
Pesta yang dilansungkan rekan Bisnis Bams sangat meriah yang dihadiri dari kalangan artis, pejabat dan pengusaha.
"Bams ... itu bukanya si Milka, selebgram terkenal itu, yang sekarang merambah seni peran" tanya Thalita
"Iya itu Milka" kata Bams
"Kamu kenal dia?" tanya Thalita
"Kenal sih enggak, cuma gue pernah nanganin kasus kakaknya yang kesandung narkoba" tutur Bams
" Hi... Bams " sapa Milka sok akrab dengan Bams dan tiba tiba memeluk Bams yang membuat Thalita tersenyum masam. menyadari tatapan horor dari istrinya Bams mendorong pelan Milka
"Hai Mil, kenalin ini istri gue Thalita" Kata Bams memperkanalkan Thalita pada Milka
" Thalita ..." ucap Thalita sembari tersenyum. dalam hatinya pingin menjambak rambut Milka
" Milka, tau kan siapa gue? " ucaonya sombong
" Sombong banget ... " batin Thalita lalu mengandeng Bams menjauhi Milka
"Gue pergi dulu ya Mil... SUAMI gue mau ketemu koleganya dulu" ucap Thalita menekankan kata Suami
" Tha, gue kan udah nyalamin semua kolega gue " bisik Bams
" Elu mau deket-deket sama ulat keket itu?, fine gue pulang sekarang" bisik Thalita lagi
"Bukan begitu ... " ucap Bams sambil melihat wajah horor istrinya
Selesai acara Thalita langsung ngajak pulang, tak ingin lama-lama suaminya berinteraksi dengan Milka
Selang beberapa waktu semenjak kejadian di pesta Milka menghubungi Bams meminta bantuan hukum, Adeknya Randi namanya kembali tersandung kasus hukum penyalah guanaan narkoba jal ini dimanfaatkan Milka. Intensitas ketemu dengan Bams jadi semakin sering dengan begini ia bisa mendekati. Ia sangat yakin bisa menyingkirkan Thalita dari hidup Bams. Saat ini Milka sedang merencanakan menjebak Bams
" Hallo pak Bams bisa kita ketemu sekarang? ada hal penting yang ingin aku sampaikan mengenai Randy " ucap Milka diseberang sana
" Iya mbak Milka, tapi saat ini sepertinya saya tidak bisa karena masih ada meeting" kata Bams
" Bagaimana kalau kita ketemu setelah jam kantor. Pak Bams bisa datang kekediaman saya?" tanya Milka
" Mohon maaf sebelumnya mbak Milka, sebaiknya kita bertemu diluar saja, saya sedikit keberatan bila bertemu di rumah mbak" kata Bams
" Ok ...baiklah nanti tempat ketemuanya dihotel Shangrila bagaimana?" kata Milka
" Itu terlalu jauh mbak Milka, bagaimana kalau kita ketemu disebuah restouran saja?" tolak halus Bams
" Baiklah kalau begitu, nanti saya yang tentukan" kata Milka dengan seringai licik diwajahnya
"Tapi tolong, pastikan tempatnya jangan terlalu jauh" kata Bams lagi
__ADS_1
" Ok...bisa diatur" ucap Milka lagi
Milka menyiapkan segala rencana liciknya dengan rapih. Ia menyusun semuanya ia sudah membayar salah seoarang pegawai restouran untuk memasukkan sesuatu dalam makanan dan mimunan yang akan Bams makan nantinya.Waktu yang ditunggu pun tiba ia duduk dengan manis memakai pakaian yang sangat mengoda
" Sudah lama menunggunya mbak Milka "ucap Bams
"Belum Pak, baru saja sampai" dusta Milka
Bams segera duduk kemudian dia mengambil gawainya untuk mengabari Thalita bahwa ia akan pulang telat karena ketemu klien dulu.
" Dasar artis ..pakainya nggak sopan amat " batin Bams
" Wah...dia mulai meliriku " batin Thalita aku harus segera beraksi
"Langsung saja mbak milka, saya tidak punya waktu Banyak masih ada klien lain lagi yang harus saya tangani" dusta Bams
"Santai dulu pak, kita pesen makan atau minum dulu " ucap Milka yang mulai menjalankan Aksinya
"Mau pesen apa pak?" tanya Milka
"Saya pesen Minum saja, istri saya nunggu makan malam dirumah" Ucap Bams
" Baiklah pak, anda mau minum apa? tanya Milka lagi
"Orange jus aja" kata Bams singkat
" Diminum dulu pak, sambil membahas masalah Randy " ucap Milka .Bams hanya menganguk dan meneguk sedikit minumannya
" Jadi gimana Mbak, apa yang ingin mbak sampaikan tentang Randy kesaya? " tanya Bams
" Santai dong pak minumnya di habiskan dulu baru saya lanjutkan" ucap Milka. Mau tidak mau Bams menghabiskan minumanya sampai tandas tak sedikitpun ia curiga pada Milka
"Jadi gini pak pada waktu pengrebekan itu adek saya sepertinya dijebak " kata Milka menjeda kalimatnya sengaja mengulur ulur waktu
" Dijebak bagaimana?" tanya Bams
Namun Milka malah bercerita muter muter nggak karuan dan Bams merasakan sesuatu pada tubuhnya tiba tiba terasa panas .ia segera menyambar kunci mobilnya
" Pak mau kemana kita kan belum selesai bicara " kata Milka
" Mau ketoilet sebentar" kata Bams
" kok bawa kunci mobil ?" tanya Milka
" Maaf mbak milka saya tidak terbiasa meninggalkan kunci mobil sembarangan, tunggu sebentar "
" Rupanya Obat itu sudah bereaksi, sebentar lagi kamu akan jadi milikku dan karierku akan melejit" batin Milka
__ADS_1
Bams yang sudah kegerahan menuju ke toilet sesampainya ditoilet ia merasakan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya
" Sialan ... rupanya perempuan itu menjebakku, aku harus segera kabur sebelum terjadi hal-hal buruk " batin Bams sembari menahan gejolak yang ada dalam tubuhnya.I a meninggalkan restouran tanpa berpamitan dengan Milka.Bams mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sesampainya dirumah Thalita kaget melihat muka Bams yang merah padam
" Minggir Tha ... gue mau ke kamar mandi" ucap Bams langsung menuju kamar mandi
"Kamu kenapa Bams, kenapa wajah kamu merah begitu" ucap Thalita Khawatir
"Tha... please minggir, gue dalam pengaruh obat perangsang tolong mingir Tha gue nggak mau nyakitin elu , gue akan sabar menanti elu nyerahin diri ke gue" kata Bams yang sudah dipenuhi gejolak nafsu
Thalita langsung mingir dan membekab mulutnya.satu jam berlalu namun Bams belum membuka pintu kamar mandi
" Bams elu baik-baik aja kan? " tanya Thalita
" Iya aku baik baik aja, aku tidur disini saja" ucap Bams
" Bams, kamu bisa sakit Bams" ucap Thalita khawatir
" I'm Fine Tha... kamu tidur duluan" ucap Bams
" Bams buka pintunya .... aku nggak mau kamu sakit Bams " Ucap Thalita pada akirnya
" Sudahlah Tha .... jangan nyuruh aku buka pintu Tha, obat ini masih bereaksi entah sampai kapan " ucap Bams
" Apa gue tolongin Bams aja ya? toh gue istrinya nggak ada salahnya tapi dia kan belum cinta gue, persetan dengan cinta gue harus tolong dia " batin Thalita
" Gue nggak peduli Bams ,gue ....gue bersedia tolongin loe " ucap Thalita pada akhienya karena kasian sama Bams
" Loe sadar Tha apa yang elo katakan tadi Tha ?" tanya Bams dari dalam
"Gue sadar Bams ... bukalah pintunya" kata Thalita lagi
" Berjanjilah kau tidak akan menyesali nantinya " kata Bams dari dalam dengan suara serak
"Aku berjanji Bams" kata Thalita
" Ceklek... " pintu terbuka
" Maafkan aku Tha " ucap Bams langsung meraup bibir Thalita
" Aku mohon lakukan dengan perlahan, ini yang pertama buatku " ucap Thalita.Bams yang sudah dikuasai nafsu langsung menyerang Thalita namun ia masih melalakukan foreplay terlebih dahulu hingga membuat Thalita melenguh
" Tha ... ini mungkin akan sakit buat elo karena ini yang pertama" kata Bams.Thalita hanya mengangguk ia sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Tbc...
Jangan lupa like,comment dan favorite ygy
__ADS_1