Beautiful Heart

Beautiful Heart
PAKU


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Gadis yang sekarang tengah berjalan dengan membawa sekotak box makanan dan kopi cappucino yang sangat panas terpaksa duduk di pinggir jalan karena kakinya tertusuk paku.


" Aduh kok bisa tertusuk paku, salahku sendiri pakai sandal tipis jadi kena paku deh." gumam Sella sambil mengeluarkan paku yang tengah menusuk telapak kakinya.


Paku dari telapak kakinya sudah keluar akan tetapi di ganti darah segar yang begitu deras mengalir dari telapak kakinya.


Sella bukan seorang gadis yang manja, dia adalah gadis yang sangat kuat karena selama ini dia didik keras oleh Ibunya supaya bisa menghadapi kejamnya dunia. Karena tidak ada figur seorang ayah yang melindunginya.


Sella pun melanjutkan berjalan kaki dengan darah yang terus mengalir dari telapak kakinya akibat tertusuk paku.


" Hai Sella." sapa Yasmin kepada Sella.


" Ehh kamu sendirian?" tanya Sella.


" Enggak aku sama, oh itu dia." jawab Yasmin dengan menunjuk ke arah seorang laki-laki yang sedang menuju ke arah mereka berdua sambil menaiki motor sportnya.


" Deg! Kenapa masih ada Vino sih." kata hati Sella.


" Aku duluan yah." ucap Yasmin kemudian naik ke motor Vino sambil memeluk Vino.


Vino tidak menoleh ke arah Sella karena dia tidak ingin melihat wajah Sella yang akan membuatnya merasa semakin bersalah jika melihat wajah gadis itu.


Sebelum Vino melajukan motornya dia melihat ke arah jalan tiba-tiba dia terkejut karena ada banyak bekas darah segar di jalanan. Memang kaki Sella yang terluka tidak terlalu nampak karena dia menggunakan gamis yang panjang.


" Darah apa ini?" gumam Vino


Vino pun melihat ke arah belakang karena darah itu seperti menuju ke arah belakang motornya. Dia pun terkejut karena ternyata darah itu mengalir dari telapak kaki Sella yang tidak menggunakan alas kaki.


" Yasmin kamu bisa turun nggak." perintah Vino.


" Emangnya kenapa?" tanya Yasmin dengan nada manjanya.


" Aku ada urusan." jawab Vino dengan nada dingin.


" Heem kamu Vin." protes Yasmin sambil turun dari motor sportnya Vino.


" Itu ada taksi, kamu naik itu aja." perintah Vino.


Yasmin pun akhirnya pulang naik taksi, dan Vino pun lantas berbalik arah untuk menyusul Sella.


Motor Vino yang tiba-tiba berhenti di depan Sella membuat Sella sangat terkejut.


" Astaghfirullah." kaget Sella.


Vino pun lantas turun dari motornya lalu berjongkok untuk melihat telapak kaki Sella yang mengeluarkan darah. Sella yang melihat tingkah Vino pun lantas memukul pundak Vino.

__ADS_1


" Kamu ngapain?" bentak Sella dengan emosi.


" Aduh kamu nih cewek apa bukan sih, tunggu di sini." ucap Vino lalu dia berjalan kaki menuju toserba di seberang jalan.


Tidak lama kemudian Vino datang membawa kain kasa dan betadine untuk mengobati telapak kaki Sella.


" Ayo duduk sini." ajak Vino kepada Sella untuk duduk di kursi pinggir trotoar.


" Kamu mau ngapain lagi?" tanya Sella.


" Kamu itu bodoh apa gimana sih, sudah tau kakinya luka malah jalan terus." jawab Vino lalu menarik tangan Sella supaya duduk di kursi pinggir trotoar.


Sella pun akhirnya menurut untuk di obati oleh Vino dan dia bertanya kepada Vino kemana perginya Yasmin, karena dia kan tadi bersama dengan Yasmin.


" Kemana Yasmin?" tanya Sella yang sedang di obati oleh Vino.


Vino yang ditanya Sella pun akhirnya melihat ke arah Sella. Dan hal itu membuatnya salah tingkah.


" Pulang." jawab Vino dengan nada datarnya.


" Kamu ngapain sama Yasmin bukannya pacar kamu Lula?" tanya Sella.


" Aku udah putus sama Lula." jawab Vino sambil mengobati telapak kaki Sella.


" Sekarang Yasmin?" tanya Sella.


" Nggak." jawab Sella.


" Kamu akan tahu secepatnya." tambah Vino.


Lalu Vino mengantar pulang Sella ke rumahnya. Awalnya Sella tidak mau akan tetapi Vino langsung menelfon Ibunya Sella, dan dia mengatakan kondisi anaknya. Ibunya Sella pun menyuruh anaknya supaya di antar oleh Vino karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk terus berjalan ke rumahnya. Karena bujukan dari Ibunya, akhirnya Sella pun menyetujui ajakan Vino.


...****************...


Di sebuah ruangan yang begitu mewah terdapat seorang laki-laki yang sedang melihat profil seseorang.


" Jadi dia adalah seorang wanita malam yang sedang bekerja di club ilegal?" tanya Pak Wijaya yaitu ayahnya Adam.


" Benar Tuan, selama ini identitasnya di palsukan. Oleh karena itu kita tidak bisa menemukannya. Keluarganya tidak ada yang tahu bahwa dia bekerja sebagai wanita malam di club. Dan club tersebut adalah bisnis gelap pemerintah daerah A." jawab Asisten Lee.


" Heem aku sudah lama curiga kepada dia meskipun jabatan lumayan tinggi di pemerintah. Bereskan semuanya besok." perintah Pak wijaya.


" Baik Tuan." jawab Asisten Lee.


...****************...


Jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, membuat Adam yang duduk di bangku rumah sakit merasa mengantuk. Karena dia menjaga Farah sendirian di rumah sakit. Awalnya Abang Zian dan Ibunya Farah tidak setuju Adam sendirian yang menjaga Farah di rumah sakit. Akan tetapi Pak Wijaya mengatakan bahwa lusa besok Adam akan pindah keluarga negeri untuk belajar bisnis sampai dia sukses, jadi untuk hari-hari terakhirnya di negara ini dia ingin menjaga Farah. Adam menyuruh Abang Zian dan Ibunya Farah pulang untuk istirahat karena sejak Farah di rawat di rumah sakit, Abang Zian dan Ibunya Farah tidak pulang ke rumah.


" Apa aku beli kopi aja." gumam Adam.

__ADS_1


Akan tetapi saat Adam ingin pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli kopi. Tiba-tiba dokter datang dan menuju ke ruangan Farah dengan terburu-buru.


" Dok ada apa?" tanya Adam panik karena tiba-tiba dokter datang ke ruangan Farah dengan terburu-buru.


" Suster memanggil saya katanya keadaan pasien..." ucapan dokter terpotong karena mendapat panggilan dari suster supaya cepat memeriksa keadaan Farah.


Dokter pun masuk dan memeriksa keadaan Farah. Sudah satu jam Adam berdiri di depan pintu ICU karena dia sangat khawatir dengan keadaan Farah.


" Ya Allah, semoga Farah baik-baik saja." gumam Adam.


Tidak lama kemudian pintu ICU terbuka, dan dokter keluar bersama suster.


" Dok apa yang terjadi?" tanya Adam.


" Alhamdullillah, pasien sudah siuman dan akan segera di pindahkan ke ruang rawat." jawab dokter.


Adam merasa sangat bersyukur karena doanya dan doa orang-orang yang menyayangi Farah akhirnya terkabul.


" Alhamdullillah. Apakah pasien bisa di jenguk dok?" tanya Adam yang sudah tidak sabar ingin menemui Farah.


" Untuk sekarang masih belum bisa, besok pagi bisa di jenguk di ruang rawat." jawab dokter.


" Baiklah Dok." ucap Adam.


Adam menghubungi Ibunya Farah dan Abang Zian kalau Farah sudah siuman akan tetapi bisa di jenguk besok pagi. Adam juga mengatakan sebaiknya Ibunya Farah dan Abang Zian datang besok pagi, biar dia saja yang mengurus keperluan Farah malam ini.


Adam juga menghubungi Papa dan Mamanya bahwa Farah sudah siuman. Tidak lupa juga menghubungi Intan dan Sella bahwa sahabat mereka sudah siuman karena tadi siang mereka berdua terus menangis di rumah sakit.


" Terimakasih Ara, kamu sudah siuman aku jadi tenang untuk meninggalkan negara ini kalau sudah berpamitan dengan kamu." gumam Adam.


...****************...


Pak Wijaya di kabari oleh asisten Lee bahwa club ilegal itu besok akan di musnahkan karena club itu sudah terbukti ilegal yang selama ini di palsukan oleh pemiliknya.


Ketika Pak Wijaya selesai dengan urusannya dia menuju kamar untuk tidur akan tetapi Istrinya membahas tentang anak semata wayang mereka.


" Apakah Papa melihat Adam seperti mencintai Farah?" tanya Mamanya Adam.


" Sudah kelihatan sekali Ma, tapi aku salut dengan anak itu. Dia ingin menjadi orang sukses dulu baru dia ingin menjalin hubungan serius dengan Farah." jawab Pak Wijaya dengan tersenyum ke arah Istrinya.


" Kok Papa bisa tahu?" tanya Mamanya Adam.


" Karena Papa juga seperti itu." Jawab Papanya Adam.


" Heem Papa memang sama dengan Adam. Mama senang kalau Farah jadi menantu kita." tambah Mamanya Adam dengan tersenyum.


" Papa juga." ucap Papanya Adam.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2