
Rania mengajak Morgan ke kamar Thalita Bams hanya bisa mengekori Kakaknya.
"Pagi Tha" Sapa Morgan
"Pagi Morgan!, maaf pagi-pagi sudah merepotkanmu" ucap Thalita
"Ini sudah tugasku Tha" ucap Morgan, Lalu ia mulai memeriksa Thalita ada rasa tidak suka yang dirasakan Bams saat melihat Thalita dipegang-pegang Morgan sekalipun ia tau ini atas dasar profesionalisme kerja.
"Makan yang banyak, istirahat yang teratur, ini aku udah resepin obatnya" ucap Morgan lau berpamitan.
Setelah kepergian Morgan, Bams memutuskan untuk tetap berada di kamar Thalita, ia sangat telaten mengurus Thalita dari membuatkan bubur, memberikan obat, perhatian Bams bukanya membuat Thalita senang, tetapi ia merasa sakit mengingat pasti melakukan hal yang sama dengan Celine, dan Bams merawatnya hanya karena kasihan dan desakan dari Rania.
"Bams, aku sudah tidak apa-apa, kau bisa tinggalkan aku" pinta Thalita ia tak ingin disaat fisiknya lemah begini hatinya nantinya juga akan bertambah sakit.
"Cerewet sekali kamu, asal kamu tau aku begini karena kak Rania yang maksa, kalau enggak mana mau aku, kerjajinan banget ngurus kamu yang sakit, mending jalan-jalan sama Celine"
Lagi-lagi kata-kata pedas yang keluar dari mulut Bams
"Heeehhh" Thalita menghela nafas menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk melongarkan hatinya yang begitu sesak akibat perkataan Bams.
"Nggak apa-apa Bams, mau elu terpaksa atau tidak yang penting elu disini sekarang bersama gue, kalau elu punya Celine tapi gue akan gunakan jalur langit untuk dapetin hati elu kembali" ucap Thalita.
"Silahkan, dan asal kamu tau tidak akan merubah apapun, aku harap kamu jangan terlalu jauh bermimpi takut nggak bisa kembali" sindir Bams
"Selama seratus hari gue mohon, tolong bersikablah baik sama gue, kalau elu masih belum bisa ngangep gue istri setidaknya anggap gue temen elu" ucap Thalita penuh harap.
"Tha, besuk adalah hari ulang tahun Celine, kali ini aja aku mohon ijinkan gue untuk makan malam bersamanya" dengan penuh harap Bams memohon pada Thalita.
"Gila!, wanita mana yang rela bila suaminya meminta ijin untuk makan malam bersama wanita lain, kamu jahat Bams" batin Thalita
Thalita hanya diam saja, ia tidak tau harus bicara apa, tak mungkin ia mencak-mencak seperti biasanya, kondisi Bams dulu dan kini jauh berbeda, ia seperti melihat orang lain dalam diri Bams.
__ADS_1
"Huftt..." Thalita menghela nafas dalam-dalam meraup oksigen sebanyak banyaknya.
"Ok, ada dua syarat jika ingin bertemu dengan perempuan itu, satu harus ditempat umum, dua ponsel kamu harus nyala" ucap Thalita, bibirnya mengatakan ia menjijinkan Bams pergi namun hatinya sangat bertentangan.
"Terima kasih Tha" ucap Bams sangat senang sampai ia tak sadar memeluk Thalita.
"Harusnya aku seneng kamu peluk begini Bams, tapi kenyataanya pelukanmu membuatku terluka, kau memelukku karena bahagia bersama perempuan lain" batin Thalita meraung
Bams sangat girang, dia antusias sekali untuk bertemu Celine malam ini, ia sudah siap-siap dan tak lupa ia juga berpamitan pada Thalita. Setelah Bams berangkat Thalita menghubungi Morgan, rupanya ia sudah janjian untuk menguntit kemana Bams pergi.
Sementara itu Bams sudah sampai direstouran dimana ia akan merayakan ulang tahun Celine, melihat kedatangan pujaan hatinya Celine sumringah, ia langsung menghabur kedalam pelukan Bams.
"Kirain nggak bakal dateng sayang!" ucap Celine manja
"Mana mungkin nggak datang, inikan hari special kamu" ucap Bams, sambil memberikan bucket bunga.
"Ya, kirain perempuan nggak tau diri itu, nggak ngijinin kamu" ucap Celine semakin manja
"See, sekarang aku disini untukmu" ucap Bams
"Mau dimanapun tempatnya yang penting aku bisa hadirkan" bujuk Bams, ia tak ingin Celine tau kalau ketemuan harus ditempat umum adalah syarat dari Thalita.
Saat keduanya tengah asyik menikmati makan malam, mereka dikagetkan dengan kedatangan Thalita dan Morgan.
"Selamat malam!, boleh dong kita gabung" ucap Thalita langsung nyelonong gabung di meja Bams dan Celine padahal Celine sudah menyiapkan makan malam yang romantis bersama Bams, semua jadi kacau gara-gara Thalita.
"Ke...napa kamu kesini" ucap Bams gugup seolah sedang kepergok padahal dari rumah ia sudah ijin pada Thalita.
"Bams, SUAMIKU ini kan tempat umum, jadi siapa saja boleh dong kesini, termasuk kita ya Morgan?" ucap Thalita sengaja menekan kata suamiku
"Ngapain kamu kesini?, sengaja banget pingin rusak makan malam kami" ucap Celine tidak terima.
__ADS_1
"Wao...keren ya, pelakor meneriaki istri sah" ucap Thalita langsung membungkam mulut Celine.
"Bams, gue ke toilet dulu" ucap Celine tiba-tiba, rasa emosi menguasai dirinya ia tak mungkin melampiaskanya disini takut Bams ilfeel padanya.
"Ok" jawab Bams singkat.
Tak lama kemudian Thalita juga ikut ketoilet, ia tau Celine sengaja menghindarinya agar terus terkesan baik dimata Bams.
"Hai perempuan udik, sadar diri dong elu, Bams itu nggak cinta lagi sama elu, yang ada dihatinya itu gue sekarang, lebih baik jangan buang-buang waktumu percuma untuk kembali pada Bams, karena apa?, Karena PERCUMA dihatinya cuma ada gue, PAHAM!" begitu melihat Thalita masuk toilet ia langsung menyerang mental Thalita
"Hei...pelakor tidak tau diri, dimana-mana istri sah itu lebih berharga dari pada selingkuhan, orang bodoh pun tau" ucap Thalita tak kalah sengit
"Istri cuma diatas kertas aja bangga, lihat gue, gue orang yang ada dihatinya Bams saat ini" ucap Celine penuh percaya diri
"Elu jangan senang dulu, belum habis waktu gue buat rebut hatinya kembali, dalam seratus hari apapun bisa terjadi, karena apa?, karena kami sudah bersama selama empat tahun dan kami ada anak yang menjadi jembatan penghubung kami, ingat itu pelakor, pakai otak loe!" ucap Thalita.Kemudian meninggalkan tempat itu demi menjaga kewarasan mentalnya.
"Sialan, liata aja Thalita, loe bakal nangis darah Bams tidak akan kembali padamu" guman Celine
Tak lama kemudian keduanya sudah kembali bergabung di meja makan, tak ada percakapan diantara mereka suasana begitu hening, tegang dan kaku. Tiba-tiba Thalita menjatuhkan sendoknya dan betapa terkejudnya dia saat melihat di bawah meja, Tangan Celine mengelus paha Bams.
"Sialan!, perempuan ini bener-bener ya!, liat apa yang akan gue lakukan" batin Thalita geram.
"Au..." Celine menjerit Thalita menginjak kaki Celine dengan heelnya
"Kenapa sayang?" tanya Bams tampak khawatir
Thalita tak kekurangan akal ia langsung berdiri dan pura-pura jatuh dipangkuan Bams.Celine geram melihat pemandangan didepan matanya.
"Sialan!, licik juga perempuan ini" batin Celine
"Bams tolong, gue" Celine mencoba mencaro perhatian Bams
__ADS_1
Tbc...
Jangan lupa like, comment dan fav ygy