Beautiful Heart

Beautiful Heart
INFORMASI


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Kalian hati-hati ya, bulan depan Abang rencana mau berkunjung kesana." pesan Abang Zian pada Farah dan Adi yang akan menaiki bus.


" Iya, aku tunggu kedatangannya." jawab Farah.


Mereka berdua naik bus dan ketika di perjalanan Adi tidur dengan lelap sedangkan Farah memikirkan kejadian tadi siang. Awalnya Farah ingin pamit tadi kalau malam ini dia akan kembali ke desa kepada Adam. Akan tetapi, melihat sikap Adam seperti itu dia enggan untuk mengatakannya.


" Sepertinya mulai saat ini dan seterusnya aku harus melupakan dia. Aku akan membuka lembaran baru dengan bahagia." gumam Farah.


Tidak lama kemudian Farah juga tertidur menyusul Adi. Adzan subuh berkumandang bersamaan dengan bus Farah yang sudah sampai di terminal. Mereka berdua pun turun dari bus dan melaksanakan sholat tahajud di mushola yang ada di terminal sambil menunggu Pak Kades yang datang menjemput mereka berdua.


...****************...


Matahari sudah mulai menunjukkan sinarnya, Farah dan Adi sarapan pecel di warung yang cukup sederhana akan tetapi di padati oleh banyaknya pembeli.

__ADS_1


" Mbak, Bapak kok belum datang ya?" tanya Adi kepada Farah yang tengah meminum teh manis hangat sambil menunggu makanan datang.


" Bentar lagi, kan masih pagi begini. Nah makanannya udah datang." jawab Farah.


Mereka pun sarapan dengan lahap karena pecel tersebut begitu nikmat. Selesai sarapan dan keluar dari warung ternyata Pak Kades sudah datang. Mereka pun pulang ke desa dengan menumpangi mobil pick up.


...****************...


Sekertaris Jo datang ke ruangan kerja Adam dengan terburu-buru sampai lupa menekan tombol yang ada di sebelah pintu masuk yang mengisyaratkan bahwa ada seseorang yang akan masuk ke ruangan kerja Adam.


" Jonathan apa kamu lupa?" tanya Adam kepada Sekretaris Jo.


" Apa?" tanya Adam yang masih fokus dengan berkas-berkas yang menumpuk.


" Tentang Nona Farah." jawab Sekertaris Jo yang sukses mengalihkan Adam.


" Apa kamu sudah menemukan informasi?" tanya Adam yang mulai gelisah karena kalau dugaannya benar maka dia akan merasa bersalah kepada orang yang di cintanya namun juga di bencinya selama ini.

__ADS_1


" Iya, Menurut informasi yang saya temukan. Nona Farah tidak pernah pergi ke London. Dia sibuk membangun dan memakmurkan desa tempat tinggalnya saat kecil dulu. Nama lengkap Nona Farah adalah Farah Dewi bukan?" tanya Sekertaris Jo kepada Adam.


" Iya, lalu?" tanya Adam balik.


" Gadis dengan pakaian minim dan sering mabuk-mabukan di London saat 5 tahun lalu yang pernah Anda temui memang namanya adalah Nona Farah Dewi juga dan wajah mereka sama. Namun, meskipun nama dan wajah mereka sama. Mereka adalah gadis yang berbeda." jawab Sekertaris Jo.


" Tapi, memang dia mengaku bahwa dia adalah Farah. Awalnya aku tidak percaya dulu. Akan tetapi dia menunjukkan foto kebersamaannya dengan keluarganya. Karena Farah yang aku cintai dia memakai hijab." tambah Adam.


" Iya, Anda memang di jebak oleh Nona tersebut. Nona Farah Dewi yang Anda temui saat di London dulu adalah anak perempuan dari keluarga Anderson. Dia adalah saudari kembar Nona Farah. Memang mereka memiliki nama yang sama akan tetapi Nona Farah Dewi yang ada di London memiliki nama Farah Dewi Anderson." ucap Sekertaris Jo.


" Jadi, benar dugaanku bahwa Farah memiliki saudara kembar. Lalu kenapa kembarannya itu mempengaruhiku bahwa seolah-olah dia adalah Farah yang aku cintai namun dia sudah berubah. Dan akhirnya aku membencinya." tanya Adam.


" Saya masih belum menemukan informasi lebih lanjutnya Tuan. Tentang bagaimana Nona Farah terpisah dengan kembarannya? Lalu mengapa kembaran Nona Farah mengetahui keseharian Nona Farah dengan keadaan mereka tinggal terpisah dan beda negara? Dan apa motif kembaran Nona Farah kepada Anda dan Nona Farah?" jawab Sekertaris Jo.


" Cepat, kau temukan informasi lebih dalam lagi." perintah Adam.


Sekertaris Jo pun mengangguk dan dia pamit untuk keluar. Selepas Sekertaris Jo keluar ruangan kerjanya Adam lantas menggebrak meja kerjanya.

__ADS_1


" Bruk! Ahh kenapa aku begitu bodoh dulu. Karena pengaruh dia aku jadi membenci gadis yang aku cintai." ucap dengan rasa amarah dan juga menyesal.


...****************...


__ADS_2