
" Brakkk..." pintu kamar dibuka.
" Bams ,aku tau pasti kamu kembali " ucap Najwa
" Tutup mulutmu ****** " umpat Thalita .
" Tha...lita ,kenapa kamu disini ?" tanya Najwa dengan raut muka shock.
" Kenapa ? Heran Gue disini ,Kalau gue jelas nyusul suami gue disini .Sedangkan Elu ngapain disini ****** ? nggak puas sama suami loe .Makanya Elo mau cerai dan mengoda suami orang " ucap Thalita.
" Tha ... aku bisa jelasin ,tadi itu Bams mengodaku .Elo tau sendirikan dia belum bisa move on dari gue " ucap Najwa memprovokasi Thalita
" Heh... Wanita sialan bisa bisanya kamu memutar balikkan fakta " umpat Bams.
Thalita yang geram langsung menarik selimut Najwa yang memperlihatkan tubuh polos Najwa tanpa sehelai benangpun.Kemudian ia menjambak Rambut Thalita .
" Lepasin .....gue, Wanita sialan ,Bams tolong aku " ucap Najwa.
" Gue akan menyeret elu keluar dari kamar ini dengan tubuh polosmu. Biar semua tau kalau ELU adalah perempuan murahan " ucap Thalita hendak menyeret Najwa keluar kamar .
" Tha... ampun Tha" rengek Najwa ia tidak ingin menjadi tontonan gratis orang banyak .Lebih baik ia mengemis ngemis belas kasihan Thalita.
" Bams kamu rekam perempuan murahan ini,jika suatu saat dia ingkar janji tinggal kita sebar video ini " Ancam Thalita
" Ampun Tha ..." ucap Najwa
" Ampun apa, yang jelas ? " tanya Thalita .Sementara Bams terus merekam
" Ampun ,gue janji tidak akan menganggu rumah tangga elu lagi " ucap Najwa sambil menunduk dan menangis.
" Kenapa nunduk ,tadi aja kamu lincah banget mengoda suami aku ,ayo tatap kamera " ucap Thalita.mau tidak mau dia menatap kamera dengan sejuta malu.
" Lain kali kalau mau goda suami orang liat liat siapa lawan loe " ucap Thalita .
"Plak...Ini hadiah buat elo yang sudah dua kali mau hancurin rumah tangga gue " ucap Thalita setelah menampar Najwa .kemudian meninggalkan hotel itu.
" Yang ,kamu kalau marah nyeremin banget " ucap Bams sambil berjalan meninggalkan hotel .
" Diem ... bisa diem nggak ?" ucap Thalita
" Yah...salah lagi " ucap Bams
" Aku masih kesel sama kamu, membayangkan kamu dipeluk peluk perempuan lain dalam kondisi tanpa busana " ucap Thalita.
" Aku jujur kamu marah, nggak jujur malah tambah marah ,serba salah jadinya " ucap Bams
__ADS_1
" Kamu tadi ,pas dia peluk dari belakang kamu pasti menikmatikan? " tanya Thalita
" Enggak yang " ucap Bams
" Jangan bohong kamu Bams " ucp Thalita mengebu
" Enggak sayang " ucap Bams lagi
" Malam ini aku nggak mau tidur sama kamu karena kamu udah bohong " ucap Thalita
" Jangan gitu Yang " ucap Bams
" Makanya jujur " ucap Thalita
" Iya..aku menikmati sebentar tapi aku langsung sadar dan akupun tiadk membalas pelukanya ,aku langsung lari " ucap Bams
" Tuh..kan benar ,hiks ..hiks ,kamu tega Bams " ucap Thalita sambil memukuli lengan Bams
" Aduh gimana ini katanya suruh jujur setalah jujur kamu malah ngamuk " ucap Bams
" Bodo..." ucap Thalita ngeloyor pergi
" Malam ini kita tidur sendiri sendiri" kata Thalita
" Tadi katanya kalau aku jujur kamu mau tidur dengan aku " kata Bams
"Tadi kamu bilangnya nggak mau tidur sama aku kalau aku nggak jujur " ucap Bams
"Bukan berarti kalau kamu jujur aku mau tidur sama kamu.Enak aja habis dipeluk peluk perempuan lain mau deket deket aku jijik tau nggak " umpat Thalita
" Tha... aku harus bagaimana ,agar kamu maafin aku " ucap Bams lesu
" Bodo !" ucap Thalita
" Bener bener apes malam ini " guman Bams merutuki nasibnya
Sementara Thalita didalam kamarnya masih ngomel ngomel nggak jelas.
" Kesel ....kesel kenapa sih banyak banget perempuan yang goda laki gue " guman Thalita
" Bams lagi apa ya sekarang ? Ah ....biarin aja salah sendiri menikmati pelukan wanita murahan itu,dipikir gue nggak sakit hati apa ?, tapi kalau dia digodain cewek lagi bagaimana ? Ihhhh.... menyebalkan banget sih ,kenapa sih Bams muka loh cakep ,Sebel..sebel..sebel" Thalita terus berbicara sendiri dan gelisah akirnya dia memutuskan untuk menyusul ke kamar Bams.
" Eh tau nggak sih ,dikamar 202 itu cowoknya ganteng banget ,dan keliatanya juga tajir melintir " terdengar oleh Thalita segerombolan cewek cewek sedang membicarakan Bams .Seketika telinga Thalita panas dibuatnya.
" Kita tunggu disini aja ,paling bentar lagi cowok itu keluar ,ya kali mau angkrem terus dikamar " celetuk salah satu cewek.
__ADS_1
" Sialan ...cewek cewek pada gatel semua ,untung gue putusin buat nyusul Bams " Batin Thalita ia terus melewati cewek cewek yang membicarakan suaminya seraya mendelik sebal.
" Ceklek..." Thalita membuka pintu kamar Bams.
" Bubar ...bubar ngapain kalian di depan kamar laki gue, yang punya sudah datang bubar semua " usir Thalita
" Huuuu...." ucap mereka kompak rencana untuk cari perhatian Bams gagal total semua.
" Hai...sayang akhirnya kamu kembali lagi kesini " ucap Bams sumringah membayangkan malam ini dia tidak akan kesepian lagi
" Jangan Ge er ,gue pindah karena disana banyak nyamuk " ucap Thalita asal
" Nyamuk...mana ada hotel bintang lima ada nyamuknya ,yang ada kamu nyari nyamuk gede disini " ucap Bams sambil terkekeh
" Bisa diam nggak ,kalau nggak aku kembali lagi ke kamarku " ucap Thalita kesal
" Udah dong ngambeknya " ucap Bams seraya mendekat dan ingin memeluk tapi ditepis oleh Thalita
" Nggak usah pegang pegang aku jijik dalam tubuhmu masih ada sisa pelukan perempuan murahan itu " ucap Thalita
" Berarti kalau aku mandi dan ganti baju kamu mau dong dipeluk kan bekasnya udah ilang ?" ucap Bams sambil menaikkan satu alisnya
" Tergantung " jawab Thalita
" Tergantung apanya ?" tanya Bams
" Tergantung kamu mandinya bersih atau enggak ,aku nggak mau ya tubuhmu masih bau bau pelakor " sungut Thalita .Secepat kilat Bams langsung meraup bibir Thalita dan Thalita tidak bisa menghindar
" Biar nggak cerewet terus " ucap Bams setelah mengakiri ciumanya .kemudian ia bergegas mandi
" Sayang .... ambilin handuk dong " ucap Bams dari kamar mandi
" Ogah... ambil aja sendiri ,salah siapa gatel sama cewek "geram Thalita ia masih marah mengingat ada perempuan lain memeluk suaminya.
" Ceklek ..." pintu kamar mandi dibuka .Bams keluar dengan santainya tanpa mengenakan pakaian sehelai benangpun.
" Bams ...kamu udah gila ,dari kamar mandi dalam keadaan begitu " umpat Thalita
" Salah sendiri suruh ngambilin handuk nggak mau " sewot Bams tanpa melihat Thalita
" Kayanya dia marah beneran ,biasanya dia dari kamar mandi mangodaku tapi ini ia malah melengos begitu aja " batin Thalita
" Masak iya gue harus minta maaf sedangkan yang salah itu dia " Ego dalam diri Thalita berperang.Bams diam diam tersenyum .Setelah selesai berpakaian rapi Bams berpamitan pada Thalita
" Mau kemana kamu rapi banget ?" tanya Thalita
__ADS_1
" Mau keluar sebentar ,ngadem disini panas soalnya ada yang lagi membara lebih baik aku menyingkir dari pada terbakar " ucap Bams .Seketika Thalita terdiam ia tidak rela Bams keluar karena diluar sana banyak cewek cewek yang sudah mengantri.