
Seperti yang dikatakan Bams pada Thalita .Bams kini keluar kota untuk bekerja selama satu minggu .Hari pertama setelah ditinggal Bams Thalita memutuskan untuk tinggal bersama orang tuanya
" Ma... Thalita ke kampus dulu ya " Pamit Thalita pada mamanya
" Hati hati sayang ,biar kamu diantar mang Diman nanti pulangnya kamu naik taxy aja soalnya mama mau suruh mang Diman antar mama Arisan " ucap Rahmawati (mama Thalita )
" Iya ma " ucap Thalita sambil mencium takzim tangan mamanya
Sesampainya diparkiran kampus Thalita berpapasan dengan Ryan .namun Ryan cuek seakan tidak mengenal Thalita
" Mang nanti nggak usah jemput saya ,kata mama nanti mang Diman suruh antar mama Arisan " ucap Thalita sebelum pergi meninggalkan sopirnya
" Iya neng " ucap mang Diman sopan
Thalita buru buru ke kelasnya karena takut telat karena jam pertama adalah jam Dosen killer alias Ryan
" Alhamdullilah gue nggak telat " ucap Thalita setelah sampai dikelas
Sesaat kemudian Ryan memasuki kelas
" Kumpulkan tugas sekarang juga " ucap Ryan
Thalita sibuk mencari tugasnya didalam tasnya namun ternyata tugasnya ketingalan di Rumah
" Mampus gue ,tugas gue ketingalan " bisik Thalita pada Laras
" Kok bisa sih ?" tanya Laras
" Gue tadi nginep dirumah mama dan buru buru takut telat .Gimana ini " Thalita mulai panik
" Siapa yang belum mengumpulkan tugas sportif tunjuk jari " ucap Ryan
Dengan terpaksa Thalita tunjuk jari dan sialnya hanya dia yang tidak mengumpulkan tugas
" Kamu lagi kamu lagi ,nggak bosen bosenya bikin masalah " ucap Ryan
" Maaf pak ,tugas saya ketinggalan " ucap Thalita .Tapi Ryan sama sekali tidak menyaut perkataan Thalita
" Huft aman gue nggak dihukum " batin Thalita setelah beberapa saat Dosen memulai kuliah namun ia belum diberi sangsi
" Kuliah hari ini saya cukupkan sekian sampai jumpa dipertemuan yang akan datang dan kamu Thalita keruangan saya " ucap Ryan tegas
" Mampus gue , baru aja gue bernafas lega hukuman sudah menanti gue " guman Thalita
Sesampainya diruangan Ryan .Thalita langsung dikasih tugas berjibun oleh Ryan.
" Serius ini pak semua transkip mahasiswa ini Bapak nyuruh saya merekapnya " ucap Thalita tidak percaya dengan tugas dari Ryan yang menurut dia terlalu banyak
" Kapan saya bercanda ,kalau masih protes nanti saya tambah lagi tugas kamu " ancam Ryan yang seketika membuat Thalita bungkam
__ADS_1
Setelah satu jam Thalita mengerjakan tugas dari Ryan tiba tiba Ryan masuk dan membawa makanan
" Ini dimakan saya tau kamu pasti kelaparan " kata Ryan
" Wah terima kasih pak , tapi maaf saya lagi diet " ucap Thalita tak ingin makan makanan dari Ryan karena takut kelamaan mengerjakan tugas
" Kalau disuruh makan itu ya makan ,nggak menghargain banget " ucap Ryan sewot
" Mohon maaf sebelumnya pak ,bapak taukan artinya diet ?" tanya Thalita singkat
" Makan sekali nggak bakal bikin kamu gendut " ucap Ryan
" Maaf pak saya tetap pada prinsip saya " ucap Thalita
" Menarik banget ini cewek " batin Ryan mulai kagum dengan Thalita
" Pak ini tugasnya sudah selesai pak " ucap Thalita sembari menyerahkan tugas pada Ryan .namun rupanya Ryan masih ingin bersama Thalita ia menyuruh ini dan itu sampai akhirnya ia kehabisan ide menahan Thalita
" Huft... akhirnya gue bebas juga dari Dosen killer " guman Thalita
" Tha... akhirnya elo keluar juga " ucap Laras
" Tha ... kayanya tuh Dosen naksir elo deh ,masalahnya kalau elo yang bikin salah biarpun sekecil biji sawi pasti kena hukuman dan kayaknya seneng banget ngurung kamu diruangannya " cerocos Lisa
" Setuju .... gue sependapat sama Lisa " ucap Laras
" Kalian jangan ngaco deh ,ntar kalau dia denger gue kena hukuman lagi " ucap Thalita
" Hati hati Tha " ucap Laras dan Lisa kompak
Sehabis dari kampus Thalita langsung ke kafe untuk menenangkan pikiran rasa kangen pada Bams tambah membuncah belum lagi akir akir ini dia selalu ada masalah dengan Dosen barunya
"Boleh gabung " tanya seorang laki laki tak lain adalah Ryan
" Kok Bapak disini " tanya Thalita
" Aku pingin ngopi aja ,eh tiba tiba lihat kamu " ucap Ryan padahal dari tadi ia nguntit Thalita semenjak dari kampus
" Hmmm emangnya nggak ada kelas lagi pak ?" tanya Thalita
" Enggak ada " jawab Ryan singkat
" Kamu sendirian aja ? " tanya Ryan
" Seperti yang bapak liat " kata Thalita singkat
" Tha kalau diluar jangan panggil Bapak kesanya aku tua banget " ucap Ryan
" Kan Bapak memang Dosen saya masak saya panggil akang kan nggak lucu " ucap Thalita
__ADS_1
" Kalau kamu mau panggil akang juga boleh ,Serius " kata Ryan
" Ini Dosen gaje banget " batin Thalita yang merasa Ryan mulai nggak jelas
Sesaat kemudian Thalita mendapat notifikasi dari ponselnya rupanya Bams yang mengirimi pesan
" Sayang kamu lagi apa ?" tulis pesan Bams
" Lagi mikirin kamu " Thalita mulai mengombal
" Akang pingin cepet cepet pulang jadi tambah kangen istri akang udah pinter gombal " balas Bams .Thalita kembali membalas pesan Bams sambil senyum senyum sendiri nggak jelas
"Akang ? akang peyang " balas Thalita sambil memberi emoticon ketawa ngakak
Sejak tadi Ryan memperhatikan gerak gerik Thalita yang sibuk dengan ponselnya ada rasa tidak suka melihat Thalita sibik sendiri dengan Ponselnya
" Tha ... nggak pesen makan ?" tiba tiba Ryan membuyarkan kegitan Thalita bertukar pesan dengan Bams
" Enggak pak ,sepertinya saya mau pulang duluan " ucap Thalita
" Mau kemana buru buru " tanya Ryan
" Ada urusan sedikit mari pak permisi " ucap Thalita sambil meninggalkan mejanya
" Semakin menarik .aku semakin tertantang untuk mendapatkanmu Thalita " guman Ryan pelan
Semenjak ditinggal Bams Thalita menghabiskan waktu dirumah mamanya dan dirumah Rania .Setiap malam Bams selalu menghubungi Thalita lewat videocall .Bams sudah tidak sabar pingin pulang memeluk istrinya yang cantik
" Pa... sepertinya ada yang merana pa ,galau ditinggal suaminya " goda Rania disela sela makan malam mereka
" Jangan galau galau Tha.kalau kamu galau aku tambah kerjaan Bams jadi satu bulan " goda Bima
" Ih kalian memang nyebelin ,udah tau disini LDR an kalian berdua mesra mesraan terus " sungut Thalita
" Ma ... sepertinya ada yang cemburu sebaiknya kita lanjutkan dikamar aja ma " ucap Bima memanas manasi Thalita
" Gendong dong pa ?" ucap Rania manja dan tanpa babibu Bima langsung mengendong Rania
" Dasar kakak dan Kakak ipar Laknak " ucap Thalita sambil mencebikkan bibirnya
" We..weeeeekkk " ucap Rania sambil menjulurkan lidahnya
Inilah yang Thalita dari pasangan ini selalu mesra tak pernah sekalipun mereka ribut .kalau dirinya dan Bams sedikit sedikit ribut lalu mesra lagi lalu ribut lagi
" Bams aku merindukanmu " guman Thalita pelan
Malam ini Thalita tidur bersama Eliza putri Rania .setelah membacakan dongeng gadis kecil itu terlelap
" Cantik sekali ponakan tante ,apakah nanti kalau aku punya anak perempuan akan secantik ini atau mirip Bams atau mirip aku .ahhh aku jadi pingin punya anak " guman Thalita sambil membelai wajah cantik Eliza .Disaat ia tengah membayangkan punya anak dengan Bams nantinya tiba tiba ada sebuah pesan dari ponselnya
__ADS_1
" Ahh... pasti dari Bams .baru aja videocall udah kirim pesan jadi tambah kangen kan akunya " guman Thalita sambil membuka pesan digawainya namun mendadak wajahnya cemberut karena yang mengirimi ia pesan bukan Bams melainkan Ryan