
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
" Adam aku duluan yah! makasih tadi udah tawarin tumpangan. Ati-ati bawa motornya. Bay bay bay." ucap Farah sambil melambaikan tangan kepada Adam dan menuju untuk naik ke angkot.
" Kamu juga!" jawab Adam.
Jalanan yang begitu ramai menyebabkan kemacetan dan akibatnya Farah pulang terlambat di tambah lagi angkot Pak joko bannya bocor.
Ketika Farah memasuki rumah ternyata Abang dan Ibunya sudah menantinya.
" Kok sampai jam segini baru pulang Nduk?" tanya Ibu Farah.
" Lelah, letih, lesuh. Jalanan macet di tambah angkot Pak Joko bannya bocor Buk. Maafkan Adek ya Buk." jawab Farah.
" Kasihan sekali kamu Dek, istirahat sana!" perintah Abang Zian.
" Iya, Ibuk tadi buat perkedel kentang dan ayam serundeng kesukaanmu Nduk. Cepat mandi, sholat habis itu makan." perintah ibunya Farah kepada anak bungsunya itu.
" Okey Ibuk, Abang." jawab Farah sambil mencium pipi ibunya.
...****************...
Rumah yang begitu mewah dengan halaman yang begitu luas membuat siapapun pasti betah tinggal di sana. Gerbang rumah mewah itu di buka oleh satpam penjaga karena sang anak majikan datang dengan mengendarai motor sportsnya.
__ADS_1
" Selamat datang Tuan Muda." ucap Satpam.
" Iya Pak." ucap Adam sambil membuka helmnya.
" Mama dan Papa sudah pulang Pak?" tanya Adam karena selama ini Mama dan Papanya selalu pulang larut malam karena mengurus perusahaan keluarga.
" Sudah Tuan Muda." jawab Pak satpam.
" Terimakasih Pak." ucap Adam.
Adam memasuki pintu rumahnya dengan perasaan senang karena baru kali ini saat dia pulang sekolah kedua orang tuanya sudah ada di rumah.
" Assalamualaikum, Adam sudah pulang." ucapan salam Adam.
" Waalaikumsalam, sini boy." jawaban salam Mamanya Adam sambil menyuruh anaknya duduk di sebelahnya.
" Kamu pasti lupa?" tanya Mamanya Adam.
" Lupa?" tanya Adam.
" Adam hari ini kita akan makan malam bersama untuk merayakan ulang tahun Papa. Kamu nih." jawab Mamanya Adam.
" Oh iya maafkan aku." ucap Adam karena kesibukannya akhir-akhir ini dia sampai lupa ulang tahun Papanya.
Ketika Adam dan Mamanya tengah berbincang-bincang datang seorang laki-laki berumur 50 tahun lebih menghampiri dua orang yang sangat berharga dalam hidupnya selama ini.
__ADS_1
" Hey Boy kamu sudah pulang ternyata." ucap Papanya Adam yaitu pak Wijaya.
" Papa Happy Birthday, semoga Papa sehat selalu tambah cinta ke Mama dan Adam." Ucapan Adam.
" Pastilah Boy, Terimakasih yah." jawab Papanya Adam.
" Gimana Dam kamu sudah kenalan sama Farah." ucap Mamanya Adam.
" Farah anaknya Mas Hariono itu Ma?" tanya Papanya Adam karena dulu Ketika Papanya Adam berkunjung ke bengkel Ayahnya Farah, dia bertemu Farah kecil yang akan kembali lagi ke rumah Kakeknya di Desa.
" Iya Pa, dia sekarang sudah remaja dan dia berbeda dari para gadis-gadis lainnya." ucap Mamanya Adam.
" Adam sudah kenal Farah, ternyata Farah pintar menyanyi suaranya sangat merdu." puji Adam.
" Wow! Mama jadi ingin melihat Farah menyanyi." ucap Mamanya Adam dengan antusias karena mendengarkan cerita anaknya tentang Farah.
" Kapan-kapan kita ajak Farah dan keluarganya makan malam bersama." ajak Papanya Adam.
" Setuju." Ucap Mamanya Adam.
...****************...
Malam yang gelap gulita dengan cahaya dari bulan dan bintang-bintang yang indah membuat gadis remaja yang sekarang duduk di jendela kamarnya yang cukup lebar menjadi terbawa suasana.
" Angin malamnya sangat sejuk sekali." ucap Farah dengan memakai piama warna ungu.
__ADS_1
" Hemmm kenapa aku merasa ada yang aneh yah? di mulai dari Adam, kenapa aku merasa kalau dia perhatian kepadaku. Atau itu hanya perasaanku saja. Di tambah lagi cewek judes yang bertemu denganku di Kantin sekolah yang namanya Fransiska itu? Kenapa setiap kali aku berpapasan dengannya dia selalu sinis kepadaku? Aku kan jadi kepikiran. " ucap Farah berkata kepada dirinya sendiri.
...****************...