams, jangan rendahkan harga diri kamu dengan berlutut seperti ini" ucap Thalita sambil berurai air mata.
"Aku nggak peduli, saat ini hanya kamu tujuan hidupku, kalau nggak ada kamu buat apa aku hidup" ucap Bams putus asa.
"Stop jangan bicara aneh-aneh Bams" ucap Thalita lalu ia membimbing Bams untuk bangun.
"Kamu memaafkan aku Tha?" tanya Bams.Thalita hanya mengangguk.Bams sangat kegirangan ia langsung memeluk Thalita dengan erat seolah tidak mau dipisahkan kembali.
Sidang mediasi ditutup dan dinyatakan berhasil Bams dan Thalita tidak jadi bercerai keduanya sepakat rujuk dan menjalani rumah tangga tanpa ada yang saling menutupi satu masalahpun.Rasa bahagia menyeruak dalam dada Thalita kini ia berjanji pada diri sendiri agar tidak egois dan menyimpan masalah sendiri seperti yang sekarang terjadi, itu hanya akan memperumit keadaan.Keduanya menjalani rumah tangga yang akur dan harmonis.Di bulan kedua setelah rujuk Thalita dinyatakan hamil.
"Bismillah, semoga positif" batin Thalita sambil mencelupkan tiga buah testpeck yang berbeda, hatinya berdebar-debar melihat hasilnya, ia sangat khawatir jik hasilnya negative lagi, ia membeli testpeck sepulang dari kampus dan pagi harinya ia baru mencobanya.
__ADS_1
"Alhamdulillah.....hasilnya garis dua meskipun yang satu masih samar" guman Thalita melihat tiga hasil testpect.
"Aku harus kasih tau Bams kabar bahagia ini, ini akan menjadi kado terindah baginya" gumanya. Kemudian ia membungkus tiga testpect tersebut dalam sebuah kado, karena kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun Bams.
Sepulang dari kantor Ia memasuki kamar yang sudah didekor oleh Thalita yang sengaja mendekor kamarnya untuk merayakan ulang Tahun berdua, Kue nan cantik sudah Thalita siapkan lengkap dengan lilinya.
"Makasih sayang, kamu sudah siapkan ini semua, tanpa ini semuapun aku sudah bersyukur banget kamu mau kembali sama aku" ucap Bams seraya memeluk Thalita dengan erat, lalu menciumi pucuk kepalanya dengan segenap cinta.
"Mandi dulu sayang, nanti setelah ini aku kasih kado special buat kamu" kata Thalita.
"Sungguh!, aku sudah tidak sabar ingin mengambil kadonya" ucap Bams dengan kerlingan nakalnya.
"Udah buruan, nanti aku batal kasih kadonya" ancam Thalita pura-pura marah, setelah itu Bams secepat kilat menuju kamar mandi. Bayangan malam panjang yang indah bersama Thalita membuatnya sangat bersemangat, beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk sepingang, bulir-bulir air menetes dari rambutnya yang basah menambah kesan sexy, susah payah Thalita menelan ludah melihat penampilan suaminya, meskipun sudah tak terhitung lagi berapa kali ia melihat tubuh suaminya, tetapi penampilan Bams kali ini tetap membuat Thalita gugup.
"Bams, pakai bajumu dulu aku sudah siapkan setelah itu baru aku kasih kadonya" ujar Thalita.
"Dasar mesum!" ucap Thalita merona pipnya .
"Mesum sama istri sendiri nggak apa-apa, kalau sama orang lain baru bahaya" ucap Bams
"Coba aja kalau berani" tantang Thalita
"Ampun yang mulia, hamba nggak akan coba-coba" ucap Bams sambil mengatupkan kedua tangan, lalu keduanya tertawa bersama.
__ADS_1
Setelah itu Thalita menyerahkan kadonya, dengan tak sabar Bams membuka kado itu, kertas pertama dibuka ternyata masih ada kota didalamnya, kotak kedua di buka ternyata ada lagi kotak yang semakin kecil, hingga kotak kesepuluh ia sudah jengkel.
"Bams tinggal satu, ayo dong dibuka" bujuk Thalita
"Malas paling didalamnya ada kotak lagi, nanti terakir kadonya cuma kacing baju, rugi dong aku" sewot Bams
"Aku janji ini kotak yang terakir, kalau kamu kecewa dengan isinya kamu boleh hukum aku sepuasnya" kata Thalita.
"Serius?" ucap Bams bersemangat lalubia membuka kotak terakir dan betapa terkejutnya Bams melihat isi kado kotak terakir.Dengan berlinang air mata ia berkata" ini punya kamu kan sayang?"
Thalita mengangguk sambil tersenyum.
"Iya, didalam sini ada Bams junior" kata Thalita sambil mengambil tangan Bams lalu menaruhnya diatas perut ratanya.Ada getar aneh dalam dada Bams mengetahui bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang Papa, pangilan yang sudah lama ia nantikan, ia kemudian memeluk Thalita keduanya menangis haru menyambut kehadiran Calon anak mereka.Hari-hari yang dilalui pasangan muda ini dipenuhi dengan kebahagiaan, tak pernah ada lagi cekcok antara keduanya.
"Sayang minggu depan aku ke singapore, kamu nggak apa-apa yah, aku tinggal sebentar, kalau kamu kesepian kamu bisa tidur dirumah Mama atau kak Rania, atau kak Rania mengijinkan kamu bisa mengajak Eliza bobok disini" ucap Bams.
"Kamu nggak udah menghawatirkan kami disini Papa, yang penting kamu segara pulang setelah urusan kamu selesai, ingat ada kami disini yang menunggumu kamu harus pulang dalam keadaan selamat" ucap Thalita.
"Makasih sayang, kamu memang istri terbaik" ucap Bams seraya memeluk istrinya.
Hari yang ditunggu telah tiba, hari ini Bams berangkat ke singapore dalam kurun waktu satu minggu, saat melepas Bams dibandara Thalita menangis, ia seperti tak rela Bams berangkat meninggalkanya.
"Udah dong, jangan nangis lagi. Apa aku harus batalin keberangkatanku ini kalau kamu nangis kek gini" ucap Bams.Thalita mengeleng lemah, walau bagaimanapun Bams mempunyai tanggung jawab yang besar ia tidak mungkin menghalangi Bams pergi mencari nafkah untuk dia dan anaknya kelak. Saat pesawat Bams sudah berangkat Thalita menagis tersedu-sedu. Ia benar-benar tidak rela Bams pergi meninggalkanya.
__ADS_1
Tbc
Maaf ya guys lama nggak updates, kasih like comment dan fav juga agar author semangat