
Setelah kejadian di puncak ,Thalita semakin hati - hati dengan semua klien wanita Bams.
" Sayang kamu makin hari makin posesif aja ?" tanya Bams
" Gimana nggak posesif suamiku kerjanya dikelilingi ulet keket " ucap Thalita sambil manyun.
" Cup " Bams mengecup bibir Thalita sekilas .
" Aku makin hari ,makin gemas aja sama kamu .Kapan kamu mau kasih Thalita junior atau Bams junior aku sudah kangen pingin bermain dengan anak - anak " ucap Bams
" Ya ,kamu harus sabar dong " ucap Thalita.
" Sayang ... mulai besuk aku tidak akan lembur " ucap Bams
" Kenapa begitu ?" tanya Thalita keheranan.
" Semua pekerjaanku sudah banyak aku delegasiin sama bawahanku .Mereka sudah bisa diandalkan " ucap Bams
" Terus kamu mau kemana ?" tanya Thalita.
" Ya dirumahlah ,kita promil ya .Besuk aku anter ke dokter " ucap Bams
" Deg ...Mampus aku ,bagaimana kalau aku ketahuan setelah di cek dokter kalau selama ini aku meminum pil pencegah kehamilan " batin Thalita .Ia ketakutan sendiri membayangkan hari esuk.
Segala upaya dilakukan Thalita agar bisa menghindar dari ajakan Bams kedokter kandungan.
" Sayang jangan lupa nanti sore kita ke dokter kandungan " ucap Bams sebelum berangkat kekantor.
" Iya " ucap Thalita dalam hati ia berdoa semoga nanti ia bisa menghindar dari pemeriksaan dokter.
Sepanjang perjalanan kekampus Thalita hanya diam saja .Rasa cemas melanda .Ia sudah membayangkan Bams akan memarahinya jika ketahuan meminum pil pencegah kehamilan.
Sore hari Bams menghubungi Thalita .Namun Thalita sengaja tidak mengangkat pangilan dari Bams .Hingga panggilan kesepuluh baru dia angkat.
" Ya hallo Bams " ucap Thalita gugup.
" Kok lama banget ,kamu kemana aja sih ?" tanya Bams diseberang sana
" Maaf sayang tadi aku ketoilet " dusta Thalita.
" Ya ,sudah tadi aku cemas banget aku kira kamu kenapa- napa , Aku cuma mau ngabari kalau aku nggak bisa nganter kamu ke dokter kerjaan aku banyak banget mungkin nanti aku pulang telat " ucap Bams penuh penyesalan.Sementara Thalita kini bernafas lega karena ia bisa terbebas .
" Alhamdulillah..." ucap Thalita keceplosan.
" Kok Alhamdulillah sayang ?" tanya Bams heran.
" Bukan ...begitu maksudku , Aku senang kamu baik - baik aja tadi aku juga mikirin kamu .kok belum pulang - pulang ternyata kamu lembur " ucap Thalita berbohong .
" Oh syukurlah ... ....... Ya sudah sayang ,love you " ucap Bams diseberang sana .
" Love you more " ucap Thalita mengakiri pangilanya.
" Ahhhhh... Setidaknya hari ini aku bebas ,ntah besuk " ucap Thalita.
__ADS_1
Hari berikutnya Thalita benar - benar tidak bisa menghidar dari rencana untuk ke dokter kandungan.
" Ya...Tuhan selamatkan aku " dalam hati Thalita terus berdoa .
" Kamu kok tegang begitu ?" tanya Bams .
" Nggak kok " elak Thalita.
" Kamu tenang aja aku yakin semua pasti baik - baik aja ,semoga setelah ini kita segera diberi momongan " ucap Bams seraya mengemgam tangan Thalita.
Rasa khawatir Thalita bertambah besar ketika memasuki tempat praktek dokter kandungan .berkali- kali ia menghela nafas untuk menetralkan detak jantungnya .
" Kita sudah sampai sayang, Rilex ! " ucap Bams sambil merangkul Thalita.
Thalita hanya menganguk .tak lama setelah itu namanya dipanggil untuk masuk ke ruang periksa ditemani Bams .
" Aku seperti memasuki ruang sidang dan menjadi tersangka " batin Thalita .keringat dingin terus membanjiri tubuhnya tanganya gemetar.
" Ibu Thalita silahkan naik ke ranjang biar saya periksa " ucap Dokter.
" Rilex Ibu ,kenapa tegang sekali ?" tanya dokter
" Ia takut dok ,kalau divonis yang tidak- tidak tapi saya akan menerima apapun hasilnya " ucap Bams.
" Wah Ibu Thalita beruntung sekali punya suami yang penyayang seperti Pak Bams " ucap dokter.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter menjelaskan kondisi rahim Thalita.
" Begini Bapak Ibu " dokter sengaja menjeda ucapanya.
" Mampus aku ketahuan " batin Cahaya wajahnya menjadi pucat pasi.
" Ibu Cahaya nggak usah tegang begitu ,berdasarkan hasil pemeriksaan semuanya hasilnya bagus ,Ibu Thalita dinyatakan subur " ucap dokter
" Alhamdulillah " ucap keduanya bersamaan.Thalita lega karena tidak ketauan dan Bams lega karena kondisi istrinya baik -baik saja.
" Tuh kan sayang , kamu sehat dan subur .Sekarang nggak tegang lagi kan ?" tanya Bams
" Iya sayang " ucap Thalita .Kemudian pasangan ini kembali kerumah dengan perasaan plong keduanya.
Hubungan keduanya semakin mesra.keduanya saling sayang dan saling dukung .
" Sayang aku lagi dapet ... Tolong ambilkan pembalut dilemariku " ucap Thalita dari kamar mandi
" Iya ...disebelah mana ?" tanya Bams sambil mencari - cari.
" Itu dekat dalaman " teriak Thalita dari dalam kamar mandi
" Plug..." sebuah benda jatuh .
" Ini obat apa ? " Bams yang penasaran kemudian menyimpan obat itu disaku celananya.
" Apa Thalita sakit keras ? Kenapa ia tidak pernah memberitahu aku ?" batin Bams .
__ADS_1
" Kalau aku tanya pasti dia akan mengelak ,sebaiknya aku selidiki ini obat apa agar aku tau penyakit Thalita " Bams kembali membatin
" Bams kok lama banget ?" ucap Thalita dari kamar mandi .Bams tersadar dari lamunanya.
" Iya sayang ini baru ketemu " ucap Bams .
Tak lama kemudian Thalita keluar dari kamar mandi.dan memprotes Bams.
" Sayang tadi kok lama banget sih ,sampai jamuren aku didalam " ucap Thalita.
" Iya maafkan aku sayang " ucap Bams sambil memeluk Thalita dengan erat.
" Kamu ini kenapa sih ,kok aneh banget tiba - tiba memelukku begini " ucap Thalita.
" Enggak apa - apa aku cuma takut kehilangan kamu aja " ucap Bams tiba - tiba .
" Hei... Bams aku nggak kemana- mana " ucap Thalita.
" Sayang aku pergi dulu ya ?" pamit Bams
" Mau kemana ?" tanya Thalita.
" Mau ketemu klien sebentar ,habis itu aku lansung balik .Aku nggak bakal lama " ucap Bams
" Ya udah ,hati - hati " ucap Thalita .
Bams sudah tidak sabar ingin mengecek obat apa yang ia temukan ia langsung keapotik untuk menanyakan itu obat apa .
" Mbak bisa minta tolong di cek ini obat apa ?" tanya Bams pada apoteker.Sambil menyerahkan obat yang ia bawa dari rumah.
" Yang ini pak " tanya apoteker memastikan.
" Iya ...apakah itu obat untuk penyakit berbahaya ?" tanya Bams penasaran.
" Bukan pak ,ini hanya pil pencegah kehamilan " kata apoteker .seketika Bams kaget tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar.
" Mbak yakin ini obat pencegah kehamilan " tanya Bams menyakinkan.
" Benar pak " ucap Apoteker .Seketika Bams lemas dibuatnya.
" Tega kamu Tha... Selama ini kamu membohongi aku " batin Bams.
Sesampainya di rumah ia langsung mencari keberadaan Thalita ia sudah tidak sabar menanyakan tentang obat .
" Bams kamu kok cepet baget pulangnya " tanya Thalita.
" Jelasin ini apa ?" tanya Bams sambil melempar obat yang baru ia temukan .
" kamu dapat ini dari mana ?" tanya Thalita .
" Kamu nggak usah tanya ini dari mana ,jawab saja pertanyaanku " ucap Bams penuh emosi.
" Maafkan aku Bams ?" ucap Thalita sambil menangis .
__ADS_1