
Dengan mendorong trolly belanjaan dan mengendong baby Batha, Thalita bersenandung kecil, tiba-tiba saat diparkiran ia melihat kembali laki-laki yang tadi bersama putranya sedang bercakap-cakap dengan seseorang, hatinya bergemuruh mendengar suara laki-laki itu, ya suara yang sangat ia rindu.Dengan langkah gemetar ia mendekati laki-laki itu.
"Subhanallah, Bams...ini kamu" ucap Thalita tak percaya dengan apa yang ia lihat. Dia mendekat dan hendak memeluk sosok yang siang malam tak pernah luput dari ingatanya namun, laki-laki yang diyakini adalah belahan jiwanya ini menghindar.
"Maaf, anda siapa ya?" tanya Laki-laki itu.
"Juuederrr...." bagai disambar petir, sosok yang ia rindu siang dan malam, kini menolaknya bahkan seperti terkesan tidak mengenalinya.
"Jangan bercanda begini dong sayang, ini nggak lucu" ucap Thalita, kembali ia mendekat dan hendak kembali memeluknya lagi-lagi Bams menjahuinya.
"Maaf mba, sepertinya anda salah orang" ucap Laki-laki yang ia yakini adalah suaminya, ayah dari anak-anaknya.
"Kamu Bambang Surya Atmaja kan?, aku nggak mungkin salah mengenali suamiku sendiri" ucap Thalita sambil menangis ia sangat terluka mendapat penolakan dari Bams.
"Saya memang Bams , tapi maaf saya tidak kenal anda!, permisi" ucap Bams lalu meninggalkan Thalita masih terpaku ditempatnya saat hendak mengejar Bams namun, Batha menangis mau tidak mau ia menenangkan putranya dulu.
Sepanjang perjalanan Air mata Thalita tak pernah surut, ia yakin tak mungkin salah mengenal orang, dari postur tubuhnya, gerak-geriknya, cara bicaranya, suaranya tidak ada yang berubah tapi mengapa Bams seolah tak mengenalinya.
"Kak Rania pasti tau sesuatu, tapi mengapa dia tidak pernah bicara apa-apa, aku harus menemui kak Rania, Astaga....aku sampai lupa kalau Kak Rania sedang liburan ke LA" guman Thalita.
Ia bertekat ingin menemui suaminya di kampung halaman mertuanya, namun naasnya tiba-tiba Batha deman tinggi, lagi-lagi demi kesehatan sang putra ia harus bersabar lebih banyak lagi.Saat ini Thalita masih sibuk bekerja rencanaya ia ingin meminta cuti untuk bisa menemui Bams jika keadaan Batha sudah membaik.
"Sayang hari ini kita ke Taman ya, agar kamu cepat pulih dan kita segera ketemu Papa" ucap Thalita pada sang putra.
"Sus, kita ke Taman bentar yuk" Thalita mengajak suster yang menjaga Batha, ia sengaja mengajak suster karena badanya juga kurang fit takut anaknya tambah parah bila dekat dia.Tak butuh waktu lama Thalita tiba di Taman dekat rumahnya, suasanaya sangat asri, dulu ia sering menghabiskan waktu disini bersama Bams, kini semua hanya tinggak kenangan, Laki-laki yang sangat ia rindukan hilang bak ditelan bumi dan beberapa waktu yang lalu ia bertemu denganya namun, seolah ia tak mengenalnya, sakit tapi tak berdarah itulah yang Thalita rasakan saat ini.
"Ya Tuhan, aku mulai halu lagi, kenapa aku melihat Bams disini" batin Thalita
Berulang-ulang ia mengucek matanya agar bayangan Bams hilang nyatanya dia tidak hilang sama sekali.
"Sus, nitip Baby Batha bentar ya!" pinta Thalita pada Baby sisternya
__ADS_1
"Iya bu," jawab Baby sister itu singkat.
Dengan pasti ia melangkah mendekati sosok yang diyakininya adalah Bams suaminya.
"Bams, kamu disini juga?, aku yakin kamu nggak bakal lupa tempat ini" ucap Thalita sambil mengemgam tangan Bams, Tangan yang sangat ia rindukan, namun secepat kilat Bams menepis gemgaman tanganya.Thalita tidak menyerah ia terus merepet ke Bams
"Berhenti nona!, saya risih dengan sikab anda, harusnya anda bisa menjaga sikab anda sebagai seorang muslim, pakaian anda sangat sopan harusnya mencerminkan sikab anda, namun kenapa semua berbanding terbalik" ucapan Bams telak menusuk kedasar ulu hatinya.
"Bams, aku ini istrimu!, baik kalau kamu lupa aku perkenalkan diriku lagi aku ini istri sah kamu, dan kita sudah dikaruniai seoarang baby" ucap Thalita.
"Maaf mbak, kalau halu jangan ketingian, kita baru bertemu beberapa hari jadi mana mungkin saya punya anak dengan mbak" ucap Bams lagi-lagi hati Thalita bagai ditusuk duri, perih dan sakit sekali.
"Hai sayang kamu disini? Aku cari-cari dari tadi ternyata disini" tiba-tiba seorang gadis berwajah bule yang sangat cantik mendekati mereka.
"Apa dia bilang? sayang," batin Thalita bergemuruh.
"Sweety, maafin aku yah membuat kamu bingung nyariin" ucap Bams.
"Bams, jadi ini alasan kamu pura-pura lupa sama aku?, kamu sudah punya perempuan lain?, keterlaluan kamu!" emosi Thalita tak terbendung lagi
"Hai, kamu gila ya?, kenapa kamu pukul pacar aku?" tanya gadis tadi tidak terima.
"Plak...plak...plak.." bukan jawaban yang didapat gadis itu tapi tiga buah tamparan dihadiahkan Thalita pada gadis bule tersebut.
"You are crazy!" teriak gadis itu
"Kamu yang gila!, pelakor! Sini aku gibas kamu" Thalita seperti kesurupan mengamuk tanpa terkendali.
Tak berapa lama pihak keamanan satpol PP datang dan melerai pertengkaran mereka dan mereka bertiga dibawa satpol PP untuk diintrograsi karena sudah membuat keributan ditempat umum.
"Bisa dijelaskan mengapa kalian bertiga bikin keributan di tempat umum?" tanya satpol PP dikantor mereka.
__ADS_1
"Dia suami saya, dan dia pelakornya, apa salah saya hanya sedikit memberi pelajaran pada mereka, bahkan kalau saya mau saya bisa laporkan mereka ke polisi atas dasar tuduhan perselingkuhan" ucap Thalita mengebu
"Bukan Pak, kami tidak mengenalnya sama sekali dan tiba-tiba perempuan ini menyerang kami dengan bar-bar" ucap perempuan bule tadi
"Bagaimana Bapaknya kenal dengan wanita ini?" tanya petugas satpol PP, namun Bams hanya mengeleng.
"Bohong, dia suami saya, bapak taukan Bambang Surya Atmaja,SH pengacara terkenal itu?, dia orangnya dan saya istrinya" ucap Thalita lantang.
"Hmmm pantesan sepertinya, saya familiar dengan Bapak ini, jadi mbak ini Mbak Thalita adeknya Almarhum pak Bima pengacara terkenal itu?" tanya Satpol PP kepo
"Iya, jadi sudah jelaskan siapa istri sah dan siapa pelakor" teriak Thalita lantang.
"Ok, Ibu bisa serahkan kartu keluarga, ktp atau surat nikah?" tanya Satpol PP
"Kalau ktp saya bawa pak, yang lainya saya nggak mungkin saya bawa kemana-mana" ucap Thalita sewot
"Tolong bawa surat nikah dan KK segera,bagaimanapun caranya" titah satpol PP.
"Saya ada foto sama suami saya ini paka sebagai bukti," ucap Thalita memperlihatkan hanphonenya
"Hallah fotokan bisa diedit, dasar cewek gila!, sokab banget jadi orang" kata perempuan bule itu
"Diam kamu!, dasar pelakor nggak tau diri" Thalita tersulut emosi
Satpol PP itu kemudian melihat foto di ponsel Thalita dilihatnya Bams dan Thalita di berbagai kesempatan.
"Pak ini sepertinya memang benar-benar anda" kata Satpol PP dan Bams melihat foto-foto dirinya dalam ponsel Thalita alangkah terkejutnya dia setelah ia tau banyak foto dirinya dan Thalita disana
"Arghhh...sakit..." ucap Bams sambil memegangi kepalanya.
"Brugh..." Bams jatuh pingsan
__ADS_1
Tbc...
Jangan lupa like ,comment dab favorite ygy