Beautiful Heart

Beautiful Heart
HANCUR


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Ada seorang gadis yang memakai atasan mukenah berwarna putih saja, dia berjalan sendirian di jalanan yang sepi untuk menuju ke masjid melakukan sholat isya dan mendengarkan ceramah dari pak ustad.



" Hemmm dingin juga yah?" gumam Farah.


Ketika ia berjalan tiba-tiba ada suara motor yang sangat familiar di telinganya. Kemudian ia menoleh ke belakang ternyata Abangnya.


" Kamu nggak bareng Abang Dek ke masjid, Ibu sudah duluan? " tanya Abang Zian yang baru pulang dari bengkel kemudian langsung menuju ke masjid.


" Ibuk sudah duluan soalnya tadi Farah lagi ngerjain tugas, aku jalan kaki aja soalnya pahalanya lebih banyak." jawab Farah.


" Iya iya soalnya Abang bawa motor tadi takut ketinggalan." tambah Abang Zian.


" Abang duluan yah! awas kamu di kejar kunti.Hehehehe." ucap Abang Zian menakuti Farah.


" ABANG!" ucap Farah dengan suara kerasnya karena Abang Zian menakutinya.


...****************...

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Farah pun sudah berada di alam mimpi sedangkan Abangnya tidak bisa tidur karena memikirkan seseorang yang sudah membuat hidupnya hancur dulu.


" Aku belum menemukanmu, kamu bisa bebas berenang-senang sekarang. Akan tetapi suatu saat ketika aku bertemu denganmu akan aku hancurkan kamu. " ucap Abang Zian sambil memegang selembar foto seorang wanita cantik yang dulu pernah mengisi hatinya.


" Tok-Tok." ketukan pintu kamar Abang Zian.


" Ibu masuk yah." ucap Ibunya Farah sambil memasuki kamar anak pertamanya itu.


" Kamu masih memikirkannya? Sudah lah nak pasrahkan semua kepada Allah. Lihat lah sekarang hidup kita sudah baik dan lancar. Jangan melihat masa lalu, Bapak di sana juga pasti bahagia kalau melihat kamu bahagia. Buka lah hatimu untuk wanita yang mencintaimu dengan tulus." ucap Ibunya Farah dengan tulus.


" Terimakasih Bu, karena Zian masa kecil Farah menderita, Bapak?" ucap Zian yang tidak bisa melanjutkan ucapannya karena sudah di dahului oleh tangisannya.


" Tenang lah nak, kalau dulu masa kecil Farah menderita buat lah sekarang dia bahagia lalu Bapak Doakan beliau supaya amal ibadahnya diterima dan bahagia disana." ucap Ibunya Farah.


Farah yang menguping di balik pintu kamar Abangnya pun meneteskan air matanya karena mendengarkan percakapan Ibu dan Abangnya. Tadi saat Farah terbangun dari tidurnya dia haus, jadi dia pergi ke dapur untuk mengambil air minum akan tetapi melihat pintu milik Abangnya terbuka sedikit dia berniat menutupnya akan tetapi ternyata ada kedua orang tersayangnya sedang mengobrol.


Farah pun kembali ke kamarnya dan menangis lalu dia mengambil figura yang ada foto seorang anak kecil perempuan yang memakai hijab warna cokelat dengan seorang laki-laki yang berkumis. Mereka adalah Farah dan Pak Hariono Bapaknya Farah.


" Bapak Farah kangen! Hiks-hiks-hiks, Farah sekarang sudah tumbuh besar, Hiks-hiks-hiks, sekarang Abang sama Ibu udah bahagia. Farah juga sudah baik. Hiks-hiks-hiks sekarang Farah dekat dengan orang-orang yang baik dan tulus sama Farah. Hiks-hiks-hiks." ucap Farah sambil menangis memeluk figura foto dia dan Bapaknya.


" Farah kuat, sekarang hidupku sudah baik. " ucap Farah menyemangati dirinya lalu menghapus air matanya. Kemudian dia pun lantas tertidur kembali


...****************...

__ADS_1


Mading sekolah sangat ramai oleh para siswa karena ada pengumuman dari Kepala Sekolah bahwa Lusa akan di adakan lomba basket antar sekolah.


" Yah kita nggak bisa lihat, soalnya lagi ngerjain proyek." ucap Farah lesu.


" Iya tapi kita doain aja supaya sekolah kita menang." ucap Sella.


" Iya, Aamiin." ucap Farah.


" Ketua basketnya Adam loh padahal Far?" ucap Sella menggoda Farah.


" Iya Adam jago main nya kemarin pas aku lihat sebentar." ucap Farah jujur karena dia tidak sadar bahwa dia sedang di goda oleh Sella.


" What! di puji cie." ucap Sella.


" Nggak muji Sell memang kenyataan kok, kamu hutang penjelasan sama aku yah!" ucap Farah menanyakan tentang penjelasan yang akan di jelaskan oleh Sella.


" Penjelasan apa?" tanya Sella yang tidak paham.


" VINO!" jawab Farah.


" Vino lagi, iya aku jelasin tapi nggak disini." jawab Sella kemudian menarik tangan Farah untuk menuju ke tempat yang sepi.


Dibalik obrolan mereka ada seseorang yang seseorang yang menyaksikan mereka sejak tadi dengan tersenyum.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2