Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Kabar mengejutkan


__ADS_3

Hari ini adalah kepulangan Bams dari singapura, Thalita sudah bersiap-siap untuk menjemput sang pujaan hati namun hal ini dia urungkan karena akan menjadi kejutan untuk suaminya, dia sudah tidak sabar ingin memberitahu Bams kalau dia mengandung bayi kembar, ini adalah berita yang sangat bagus. Ia mengirimkan pesan pada Bams bahwa ia ada dirumah sakit, namun ia tidak menceritakan mengapa ia dirumah sakit, hal ini membuat Bams sangat panik berbagai pikiran buruk berkeliaran dibenaknya. Bams langsung naik taxy, ia tak sabar menunggu supir yang menjemputnya, jalanan macat Bams sangat cemas.


"Pak bisa Cari jalan alternatif nggak pak, istri saya masuk Rumah sakit sekarang saya tidak tau bagaimana keadaanya, saya sangat mencemaskan keadaan istri saya" ucap Bams pada supir taxy.


"Ada pak jalan pintas menuju Rumah sakit, namun jalanya agak ekstrim masalahnya jarang dilewati mobil kecil" kata Supir taxy


"Lewat jalan pintas saja pak, agar segara sampai saya akan bayar berapapun asalkan segera sampai ditujuan" kata Bams.


"Bisa diatur pak," kata supir Taxy


Kemudian mobil itu berbelok menuju jalan alternatif, seperti yang dikatakan supir taxy tadi jalannya sangat licin dan medanya juga sulit dilalui, namun Bams tetapa tidak peduli ia menyuruh supir berjalan dengan kecepatan penuh, ia tak mempedulikan keselamatanya lagi, Supir menyerah Bams mengemudikan mobil itu hatinya sudah dilanda kegelisahan karena memikirkan istrinya yang sedang ada dirumah sakit.


"Brak...." mobil menabrak pohon dan terjun bebas ke jurang.


"Aaaaa....aaaaa" suara teriakan Bams dan supir taxy melengking namun, tak ada satupun orang lewat daerah itu.Sementara itu Thalita dirumah perasaanya dilanda cemas yang berlebihan perasaanya tidak menentu.


"Pyar...." tiba-tiba foto Bams di kamar jatuh dan pecah.


"Ya Allah, ada apa ini? Lindungi suamiku dimanapun dia berada" Thalita terus berdoa.


Sampai malam Bams juga tak kunjung pulang hal ini membuat Thalita semakin cemas saja, ia menghubungi driver yang diutus untuk menjeput suaminya dia bilang kalau Bams sudah keluar dari Bandara sejak siang tadi, hati Thalita semakin kacau, perasaan tak menentu kembali menghantuinya. Keesokan paginya ia kelimpungan mencari keberadaan suaminya namun hasilnya Nihil, setelah siang hari ia mendapat Kabar dari Kakak Iparnya yang mengatakan bahwa Bams kecelakaan kondisinya Parah dan dibawa kerumah sakit terdekat.

__ADS_1


Dengan langkah tertatih Thalita menuju ruang ICU, ia melihat banyak kabel dan peralatan medis yang menacap ditubuh suaminya hatinya sungguh hancur.


"Kamu yang sabar Tha, ini ujian kamu harus kuat, kamu nggak boleh lemah ada nyawa kecil yang hidup dirahim kamu, kasian dia kalau kamu terlalu larut dalam kesedihan, ini akan bahaya buat dia, bukankah kalian tengah menunggu kehadiranya" ucap Rania


"Kak, aku nggak kuat kak, Kenapa Tuhan kasih cobaan seberat ini Kak, aku nggak sanggup rasanya Kak, separuh nyawaku di dia" ucap Thalita sambil menunjuk arah ICU dimana Bams tergolek lemah


"Kamu nggak boleh ngomong kaya begitu, tidak ada rumah tangga yang tidak diuji oleh Yang Maha Kuasa" ucap Rania menenangkan Iparnya.


"Kak, sampai kapan dia akan terus begitu Kak?" Thalita masih saja menangis sejadi-jadinya.


"Istigfar Thalita!" ucap Rania


Tak lama kemudian Thalita pingsan, dan dengan sigab Arya langsung membopong Thalita keruang perawatan.


"Kondisi pasien sangat lemah, tolong dijaga stabilitas emosinya, jangan terlalu diajak berpikir yang berat-berat ini akan sangat mempengaruhi kondisi janinya" ucap dokter


"Masalahnya suaminya juga dirawat disini dalam keadaan koma, ini mungkin yang membuat dia tertekan" ucap Rania


"Ibu bicarakan kondisi, Ibu Thalita dengan keluarga yang lain juga masalahnya kalau dibiarkan kasian Ibu Thalitanya" ucap dokter itu.


Setelah dokter pergi, Rania, Arya dan keluarga Thalita sepakat membawa Bams keluar negri untuk mendapatkan penanganan yang intensif, Thalita sempat menolak karena ia tak dapat menemani suaminya yang sedang berobat keluar negri Karena kondisi kandunganya sangat lemah, Namun dari Pihak keluarga Bams dan juga keluarga Thalita sendiri meyakinkan bahwa ini adalah solusi yang terbaik untuk Bams dan Thalita saat ini.

__ADS_1


Beberapa Hari setelahnya, Bams benar-benar dibawa ke singapore untuk melakukan serangkaian pengobatan, tangis Thalita pecah, namun kini ia lebih tegar mengingat janin yang ia kandung sangat membutuhkanya.


Hari berganti bulan, setiap hari diawal-awal pengobatan Bams keluarga Bams selalu mengabari kondisi Bams melalui vidio call, belum ada perkembangan yang berarti namun Kini Bams sudah bisa membuka matanya meskipun belum bisa diajak komunikasi


"Lihatlah sayang!, Papa sudah ada kemajuan, sebentar lagi Papa akan berkumpul bersama kita" ucap Thalita sambil mengelus perutnya dan memperlihatkan foto Bams, Kini Thalita sudah bekerja sebagai akuntan publik di salah satu perusahaan swasta ia tidak mau bekerja di perusahaan Mamanya,ia lebih senang bekerja pada orang lain.Tak terasa sudah delapan bulan lamanya dia tidak berkumpul dengan suaminya


Hari persalinan Thalita telah tiba, hatinya bagai teriris sembilu, saat-saat seperti ini ia butuh dukungan moril dari suaminya namun harapan tingalah harapan , Suaminya saat ini malah sulit sekali dihubungi, berbagai pikiran buruk terus berkecamuk dalam diri Thalita.


"Jangan menagis sayang, Kamu pasti bisa ada Mama disini nak" ucap Mamanya Thalita sambil membelai rambut Thalita yang tertutup jilbab


"Ma, aku takut Ma, hiks...hiksss...hikss" ucap Thalita sambil menangis


"Tidak semua wanita pasti akan mengalami fase ini nak, Kamu beruntung diberi kepercayaan untuk bisa mengandung nak dan saatnya anakmu sekarang ingin melihat indahnya dunia, kamu jangan takut nak!" ucap Mamanya Thalita


"Bukan itu yang Thalita takutkan, tapi Bams Ma, dia sudah seminggu lebih nggak bisa dihubungi Thalita takut dia kenapa-napa Ma, hik...hik...hik" Thalita menagis sesengukan


"Nak sekarang Mama minta kamu fokus kepersalinan dulu jangan pikirkan yang lain" Nasehat sang Mama


"Nggak bisa gitu Ma, bagaimanapun Bams suami Thalita Ma" Thalita masih saja menangis


Mamanya kebingungan menenangkan putrinya, dokter sudah mewanti-wanti bahwa Thalita tidak boleh stres.

__ADS_1


Tbc...


Maafken ya guys lama nggak updates, soalnya pembacanya dikit banget author jadi nggak semangat nulisnya


__ADS_2