Bams Dan Thalita

Bams Dan Thalita
Najwa lagi


__ADS_3

Kini semua telah bernafas lega ,kak Rania sudah sehat seperti biasa dalam artian dia sehat mental dan Psikisnya .


Kami sudah kembali kerutinitas masing masing dan Bams jauh lebih sibuk dari biasanya karena sekarang semua tanggung jawab kak Bima di bebankan pada Bams .Firma kak Bima kini Bams yang pegang .Aku selalu mendukung kegiatanya .


" Bams tumben pulang cepet ? nggak lembur hari ini ?" tanyaku padanya


" Enggak , aku sengaja nggak lebur capek banget pingin pulang dan peluk kamu " ucapnya seraya mendusel ndusel


" Ih ... kamu sekarang raja gombal ya ?" ucapku


" Nggak gombal serius aku ,apa lagi ada Najwa jadi aku cepet cepet pingin pulang " katanya


" Najwa ? Najwa mantan kamu ?" ucapku dengan nada tak suka ,teringat kelakuanya dulu hampir merusak rumah tanggaku


" Bukan mantan ,aku belum pernah jadian " Bams membela diri


" Ngapain dia kekantormu ,mau merayu kamu lagi " ucapku sewot


" Idih... posesifnya kumat " goda Bams


" Bukan begitu ,aku masih trauma dengan perempuan itu " ucapku


"Terus ngapain dia kesitu ?" tanyaku lagi masih penasaran .


" Ternyata dia udah nikah dengan pengusaha " kata Bams


" Terus apa hubungannya ke kantor kamu ? mau pamer ?" ucapku lagi


" Ih... kamu galak banget lama lama aku makan kamu disini " ucap Bams sambil menoel pipiku


" Lah terus ngapain perempuan itu ke kantormu " aku masih mendesak Bams


" Dia ingin cerai dari suaminya ,terus meminta bantuanku " terang Bams


" Kenapa harus kamu ?" tanyaku nggak terima


" Dia bilang katanya dia korban KDRT , suaminya itu selingkuh dia memergokinya sendiri lalu suaminya mengajarnya " ucap Bams


" Serius Bams , jangan jangan itu hanya kamuflase aja biar deket sama kamu lagi " ucapku masih curiga pada perempuan itu


" Aku rasa enggak dia kekantor masih dalam keadaan lebam lebam terus dia juga sudah visum " ujar Bams


" Kasian juga dia ya " ucapku


" Makanya aku mau tanya kamu boleh nggak ,aku nangani kasus dia nanti kamu cemburu lagi repot aku " kata Bams


" Kan nggak harus kamu langsung yang menanganinya " ucapku karena aku masih belum rela Bams berhubungan dengan perempuan itu.


" Masalahnya suaminya kan pengusaha pasti dia juga pakai pengacara yang handal juga .nggak mungkin juga dia pakai pengacara ecek ecek ,makanya kalau kamu memperbolehkan aku membantu dia aku akan menangani kasusnya tapi kalau kamu tidak mengijinkan aku kan menolak permintaan dia .Karena aku belum memberi kepastian padanya jadi membantu atau tidak " kata Bams lagi

__ADS_1


" Jujur aku masih kesel sama perempuan itu ,tapi kalau mendengar dia jadi korban KDRT atas tuduhan perselingkuhan kasian juga . Aku ijinin kamu tapi dengan syarat sebatas profesional kerja aja nggak pakai hati " ucapku pada akirnya .


" Makasih sayang kamu udah mengerti profesi aku " ucapnya sambil memelukku .


Sesuai yang Bams katakan semalam bahwa ia akan membantu menangani kasus Najwa,pagi pagi perempuan itu sudah nongky manja didepan rumahku


" Pagi Tha... "sapanya


" Pagi..." jawabku .


" Semoga keputusanku mengijinkan Bams membantumu adalah keputusan yang tepat." ucapku


" Makasih Tha ... kamu udah ijinin Bams menangani kasusku


" Terus ngapain kamu pagi pagi kesini " tanyaku.


" Aku mau kasih berkas berkas ini ke Bams " ucapnya.


" Hmm..., tapi gue nggak ngasih elu masuk rumah gue karena gue harus ke kampus pagi pagi.Dan otomatis Bams dirumah sendirian .Aku nggak mau terjadi fitnah " ucapku pada Najwa


" Iya aku mengerti Tha... tapi aku mau ketemu Bams sebentar saja aku janji nggak masuk kerumahmu " ucapnya


" Ya udah ,gue berangkat ingat pesan gue tadi !" ucapku padanya dengan nada penegasan


Pov Thalita End.


Setelah memastikan Thalita benar benar sudah pergi ,diam diam Najwa masuk ke dalam rumah Bams dan Thalita .


" Aku mau nyerahin berkas berkas ini " ucapnya


" Ini kan bisa kamu serahin kekantor nggak usah kesini juga kali,ini hisa membuat istriku marah kamu tau nggak ?" kata Bams mulai geram


" Aku udah ijin sama istri kamu tadi didepan " kata Najwa


" Bukanya istriku sudah berangkat kerja ?" tanya Bams


" Iya ...tadi aku ketemu didepan suruh masuk aja katanya kamu didalam " dustanya .


" Aku peringatkan kamu Najwa ,ini terakir kalinya kamu samperin aku dirumah ,kalau kamu nekad aku tidak akan menganani kasusmu " ancam Bams


" Aku mau kekantor sekarang, kamu sebaiknya pergi dari rumahku sebelum terjadi fitnah " ucap Bams tegas


" Tapi Bams ... aku mau kekantormu juga kenapa nggak sekalian aja barengan kamu " ucap Najwa


" Tidak..tidak ,nggak boleh kita bukan muhrim nggak boleh berduaan dalam satu mobil" tolak Bams.


" Bams kamu nggak kasihan sama aku ,nanti kalau aku ketemu suamiku dan dipukuli lagi bagaimana " ucap Najwa dengan nada memelas . Bams terdiam sambil mengotak atik ponselnya.


" Kamu nggak bakal tega Bams ,buktinya kamu diam nggak bisa jawabkan " Batin Najwa mereog

__ADS_1


" Aku sudah pesan taxy online sebentar lagi datang ,kamu tunggu disini " kata Bams sambil meninggalkan Najwa


" Sialan ... gagal rencanaku ,tapi aku masih punya segudang rencana untuk mendapatkanmu Bams " batin Najwa.


Sesampainya dikantor Bams langsung berpesan pada reserpsionis bila dia tidak ingin bertemu Najwa .


" Ema ... nanti kalau Najwa datang bilang aku lagi keluar kantor ,kalau dia ada perlu suruh ketemu Ikbal saja " pesan Bams pada Ema resepsionisnya.


" Baik pak ,tapi pak Bu Najwa itu ngeyel orangnya bagaimana kalau nanti dia nekat ?" tanya Ema


" Kamu aturlah bagaimana caranya dia nggak ketemu aku " kata Bams sambil melengang pergi.Benar saja beberapa saat Najwa sudah sampai dikantor Bams


" Ibu Najwa mau kemana ?" tanya Ema melihat Najwa nyelonong masuk.


" Apa urusanya sama kamu ?" tanya Najwa ketus


" Bu ini kantor bu ,ibu tidak bisa seenaknya main nyelonong aja " omel Ema


" Yang bilang ini pasar siapa ?" sinia Najwa


" Tetep ya ,Ibu nggak boleh masuk sembarangan disini ada prosedurnya " kata Ema


" Dasar perempuan udik ,belagu banget " ucap Najwa sambil berlalu begitu saja .Namun Ema tidak kekurangan akal


" Security ... tangkap dia ,dia penyusup " ujar Ema memanggil security.Kemudian security menghadang Najwa.


" Ibu jangan membuat keributan ditempat ini " ucap Security sambil menarik tangan Najwa


" Kalian nggak tau siapa saya ?" geram Najwa


" Semua orang juga tau siapa Ibu , Wanita yang tidak punya aturan kebanyakan main dipasar ya bu ?" Ledek Ema


" Aku adukan kalian semua pada Bams ,biar kalian kehilangan pekerjaan " ancam Najwa


" Silahkan adukan Bu ! " tantang Ema


" Bams ...Bams.." Najwa teriak teriak memanggil Bams


" Ada apa ini ribut ribut " Ikbal keluar dari ruanganya .Ia sudah tau kalau Najwa akan kesini dan menemui Bams dan menyuruhnya untuk menemui Najwa


" Siapa kamu ? " tanya Najwa songong


" Saya Ikbal ,Aspri pak Bams " ucap Ikbal ramah.


" Bilang sama Boss kamu aku pingin ketemu tapi dihalang halangi para cecunguk ini " kata Najwa sambil menunjuk Satpam dan Ema


" Maaf Ibu ,Pak Bams lagi diluar kalau ada perlu bisa langsung dengan saya " ucapnya masih sopan


" Aku nggak butuh kamu,aku pingin ketemu Bams " ucap Najwa

__ADS_1


TBC


__ADS_2