
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Pagi yang cerah membuat semangat ketiga gadis yang berada di lab komputer tengah sibuk menyiapkan keperluan yang akan di bawah nanti untuk tugas proyek sekolah.
" Sudah siap!" ucap Sella yang menyiapkan peralatan.
" Aku sarapan dulu ya. Oh iya emang pertandingan basketnya di laksanakan di mana?" tanya Intan karena tadi saat dia melewati lapangan outdoor tampak sepi.
" Di laksanakan di lapangan indoor khusus basket. Katanya lapangan itu buat pertandingan antar sekolah saja." jawab Sella.
" Oh begitu." ucap Intan dengan menganggukkan kepalanya.
" Guess aku ke koperasi dulu ya." pamit Farah.
" Iya, jangan lama-lama." jawab Sella.
" Okey." ucap Farah lalu meninggalkan lab komputer.
...****************...
Ketika Farah sedang berjalan dia melihat ada gengnya Fransiska yang sedang gladi resik untuk pertandingan basket nanti.
" What! kok pakaiannya pakai rok mini gitu ya." gumam Farah.
Karena sekolah Farah membuat aturan boleh memakai hijab atau pun tidak. Farah memakai hijab serta Sella dan Intan. Sedangkan seperti Yasmin, Nadia, dan Fransiska mereka tidak memakai hijab.
Yasmin yang melihat Farah sedang menyaksikannya pun lantas menemui Farah.
" Hai Far, " sapa Yasmin kepada Farah yang masih diam.
" Eh Iya." jawab Farah karena tertegun melihat kecantikan Yasmin.
Tiba-tiba ada Adam yang membawa buket bunga mawar merah muda di tangannya dan berjalan ke arah Yasmin dan Farah.
" Kenapa Adam bawa bunga." kata hati Farah.
Karena posisi Farah yang ada di depan Yasmin Farah mengira bawa buket bunga itu untuknya akan tetapi Adam justru mengasih bunga itu pada Yasmin.
" Deg!" detak jantung Farah.
" Terimakasih Dam." ucap Yasmin karena menerima buket bunga pemberian Adam.
Gengnya Fransiska pun lantas menyoraki Yasmin karena Yasmin di beri buket bunga oleh Adam.
" Cie cie jadian nih." sorak gengnya Fransiska.
Farah yang melihat itu pun dadanya terasa sesak. Adam pun juga tidak menoleh kepadanya dan terus memandangi Yasmin. Farah yang merasa seperti nyamuk pun lantas pergi dari tempat itu tanpa berpamitan.
" Kamu selama ini hanya geer Farah. Tenang jangan keluarkan air matamu di sini." gumam Farah sambil berjalan menuju koperasi sekolah.
Ketika Farah sudah selesai urusannya dengan koperasi sekolah dia pun lantas menuju parkiran mobil karena Sella, Intan dan Bu Gita sudah menunggunya.
" Farah kamu tidak papa nak?" tanya Bu Gita karena melihat Farah begitu pucat.
Memang dari semalam kondisi tubuh Farah tidak baik. Mungkin kalau tidak ada tugas proyek dia tidak akan masuk sekolah.
" Saya tidak papa Buk." jawab Farah.
" Oke. Ya sudah sekarang semua naik mobil dan kita akan berangkat."
...****************...
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan jam dua siang, Farah dan kedua sahabatnya pun sudah selesai dengan tugas proyek sekolah tahap dua. Mereka pun naik mobil dan mengobrol.
" Far minum napa makan snack gitu dari tadi pagi kamu nggak makan apa-apa." tawar Sella yang sedang makan nasi kotak.
" Iya. nanti aja." jawab Farah sambil memejamkan kedua matanya.
" Ting-ting." bunyi HP Bu Gita.
Bu Gita pun membuka Handphonenya dan dia tersenyum karena mendapat kabar gembira.
" Anak-anak, Alhamdulliah pertandingan sekolah basket kita menang. Nanti jam setengah tiga ada perayaannya di lapangan indoor. Kata Bu Nia Farah suruh nyanyi nanti." ucap Bu Gita dengan antusias.
" Berarti ini kita ke sekolah Bu?" tanya Sella.
" Iya Sella, tapi Farah lagi tidur itu." jawab Bu Gita yang melihat Farah sedang tidur.
" Kita bangunin kalau udah sampai aja Bu." ucap Intan.
Mobil yang ditumpangi oleh Farah pun sudah sampai di sekolah. Farah merasa kepalanya semakin pusing akan tetapi dia tidak ingin menunjukkan sakit yang dia rasakan kepada semua orang.
" Kenapa kita ke sekolah? bukannya pulang." tanya Farah karena tadi Bu Gita memberi tahu mereka bahwa akan pulang ke rumah masing-masing.
" Kamu tadi lagi tidur Far, jadi nggak tahu informasi. Pertandingan basket sekolah kita menang, jadi sebentar lagi ada perayaannya yang akan dirayakan oleh semua warga sekolah di lapangan basket indoor." ucap Sella.
" Oh!" jawab Farah.
" Farah nanti kamu di suruh nyanyi sama Bu Nia." perintah Bu Gita kepada Farah.
" Iya Bu." ucap Farah.
" Apa aku kuat dengan kondisiku seperti ini." kata hati Farah.
...****************...
Ketika sampai di lapangan basket indoor yang pertama Farah lihat adalah Adam yang sedang tersenyum ke arah Yasmin yang sedang menari.
Farah dan Intan pun menuju kursi penonton, semua siswa tidak ada yang duduk, mereka semua berdiri dan menari untuk merayakan kemenangan. Sedangkan Farah dia duduk dan tampak lemas karena hanya untuk berdiri saja pandangannya berputar-putar.
" Untuk Ananda Farah Dewi Kelas TI 003 silahkan menuju ke tempat panitia." ucap panitia dengan pengeras suara.
" Far kamu di suruh ke panitia!" perintah Intan kepada sahabatnya.
" Iya." ucap Farah dengan lemas.
" Kalau kamu nggak kuat jangan dipaksain." ucap Intan yang melihat Farah semakin pucat.
" Its okey." jawab Farah lalu menuju ke tempat panitia.
...****************...
Ketika Farah sudah sampai di tempat panitia, Bu Nia menyuruh Farah menyanyikan lagu dreamers.
" Semangat Farah tunjukkan bahwa dirimu kuat." gumam Farah menyemangati dirinya.
Farah pun menuju ke tengah lapangan dan menyanyikan lagu dreamers. Ketika di awal dia masih baik-baik saja akan tetapi saat akan mengakhiri lagu Farah tidak bisa melanjutkannya karena dia terus batuk-batuk.
" Stop!" perintah Bu Nia kepada Panitia untuk mematikan musik karena Bu Nia melihat kondisi Farah sangat buruk.
Bu Nia pun lantas menghampiri Farah ke tengah lapangan dan menemui Farah yang terus batuk-batuk. Sedangkan seluruh siswa yang tadinya menari dan ikut bernyanyi semua terdiam dan melihat ke arah Farah. Ada yang merasa kasihan kepada Farah ada juga yang mencibir Farah.
Intan yang duduk di bangku penonton pun sangat emosi karena dia mendengar seorang siswa tengah mencibir Farah.
" Udah tau batuk malah nyanyi!" cibir siswa perempuan yang duduk di belakang bangku Intan.
__ADS_1
" Diam nggak mulut loh! Gue sobek ya" ucap Intan dengan suara kerasnya lalu akan memukul gadis tersebut.
Panitia yang melihat kejadian ricuh di atas pun langsung bertindak dan memisahkan mereka berdua.
Intan pun lantas menghampiri Farah di tengah lapangan.
" Farah kamu kenapa?" ucap Intan yang Sudah mengeluarkan air mata.
Farah duduk dangan lemas dan di sanggah oleh Intan.
" Aku nggak kuat." lirih Farah.
" Hiks, hiks,hiks bertahanlah Farah aku mohon." ucap Intan dengan menangis melihat kondisi Farah.
Dari hidung Farah mengeluarkan darah dan saat itu juga Farah pingsan.
" Farah!" ucap Sella yang baru datang.
" Far bangun aku mohon." ucap Sella dengan cemas berharap sahabatnya bisa bangun lagi.
Adam yang sedari tadi menyaksikan Farah, dia menjadi menyesal karena tadi pagi dia mengabaikan Farah karena rencana yang dia buat. Akan tetapi sekarang dia akan membatalkan rencananya dan menyelamatkan Farah.
Adam pun menggendong Farah ala bride style menuju ambulan milik sekolah. Di ambulan ada Intan, Sella, Bu Nia dan juga Adam.
" Ara maafkan aku." lirih Adam sambil mengeluarkan air mata.
...****************...
Ruang IGD masih belum terbuka, Adam yang sedari tadi sangat panik. Kemudian datanglah Abangnya Farah dan Ibunya.
" Dam bagaimana keadaan Farah." tanya Ibunya Farah.
" Masih di periksa Buk." jawab Adam.
Pintu IGD terbuka dan dokter menyatakan bahwa Farah mengalami koma.
" Ya Allah, kenapa anakku merasakannya lagi." ucap Ibunya Farah.
" Tenanglah Bu, Farah akan baik-baik saja." ucap Abang Zian dengan tegar akan tetapi dirinya sangat cemas dengan Keadaan adiknya.
" Pasien akan di pindahkan ke ICU, untuk keluarga pasien bisa ke ruangan saya." perintah dokter.
Adam menunggu sendirian di depan ICU dan melihat Farah dari balik kaca yang di seluruh tubuhnya terpasang alat medis.
Sedangkan Intan, Sella, dan Bu Nia pamit pulang. Sebenarnya Intan dan Sella tidak mau pulang tadi akan tetapi karena bujukan Adam akhirnya mereka berdua pulang dan kembali lagi besok untuk melihat keadaan Farah.
" Ara cepatlah buka kedua matamu." lirih Adam.
...****************...
Di ruangan seorang dokter ada tiga orang yang sedang berbicara dengan serius tentang keadaan Farah.
" Apakah dulu Farah pernah menderita penyakit ini?" tanya dokter kepada Ibu dan Abang Zian.
" Iya, akan tetapi setelah menjalani terapi dan penyembuhan Farah dinyatakan sembuh dari penyakitnya Dok." jawab Abang Zian.
" Dari diagnosa saya, paru-paru Farah mengalami pembengkakkan lagi." ucap dokter.
" Astagfirullah." kaget Ibunya Farah.
" Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkan Farah." ucap Dokter.
" Terimakasih Dok, saya yakin bahwa adik Saya akan baik-baik saja. Karena dia mempunyai semangat yang tinggi untuk sembuh." jawab Abang Zian.
__ADS_1
...****************...