Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Batha


__ADS_3

Mamanya Thalita sangat panik melihat kondisi putrinya, bagaimana ia tidak panik saat anaknya hendak melahirkan malah hipertensi, sambil menangis ia menanyakan pada dokter bagaimana baiknya.


"Dok, gimana ini anak saya malah darah tinggi pas mau melahirkan, bagaimana ini dok? Apa ini sangat beresiko bagi anak dan calon cucu saya?" tanya Mamanya Thalita panik


"Tekanan darah tinggi saat melahirkan sangat berisiko memustuskan plasenta dari uterus dengan cara yang tidak semestinya. Ini bisa memicu pendarahan hebat pada saat persalinan, hal ini sangat berbahaya.Bahkan bisa mengakibatkan kematian Ihu dan janin." dokter menuturlan segala kemungkinan yang akan terjadi secara gamblang


"Bagaimana cara mengatasi hipertensi saat melahirkan?" Mamanya Thalita kembali bertanya


"Obat menurunkan tekanan darah, obat mencegah kejang seperti magnesium sulfat. Obat biasanya dikonsumsi selama dua puluh empat jam setelah gejala dirasakan.Obat antikogulan (pengencer darah untuk mengatasi pembekuan darah)" tutur sang dokter


"Lakukan yang terbaik buat anak dan calon cucu saya dok" pinta Mamanya Thalita


"Tentu kami akan lakukan yang terbaik bagi pasien dan calon bayinya" ucap dokter


Selama dua puluh empat jam Thalita terus mengkonsumsi obat melalui infus, sehari setelahnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar pada Thalita.Selama menunggu operasi Mamanya Thalita tak henti-hentinya merapalkan doa sebisanya.Mondar-mandir di depan ruang operasi, Rania dan yang lainya juga harap-harap cemas menunggu diluar, tak lama setelah itu dokter keluar.


"Ceklek" pintu dibuka semua berhambur untuk menemui dokter


"Dok bagaimana keadaan adek saya dan bayinya" Raina langsung bertanya pada dokter yang menangani Thalita.


"Kabar baiknya Bayinya alhamdulillah selamat dia berjenis kelamin laki-laki dan sangat tampan" kata dokter menjeda sesaat ucapanya


"Namun," ucap dokter mengantung, ia menghembuskan nafas untuk menyampaikan berita selanjutnya


"Namun apa dok?," cecar Rania


"Pasien mengalami pendarahan hebat, dan saat ini dinyatakan koma" ucap dokter


Air mata Rania luruh seketika mendengar kabar yang disampaikan dokter, buru-buru ia menyeka air matanya ia tak ingin Mama mertuanya bertambah panik namun tiba-tiba

__ADS_1


"Brug..." Mama mertunya pingsan


"Mama..." teriak Rania. Suster dan beberapa perawat langsung sigab membawa Mamanya Thalita ke ruang perawatan.


Setelah beberapa saat mendapat perawatan akhirnya Mamanya Thalita sadar juga orang pertama yang ingin ia jumpai tentu saja Thalita. Dengan kondisi yang masih lemah Mamanya Thalita menuju ICU, dilihatnya putrinya berbaring lemah tak berdaya, air matanya luruh seketika.


"Nak...bangun nak, bukankah kau ingin bertemu dengan suami kamu, kalau kamu begini terus bagaimana kamu bisa ketemu suamimu, lihatlah nak sekarang kau dan Bams punya anak yang sangat ganteng wajahnya sangat mirip dengan Papanya" ujar Mamanya Thalita namun, sayang tak ada respon dari Thalita.


Seminggu setelah melahirkan Thalita belum bangun juga keluarga sudah melakukan segala cara, hari ini mereka berencana untuk membawa Thalita keluar negri untuk mendapatkan perawatan yang lebih lengkap.


"Dokter sebelum adek saya berangkat bolehkan saya bicara sebentar pada adek saya" pinta Rania.


"Baik silahkan!, kami akan tunggu diluar" kata dokter


Rania langsung masuk dan duduk disebelah brankar Thalita.


"Tha gue, mau ngomong sama elu, sebenarnya elu cinta nggak sih sama adek gue? Kalau elu cinta elu nggak mungkin nyerah gitu aja, Bangun! Jika kamu memang cinta sama Bams tentunya kamu juga cinta sama anak kalian, Ok fine!, kakak simpulkan kamu nggak pernah cinta sama Bams, buktinya elu nggak peduli sama anak Bams, mungkin anaknya Bams akan lebih senang bila punya Ibu baru yang sayang sama dia dari pada Ibunya sendiri yang nggak mau ngurus dia, jangankan ngurus sekedar membuka mata dan melihat dia saja tidak mau, selamat tinggal Tha, anakmu disini akan baik-baik saja bersama Ibu barunya" ucap Raina emosi namun, tak ada pergerakan sama sekali dari Thalita saat hendak keluar ruangan ia melihat Thalita berusaha mengerakkan tanganya dan berusaha membuka matanya.


"Dokter...dokter...dokter" Rania langsung berteriak memanggil dokter


"Iya ada apa bu?," tanya dokter


"Lihatlah, tangan adek saya bergerak dan dia juga berusaha membuka matanya" ucap Rania sambil berurai air mata bahagia.


"Subhanallah ini adalah sebuah keajaiban bu, sekarang saya minta Ibu keluar dulu biar kami melakukan serangkaian observasi dulu" kata dokter


Sampai diluar ruangan Rania langsung heboh memberitau Mama mertuanya kalau Thalita sudah membaik dan bisa mengerakkan tanganya.


"Alhamdillah ya Allah, ini adalah sebuah keajaiban bagi kami" Mamanya Thalita langsung sujud syukur

__ADS_1


¤¤¤


Seminggu setelahnya keadaan Thalita berangsur membaik, dan dia juga sudah diijinkan pulang, semua keluarga mengucap syukur atas kesembuhan Thalita. Kini Thalita semakin sayang pada putranya yang wajahnya merupakan fotocopy Bams. Sekarang ia jauh lebih sabar meskipun Bams sama sekali tidak ada kabar, ia berusaha berpikir positif.


Hari terus berganti bulan kini usia anak Bams dan Thalita sudah satu setengah tahun batita itu sedang aktif-aktifnya berjalan, Thalita memberinama anaak meraka dengan nama Batha Atmaja, Batha adalah akronim dari Bams dan Thalita Atmaja nama belakang Bams.


Hari ini Thalita mengajak putra semata wayangnya ke mall untuk belanja, ia sengaja tidak membawa Baby sisternya karena ingin menghabiskan waktu berdua dengan putra tercinta.


Batha sangat lincah lari kesana kemari batita itu tidak mau digendong apalagi di letakkan distrolly.


"Hati-hati nak, jangan lari-lari nanti jatuh lagi" ucap Thalita menasehati anaknya


"Pa...pa...pa...pa" celoteh Anak itu


"Kamu kangen Papa ya nak, sabar ya nak pasti nanti kita ketemu Papa sayang, Papa lagi berobat, kita doakan Papa semoga Papa segera pulang" ucap Thalita sambil membelai rambut putranya matanya mendadak basah tatkala melihat anaknya sudah sebesar ini belum pernah melihat Papanya secara langsung. Tiba-tiba netranya melihat sesosok laki-laki yang mirip dengan Bams di mall ini juga


"Ya Allah, saking kangenya aku sama kamu yang aku sampai melihat kamu di mall ini" batin Thalita. Buru-buru ia menyeka air matanya ia tak ingin sedih lagi, ia lansung berbelanja lagi dengan putranya bermain dan menghabiskan waktu bersama putranya adalah obat yang mujarab untuk melupakan kesedihanya.


"Nak...Batha...kamu dimana?" Thalita celingukan ketika ia menoleh anaknya sudah tidak ada disisinya, ia kelimpungan mencari anaknya, sambil berurai air mata ia mencari anaknya.Tak lama setelah itu ia melihat keberadaan putranya tengah bersama seorang laki-laki yang membelakanginya.


"Kamu disini nak?, Mama panik nyariin kamu, Pak makasih ya udah jagain anak saya" ucap Thalita pada laki-laki itu


"Pa..pa..pa" celoteh Batha


"Maafkan anak saya ya pak, mungkin dia rindu Papanya sehingga manggil anda Papa" ucap Thalita sungkan


Laki-laki itu tidak menyaut lalu meninggalkan Batha dan Thalita begitu saja.


"Aneh banget orang ini" batin Thalita .

__ADS_1


tbc...


Hayo siapa dia? Kenapa langsung kabur begitu aja saat ketemu Thalita


__ADS_2