
Thalita pov
Tubuhku terasa lemas serasa tak bertulang melihat berita barusan.Ditambah Bams mengatakan kalau kak Bima ada dalam pesawat itu.Pagi hari aku dan Bams kekediaman kak Rania untuk memberikan kabar kecelakaan pesawat .Kak Rania belum tau soal ini karena malam itu juga aku dan Bams langsung kepihak penerbagan .Mengecek kabar tersebut dan benar saja Kak Bima adalah salah satu penumpang dari pesawat tersebut dan kami menunda memberitau kak Rania hingga pagi .Kami berusaha merangkai kata yang pas untuk menyampaikan berita ini pada Kak Rania.
" Kakak ada sesuatu yang ingin aku sampaikan " kata Bams hati hati
" Apa itu Bams kelihatanya serius sekali " tanya kak Rania
" Kak... emm aku mohon kakak yang sabar ya " ucap Bams lagi
" Ini ada apa sih Bams , jangan buat kakak takut " ucap Kak Rania mulai panik.Aku melihat Bams dian sejenak dan menghela nafas
" Kak.. pesawat yang ditumpangi kak Bima mengalami kecelakaan tadi malam " ucap Bams pelan
" Apa ... ? , Brukkk " kak Rania langsung pingsan .Kami semua panik dan kak Rania tak kunjung sadar lalu kami membawanya kerumah sakit .
" Bams .... kamu harus kuat , kita semua bersandar padamu kamu nggak boleh lemah " ucapku menyemangati Bams .Ia sangat terpukul dengan kabar kecelakaan pesawat yang ditumpangi kak Bima ditambah lagi kak Rania keliahatanya shock banget. Jujur aku juga sangat sedih kakaku satu satunya sekarang tidak tau dimana rimbanya entah masih hidup atau tidak.Tapi aku harus kuat kalau aku lemah dan ikut ikutan sakit seperti kak Rania kasian Bams .
" Aku nggak tau harus bagaimana Tha ... jujur ini semua terlalu mendadak , kak Bima bukan hanya kakak bagi aku tapi dia juga mentor dalam semua aspek kehidupanku dan ditambah lagi keadaan kak Rania sekarang seperti ini " ucap Bams pilu .Aku mendekatinya dan memeluknya untuk memberikan dukungan padanya
" Kamu nggak sendirian Bams ,masih ada aku disamping kamu , aku juga sangat kehilangan kakakku aku juga sangat menyayanginya tapi aku tidak boleh terpuruk Bams " kataku menyemangatinya
" Makasih Tha ... kamu selalu ada didekatku dan selalu mendukungku ,kita lalui semua ini sama sama ya Tha " ucapnya sembari memelukku dan aku liat dia menitikkan air mata .
" Kamu sekarang ke maskapai lagi siapa tau ada informasi penting biar kak Rania dan mama aku yang jaga " ucapku .Selain kak Rania mama juga tak kalah shock ia juga di rawat dirumah sakit yang sama dengan kak Rania
" Iya ... aku akan kesana dan setelah dari maskapai aku akan ikut dengan tim sar mencari kak Bima dan Mas Arya juga membantu pencarian dengan timnya sendiri ,semoga saja kak Bima bisa diketemukan dalam keadaan selamat " Ucap Bams
" Iya Bams ,didunia ini tidak ada yang tidak mungkin ,kamu hati hati jaga kesehatan juga .Kamu harus selalu sehat karena ada kami yang menunggumu " ucapku pada Bams
Setelah beberapa hari mama sudah diijinkan pulang kondisi sudah membaik namun berbeda dengan kak Rania fisiknya baik baik saja namun sepertinya psikisnya terganggu .Setelah sekian lama pencarian Tim sar memutuskan untuk berhenti melakukan pencarian dari pihaknya menyatakan bahwa kemungkinan besar kak Bima sudah tidak ada karena berbulan bulan tidak ditemukan .Kak Rania tidak bisa menerima keadaan kalau kak Bima dinyatakan sudah tidak ada ia menjadi depresi .Eliza sementara ikut papanya dan Kak Rania dititipkan ditempatku
__ADS_1
" Mas Bima ... kamu sudah kembali , hahhahahha " Rancau kak Rania dia berlari kearahku dan memelukku ia mengira aku adalah kak Bima
" Kak ini aku Thalita kak .... kakak jangan begini kasian Eliza " ucapku .Tapi kak Rania malah histeris dan kemudian teriak teriak dan mengamuk .Setelah berunding dengan Mama dan Bams akirnya kami membawa kak Rania ke psikiater
" Bams .... aku sedih banget liat kak Rania begini ,nggak kebayang kalau kejadian ini menimpa aku mungkin aku juga akan seperti kak Rania " ucapku sambil terisak
" Kamu jangan bicara seperti itu,kita harus kuat demi keluarga kita .sekarang sudah tidak ada kak Bima dan Kak Rania kamu tau sendiri keadaanya bagaimana " ucap Bams
Melihat keadaan kak Rania saat ini sangat memprihatinkan ia sedang hamil dan depresi setiap saat ia hanya memanggil mangil nama Kak Bima .Tidak kebayang jadi dia bagaimana rasanya ditinggal suami pas lagi sayang sayangnya ,ia masih punya anak kecil ditambah dia sekarang hamil .
Perkembangan psikis kak Rania cukup signifikan kini dia sudah tidak mengamuk dan histeris lagi ,usia kandunganya juga sudah tujuh bulan .Mudah mudahan nanti kala anaknya lahir ia sudah sembuh total.
" Kak... liat aku bawa siapa " ucapku sambil mengendong Eliza.Wanita cantik ini tersenyum dan berjalan kearahku.
" Eliza " ucapnya singkat .Kemudian hendak mengendong Eliza .
" Jangan digendong Elizanya kak Dia sudah berat ,kasian Baby yang ada disini " kataku sambil mengelus perut buncitnya .Ada perasaan gelayar aneh dalam diriku saat menyentuh perut buncit kak Rania.Namun buru buru kutepis karena aku belum siap punya anak, apalagi setelah melihat keadaan kak Rania mengandung dalam keadaan seperti ini aku jadi ketakutan sendiri.Membayangkan aku berada di posisinya sungguh aku tak sanggup.
" Kakak boleh cium Eliza kok " kataku pada kak Rania
" Boleh ?" katanya dengan sorot mata berbinar
" Iya boleh " ucapku sambil mengangguk
" Kakak harus semangat untuk mengikuti terapy semua demi Eliza dan Baby yang ada diperut kakak " ucapku menyemangatinya
" Oh ya kak ,nanti Babynya mau dikasih nama siapa ? " tanyaku
" Bima " satu kaya yang terucap dari bibir kak Rania
" Baby Bima ya ? Wah pasti nanti kalau lahir akan setampan papanya " ucapku .Lalu kak Rania mengangguk dan menangis meskipun tidak histeris
__ADS_1
" Aduh ... aku salah ucap lagi " batinku
" Kak maafkan aku, bukan maksudku ..." belum selesai aku berbicara kak Rania sudah memelukku
" Tidak apa apa " ucapnya terisak dan memelukku erat .Aku merasa sangat bersalah keceplosan soal kak Bima namun aku juga sangat senang kini kak Rania sepertinya sudah bisa menerima keadaan .
"Makasih ya " tiba tiba Bams datang dan memelukku
" Lepasin Bams , nggak enak ada kak Rania " ucapku seraya melepas pelukan Bams
" Nggak apa apa Tha ..." ucap Kak Rania
" Kak kita pulang dulu ya ? kita bawa Eliza pulang ya ?" kata Bams meminta ijin pada kak Rania .kak Rania menggeleng artinya ia tidak mengijinkan anaknya kami bawa.Kemudian aku memeluk kak Rania dan Eliza bergantian dan kami langsung pulang tanpa Eliza
" Tha ..... makasih banget ya ,kamu udah jagain Eliza dan kak Rania " ucap Bams
" Bams ...kalau kamu terima kasih satu kali lagi aku kasih mangkok loh " ucapku
" Aku serius Tha ..." ucapnya
" Bams ... aku menyayangi kak Rania dan Eliza tulus Bams " ucapku
" Ngomong ngomong soal Eliza kami telaten banget ngurus dia ,kapan kita punya anak sendiri ya Tha ?" tanyanya
" Deg..." hatiku berdesir tatkala pertanyaan itu lagi yang keluar dari Bams
" Maafkan aku Bams " batinku
Tbc ...
love you all
__ADS_1
jangan lupa like dan comment juga favoritenya ya ,biar Author semangat nulis