
Bams sudah bertekat bulat menyusul Thalita liburan, ia sudah mengantongi informasi dimana Thalita berlibur dan bahkan hotel dan kamarnya ia juga sudag mengetahuinya dengan pasti.
"Ah...menikmati kesendirian memang melegakan sebelum statusku berubah menjadi janda" guman Nindy pelan yang sedang duduk sendirian di pingir pantai ditemani debur ombak
"Kau tak akan menjadi janda, karena aku tidak akan menceraikanmu" tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar ditelinga Thalita, replek ia meloleh dilihatnya laki-laki yang ia hindari mati-matian
"Mau apa kamu kesini?" ucap Thalita dengan tatapan Nyalang
"Mau liburan bersama istri dan anakku" jawab Bams dengan begitu percaya diri
"Jangan mimpi kamu, hanya tinggal menunggu waktu status kita akan berubah, pergi kamu jangan pernah tampakkan wajahmu sebelum sidang dimulai"
"Sayangnya, aku tidak mau pergi" ucap Bams langsung memeluk tubuh Thalita
"Lepas!" teriak Thalita
"Aku merindukanmu"
"Kalau kau tidak mau lepaskan maka aku akan berteriak"
"Berteriaklah sepuasmu, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi"
"Tolong...tolong" Thalita benar-benar berteriak, sontak orang-orang langsung menoleh pada mereka
"Tolong ...aku dia mau culik aku"
"Maaf Bapak, Ibu dia istri saya maklum dia lagi ngambek" ucap Bams tanpa beban
"Gimana mbak kenal dengan dia kalau tidak biar kami gebukin disini"
Mendengar ucapan orang-orang, disana sontak membuat Thalita berubah pikiran tak mungkin juga ia membiarkan Bams digebukin Masa, tapi rasa kesal dan jengkel selama ini membuat dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Bams
__ADS_1
"Tolong...saya Pak" ucap Thalita
Mendengar Thalita meminta tolong sekali lagi warga langsung menyerang Bams, tak Ayal Bams jadi bulan-bulanan warga, melihat hal itu Thalita tidak tega
"Cukup hentikan!,"
"Kenapa?, bukanya dia ingin menculik mbaknya"
Thalita mengeleng lemah
"Dia suami saya"
"Huuu...., mbak-mbak lain kali jangan bikin drama rumah tangga disini, dah mbak urusi sendiri!, nyesel kita bantuin ternyata hanya drama"
"Dasar Queen drama!"
"Bams bangun!, maafin gue" Thalita menangis sambil memeluk Bams
"Bams!" teriak Thalita lalu ia memita tolong untuk membawa Bams kerumah sakit terdekat.
Sampai dirumah sakit Bams langsung mendapat penanganan.Thalita sangat mencemaskan keadaan Bams.Ia bolak-balik seperti setlika, dokter keluar dari ruang periksa, Thalita langsung meringsek masuk untuk melihat keadaan Bams
"Kamu kenapa lakuin ini?, bukankah kita akan berpisah, ngapain kamu cape-cape kesini?" cecar Nindy
"Thalitaku yang cerewet sudah kembali"
"Bams, kamu sudah mengingatku?"
Bams mengangguk lemah
"Maafkan aku sayang, jika terlalu lama mengingatmu"
__ADS_1
Thalita langsung memeluk tubuh Bams dengan erat.
"Terima kasih kau sudah kembali untuk kami, hiks...hikss.hikss" tangis Thalita pecah
"Lalu bagaimana dengan Celine?" tanya Thalita
"Aku sebenarnya tidak punya perasaan apa-apa, aku terpaksa menerima dia karena merasa berutang budi padanya, ketulusanya membuatku tidak tega menolak cintanya"
Thalita memberengut kesal mendengar ucapan Bams.
"Aku dan Celine sudah berakir saat dia membohongiku waktu Batha sakit, aku sanget kecewa dengan dia, awalnya ia menolak aku putuskan tapi aku tidak mau tau, dan kakaknya juga membantuku untuk memberi pengertian padanya"
Nindy terdiam dia sangat senang ketika Bams mulai mengingatnya tanpa sadar ia langsung memeluk tubuh Bams.
"Bams, aku senang sekali mendengarnya, Bams selama kau pacaran dengan Celine, apa saja yang sudah kalian lakukan" pertanyaan konyol keluar dari mulut Thalita
"Sudahlah Tha, buat apa mengingat masa lalu, yang terpenting sekarang kita bersama kembali, jangan rusak moment ini" ucap Bams.
"Tapi aku masih penasaran kalian bersama selama dua tahun, pasti banyak hal yang sudah kalian lakukan" Thalita masih saja ingin tau, apa yang dilakukan suaminya?, pertanyaan bodoh memang hal ini pasti akan menyakitkan hatinya, bila mendengar jawaban Bams yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
"Thalita, aku baru saja di gebukin masa loh!, kita juga baru baikan masa mau kamu rusak begitu aja"
Thalita terdiam apa yang dikatakan Bams ada benarnya juga, ia harus bersabar sampai kondisi Bams membaik. Sehari setelahnya Bams diijinkan pulang, drama kembali terjadi Batha menolak Bams ia masih trauma dengan kata-kata Celine.
"Nak ini Papa sayang!"
"No, Om bukan Papanya Atha, Papanya Atha Dady Morgan" ucap Batha
Hati Bams berdenyut nyeri mendapat penolakan dari putra semata wayangnya.
Tbc...
__ADS_1
Dikit banget ya men temen, hanya sebagai obat kangen aja yang rindu sama Bams dan Thalita