
Bams pulang dalam keadaan lesu, Rania sebenarnya sangat kasian melihat adeknya, namun bila ia mengingat apa yang dilakukan pada Thalita ia menjadi sebel sendiri dengan Bams.
"Kak, tolong aku, aku sudah mulai mengingat semuanya namun soal Thalita aku sama sekali belum mengingatnya, tolong kakak jelaskan sekali lagi bagaimana awal mula aku bisa menikah dengan Thalita?" pinta Bams memelas
"Selama ini kamu kemana aja? Nggak mungkin Thalita nggak menceritakan apapun tentang kalian" ucap Rania pada akhirnya
"Bukanya begitu kak, Setiap aku hampir mengingat Thalita tapi entah kenapa nanti bisa lupa lagi, dan entah kenapa dulu aku sebel banget sama dia, karena kata Celine dia cuma mau ngerecokin hubungan kami, jadi apapun yang Thalita katakan padaku waktu itu aku anggap angin lalu, tapi makin kesini aku semakin nyaman bila bersama Thalita, ada rasa yang tak pernah aku dapatkan jika bersama Celine" ucap Bams
"Kenapa kamu kecewa sama Celine, terus Thalita mau kamu buat pelarian begitu?" cecar Rania
"Bukan begitu kak, dulunya aku biasa saja makin kesini jika aku melihat kedekatan dia dan Morgan rasanya hatiku panas sekali, ingin sekali aku marah dan menghajar Morgan agar tidak dekat-dekat Thalita" ucap Bams jujur pada Kakaknya
"Bams, itu namanya kamu jatuh cinta untuk kedua kalinya pada istrimu sendiri, harusnya kamu senang ini namanya kemajuan" ucap Rania
"Hatiku senang bila di dekatnya Kak, tapu disatu sisi aku juga nggak tega ningalin Celine" ucap Bams
"Nah...itulah kamu nggak tegas, sekarang apa maumu kakak tanya?"
"Aku ingin selalu bersama Thalita tanpa menyakiti Celine, itu mungkin enggak kak" tanyanya
"Mustahil, kamu harus tegas pilih Celine atau Thalita?"
"Kak aku harus bagaimana?" tanya Bams lagi
"Terserah kamu, kakak pusing, udah kamu sama Celine aja, biar Thalita bahagia sama Morgan, nggak iklas kakak Thalita kamu sakiti kek gini" Pancing Rania
__ADS_1
"Gue nggak rela, dia sama cowok lain kak" ucap Bams
"Egois!, enak aja kamu mau dua-duanya, kakak akan dukung Morgan buat deketin Thalita, dari pada Thalita harus bersama laki-laki nggak punya pendirian kaya kamu" ucap Rania
"Kak, aku hanya bahagia bila bersama Thalita aku juga tidak ingin menduakanya tapi aku juga nggak mau nyakitin Celine, selama ini dia selalu ada untukku" ucap Bams
"Kakak pusing, sekarang kamu renungkan sendiri, tapi ingat kelamaan mikir Thalita bakal diembat Morgan" ancam Rania. Lalu meninggalkan Bams, dengan perasaan jengkel karena sikab adeknya yang plin plan
Sementara itu Bams langsung kembali ke kamarnya, ia semakin bingung kemana akan melangkah dua tahun bukan waktu yang singkat, selama dua tahun Celine mengorbankan waktu untuk Bams, itulah alasan mengapa Bams tak ingin menyakiti Celine
Selama dua hari ia memutuskan untuk tidak menemui Thalita dan Batha, untuk meyakinkan hatinya kemana akan berlabuh, selama dua hari itu pula ia tak dapat tidur, karena selalu kepikiran Thalita bersama Morgan.
Sementara itu Thalita kian mantab untuk berpisah dengan Bams, ia sudah menyiapkan semua dokumen yang akan ia gunakan untuk mengugat Bams, hari ini ia lebih semangat menjalani hari-hatinya dua hari tanpa Bams membuatnya semakin percaya diri untuk mengambil keputusan ini.
Sebelum memasukan gugatanya ia berencana untuk liburan ke luar Negri selama satu minggu, ia memang sengaja tidak memberi tau Rania dan keluarga, hari ini jadwal keberangkatanya Thalita nampak sangat cantik dengan balutan dress pich dengan pasmina yang senada.Dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, ia melangkah penuh percaya diri ke bandara bersama Batha dan suster yang menjaganya.
"Ah...nanti saja, alasan yang akan aku berikan pada Thalita, intinya yang penting sekarang aku melihat mereka dulu" guman Bams yang masih memikirkan alasan, jika ditanya Thalita mengapa datang kerumahnya.
Dengan senyum mengembang Bams memasuki pelataran rumah Thalita, namun alangkah terkejudnya ia ketika mendengar kabar jika Thalita dan anaknya sedang liburan dan tidak ada yang memberitahu kemana Thalita liburan, Berapa lama ia akan disana, hal ini membuat Bams semakin gelisah saja. Sampai dirumah, ia kembali meneror kakaknya untuk mengetahui keberadaan Thalita, naasnya kakaknya juga tidak tau kemana Thalita pergi.
"Morgan, pasti Morgan tau dimana Thalita atau jangan-jangan mereka liburan bareng? Ahhh...tidak!, membayangkan saja hatiku rasanya ngilu" umpat Bams. Dengan tak sabar ia langsung menyambangi kediaman Morgan dan kebetulan Morgan juga sedang libur dirumah.
"Ahhh...apa kabar? Rupanya kau masih ingat jalan rumahku, rasanya sudah lama sekali kau tidak kemari" ucap Morgan ketika melihat Bams bertandang kerumahnya, meskipun ia membenci sikab Bams pada Thalita namun, tetap saja Bams adalah sahabat dia.
"Aku tidak suka basa-basi, kedatanganku kemari ingin menanyakan dimana Thalita?" tanya Bams to the point
__ADS_1
"Kamu lucu sekali Bams, aku memang mencintai istrimu, tapi dia tidak ada disini memangnya dia kemana sampai kau mencariny kesini?" tanya Morgan
"Kalau aku tau, mana mungkin aku tanya padamu, serius kau tidak tau dimana dia?" Bams kembali bertanya
"Ya seriuslah, coba kamu tanya Kakak kamu selama ini dia orang yang paling dekat, lagian tumben kamu nyari dia?, biasanya kamu juga nggak peduli"
"Itu bukan urusanmu"
"Itu akan menjadi urusanku, bila kau mencarinya hanya untuk kau sakiti, jika kau memang tidak bisa mencintainya lepaskanlah ia, aku berjanji akan membahagiakanya" ucap Morgan
"Aku tak akan pernah melepaskanya, aku mulai menyadari perasaanku padanya meskipun ini sulit tapi aku akan memperjuangkanya kembali" ucap Bams mantab
"Lalu bagaimana dengan Celine, kamu jangan maruk, atau kamu akan kehilangan dua-duanya" ucap Morgan
"Aku dan Celine sudah berakir, aku baru menyadari bahwa selama ini aku hanya kasian padanya, aku tak pernah mencintainya, semua yang aku lakukan hanya balas budi karena dia sudah merawatku, tapi aku tak bisa melanjutkan ini, kalau ini terlalu lama dibiarkan Celine akan merasakan sakit juga, sekarang aku sudah tau kemana hatiku berlabuh" ucap Bams dengan senyum mengembang
"Silahkan saja berjuang, tapi aku juga tidak akan mundur, kita bersaing secara sehat biarlah Thalita nantinya yang akan memutuskan bersama siapa" ucap Morgan
"Jika kau terus maju, aku akan menjadi Rival terberatmu" ucap Bams mantab
Kemudian ia meninggalkan kediaman Morgan, dan berusaha mencari tau dimana keberadaan Thalita dan menyusulnya.
Sementara itu Thalita yang tengah berlibur, ia sangat bahagia sejenak ia bisa melupakan kemelut hidupnya, bertiga dengan suster yang menjaga Batha.
"Huft....Bismillah semoga esuk lebih baik, amien" guman Thalita
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa like, comment dab favirite ya men temen