Beautiful Heart

Beautiful Heart
SALAH ?


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Di balik sambaran petir dan derasnya hujan ada seorang laki-laki yang sekarang sedang berperang dengan pikiran dan hatinya.


" Kenapa saat aku melihatmu tadi kamu seperti Ara yang aku kenal dulu. Akan tetapi video yang di tunjukkan oleh Bram itu sama denganmu. Saat kita bertemu di London dengan penampilanmu yang sangat berbeda dan kenapa saat kita bertemu lagi di negara ini kamu menjadi Ara yang aku kenal dulu?" ucap Adam berbicara seorang diri dari balik jendela ruang kerjanya dengan menggenggam sebuah kalung dengan gantungan berinisial huruf A yang tadi pagi di serahkan oleh pemiliknya.


" Apakah selama ini aku yang salah? Sepertinya ada yang berbeda dengannya. Aku harus menyelidiki Farah yang aku temui di London dan Ara yang aku temui di Indonesia. Mereka orang yang sama atau berbeda. Karena rasa cintaku yang begitu besar terhadap Ara sampai membuatku tidak berpikir logis dan hanya mengandalkan hati." gumam Adam.


Karena hujan yang begitu deras membuat Farah berteduh di gubuk yang sudah mau rubuh.


" Hujannya sangat deras kalau aku terus berjalan aku tidak akan kuat. Akan tetapi gubuk ini sepertinya sudah mau rubuh. Huh! Kalau aku tadi langsung pulang tidak akan terjebak hujan seperti ini. Apalagi ini jalanan sepi banget." oceh Farah yang menggerutu dirinya sendiri.


" Bruk!" suara bagian belakang gubuk yang sudah rubuh separuh.


" Astaghfirullah bagaimana ini? tidak ada pilihan lain sepertinya aku harus berjalan kaki saja." gumam Farah.

__ADS_1


Farah pun memutuskan untuk berjalan kaki dari pada harus berteduh di gubuk yang sudah hampir akan rubuh. Di tengah-tengah ia berjalan ada sebuah mobil mewah yang berhenti mendadak di depannya.


Seorang laki-laki yang turun dari mobil dengan membawa payung warna hitam.


" Nona Farah ayo masuk ke mobil, cuaca seperti ini sangat berbahaya bagi Anda." ajak Sekertaris Jo kepada Farah.


" Kamu?" tanya Farah.


" Iya saya Sekertaris Tuan Adam." jawab Sekertaris Jo lalu memaksa Farah untuk menuju mobil.


" Ayo nona masuklah saya mohon! ini demi saya supaya tidak di pecat oleh Tuan Muda. Tolong?" mohon Sekertaris Jo kepada Farah.


" Akhirnya kamu masuk juga." ucap Adam yang duduk di belakang lalu menyerahkan jasnya untuk Farah.


" Tidak usah!" tolak Farah kepada Adam.


" Bajumu sudah tembus pandang dari belakang, Jo tadi mungkin tidak melihatnya tapi aku melihatnya dengan jelas!" ucap Adam.

__ADS_1


Farah yang mendengar ucapan Adam lantas dia pun memakai Jas yang sudah di beri oleh Adam sebelum Sekertaris Jo masuk ke dalam mobil.


" Huh! Malu sekali kenapa sifatnya berubah sekarang tidak seperti pagi tadi." lirih Farah.


" Aku yakin sekarang mereka adalah dua orang yang berbeda dan ada seseorang yang telah menjebak ku!" kata hati Adam.


...****************...


Farah pun sudah sampai di rumahnya dan kondisi rumah masih sepi belum ada anggota keluarga yang pulang dari rumah sakit.


" Sebaiknya aku segera bersih-bersih." ucap Farah.


Farah sudah bersih-bersih dan sekarang ia sedang berada di teras rumahnya dengan meminum segelas teh hangat.


" Tadi pagi kamu membuat hatiku sakit akan tetapi sore ini kamu perhatian kepadaku. Huh! aku harus bagaimana? Aku masih mencintaimu akan tetapi melihatmu tadi sudah membuatku yakin bahwa kamu sudah tidak mencintaiku lagi." ucap Farah dengan meneteskan air mata.


Farah memang seorang wanita yang mudah menangis saat ia sendirian akan tetapi saat ada seseorang di sampingnya dia sulit untuk menangis.

__ADS_1


Tidak lama kemudian anggota keluarga Farah sudah datang semua dari rumah sakit. Saat di perjalanan tadi Ibunya Farah membeli rawon untuk makan malam. Farah beserta keluarganya makan malam dengan bahagia karena Adi menceritakan hal-hal lucu dirinya beserta Farah saat di Desa dan hal itu membuat semua anggota keluarga tertawa. Farah juga ikut tertawa mendengar cerita Adi akan tetapi di balik senyumannya ada rasa sedih yang begitu mendalam dari lubuk hatinya.


...****************...


__ADS_2