
"Sayang aku nggak mau, dia pasti dokter gadungan yang disewa perempua itu"ucap Celine menunjuk Morgan dan tiba-tiba ia langsung memeluk Bams dan beraktong ketakutan
Gigi Thalita gemeletuk menahan amarah, wanita mana yang rela didepan matanya suaminya dipeluk seperti itu, melihat espresi Thalita Morga langsung turun tangan
"Mbaknya tau apa yang Mbak ucapkan barusan adalah sebuah fitnah dan mbak bisa di laporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik, lihat ini ID saya dan ini tempat praktek saya, mbak bisa bacakan?" ucap Morgan monohok
"Ya bisa aja, kamu bohong karena kalian sudah sekongkol" Celine berusaha semaksimal mungkin agar dia diperiksa
"Dia nggak bohong sayang, aku pernah lihat dia periksa Mas Arya dan Kak Rania" ucap Bams
"Bisa aja Kak Rania dan suaminya bersekongkol dengan dia" ucap Celine
"Oh...jadi kamu mau bilang keluarga Bams, itu keluarga pembohong!" ucap Thalita
"Mampus gue pakai salah ngomong lagi" batin Celine
"Mbak Celine kemarin saya juga habis periksa Ibunya mas Bams, mau saya hubungi beliau?" tantang Morga.
Celine semakin pucat dan tak berkutik, Bams melepaskan pelukanya.
"Tolong periksa dia" ucap Bams
Morga mulai memeriksa Celine, secara keseluruhan.
"Bagaimana?, apakah dia punya penyakit serius?" tanya Bams khawatir
"Secara keseluruhan dia baik-baik saja!" ucap Morgan
"Nggak mungkin, lihatlah wajahnya sampai pucat begitu, nggak mungkin dia kenapa-napa coba periksa lagi" titah Bams.
"Nggak perlu!" ucap Thalita kemudian ia mendekat dan ia sudah membawa kapas yang sudah dikasih pembersih wajah.
"Mau apa kamu!" tanya Celine
"Mau memeriksa kamu" ucap Thalita lalu ia membersihkan bibir Celine
__ADS_1
"See, bibirnya merah nggak pucat, ini belum selesai" ucap Thalita ia terus membersihka wajah Celine, Celine tidak berbuat apa-apa karena Morgan memeganginya.
"Kenapa kamu lakukan ini Celine, kenapa?" tanya Bams sangat kecewa
"Karena kamu mengabaikanku, hiks..hiks.." Celine memulai dramanya.
"Morgan, Ayo kita pergi!, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya, tugas kita sudah selesai" ucap Thalita
"Mau kemana kita, entahlah kepalaku rasanya mau meledak" ucap Thalita lalu meninggalkan Appartemen Celine, ia sangat kecewa dan terluka dengan sikab Bams, Morgan langsung mengekor dari belakang, laki-laki itu sangat faham bahwa saat ini Thalita sedang tidak baik-baik saja.
"Tha, kita mampir ke suatu tempat elu dapat menumpahkan semua rasa sakit elu disana sepuasnya" ucap Morgan, Thalita hanya menganguk pasrah.
Sementara itu Bams, sangat marah pada Celine ia kecewa pada Celine dan meninggalkan Celine begitu saja, tujuanya satu yaitu mengikuti Morgan dan Thalita pergi, ia sangat penasaran Kemana Thalita dan Morgan pergi, rupanya Morgan mengajak Thalita ke pantai, disana ia melihat Thalita berteriak sambil menangis, entah mengapa ia merasa terluka melihat Thalita sesedih itu.
"Thalita kamu boleh pinjam bahuku, menangislah sepuasmu" ucap Morgan yang masih terdengar oleh Bams
Thalita hanya diam lalu ia menangis dibahu Morgan, lalu Morgan memberikan sapu tanganya untuk Thalita.
"Morgan...mengapa sesakit ini, andai tidak ada Batha mungkin aku sudah menyerah menghadapi ujian seberat ini" ucap Thalita sesengukan
"Tenangkan dirimu dulu, aku sudah memberitau Rania kamu dimana dan dia sudah mengijinkanmu pulang terlambat" ucap Morgan.
Tak lama setelah itu Thalita dan Morgan juga meninggalkan tempat itu, sampai dirumah tentunya duluan Bams dan Bams langsung mengurung diri dikamarnya, Thalita pulang dalam keadaan sangat lesu tak ada semangat dalam hidupnya, Rania sejak tadi menunggu kedatangan Thalita ia segara mengambur memeluk Iparnya.
"Kamu nggak gagal, Bams juga sudah pulang, wajahnya juga tampak kesal sekali, ini tandanya kamu menang, mungkin saat ini dia kecewa dengan pelokor itu" ucap Thalita menenangkan Iparnya
"Semoga saja kak, perjuanganku membuahkan hasil" ucap Thalita.
"Amin, segera bersihkan dirimu dan tidurlah dikamar tamu!, jangan tidur dikamar Batha nanti ia malah terbangun dan rewel" ucap Rania
"Iya kak, ada yang ingin Thalita tanyakan pada Kakak" ucap Thalita agak ragu
"Apa itu sayang" ucap Rania
"Kak, seandainya nanti usahaku gagal apakah Kakak akan tetap sayang sama aku?" tanya Thalita.
__ADS_1
"Kenapa kamu tanya begitu, dari dulu sebelum kamu jadi istri Bams, Kakak sudah sayang sama kamu seperti adek sendiri, Mas Bima juga nitipin kamu sama Kakak" ucap Rania sambil menangis ia kembali teringat pada Bima, ia merasa gagal menjaga Thalita sebagau kakak.
"Maafkan aku Kak, jadi sedih begini Kakak pasti ingat Kak Bima" ucap Thalita
"Sampai kapanpun Kakak tidak akan pernah bisa melupakan Kakakmu, meskipun kini sudah ada Mas Arya, mereka punya tempat masing-masing dihati Kakak" ucap Rania
"Dulu aku pernah bermimpi jika berumah tangga, maka rumah tanggaku akan seperti rumah tangga Kak Rania, tapi makin kesini aku semakin tidak yakin Kak, Bams terlalu jauh untuk aku gapai" ucap Thalita sambil berurai airmata
"Stttt....jangan bilang begitu, semua rumah tangga pasti ada ujian masing-masing, sekarang buruan bersihkan dirimu lalu tidur, jangan begadang" ucap Rania mengakiri pembicaraan ia tak ingin melihat Thalita sedih lagi.
Thalita langsung ke kamar dan membersihkan diri dan berusaha untuk tidur namun matanya tak dapat terpejam, pikiranya terus berkelana, hingga pagi menjelang ia baru bisa memejamkan matanya, Pagi hari rumah Rania sudah ramai oleh celoteh Batha yang menarik perhatian semua orang.
"Pagi Kak" sapa Bams
"Pagi Bams" ucap Thalita
Bams celingukan karena sejak tadi ia tidak melihat Thalita.
"Kenapa Bams?, nyari siapa?" tanya Rania berusaha memancing Bams
"Ahh...enggak kak, aku nggak nyari siapa-siapa" ucap Bams berusaha mengelak
"Ya udah, si Morgan katanya mau kemari kok belum kelihatan batang hidungnya" ucap Rania
"Kak Morgan itu siapa? Sepertinya Kakak akrab banget" tanya Bams kepo
"Oh...dia dokter keluarga Kakak, dulu dia sahabat kamu, kalian sangat dekat dan tau enggak kalian itu apa-apa selalu sama termasuk soal cewek" ucap Rania
"Pagi kak Rania!" sapa Morgan tiba-tiba muncul
"Anda ngapain pagi-pagi kesini? mau apa?, numpang sarapan?" sarkas Bams
"Bams!, jaga ucapanmu, Kakak yang undang dia Thalita sedang sakit" ucap Rania
"Thalita sa...kiiit" ucap Bams pelan nyaris tak terdengar
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like, comment dan favorite ygy