
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Adam yang tadinya ingin pergi ke perpustakaan akan tetapi dia tidak sengaja melihat Farah dan Sella sedang bicara tentangnya dan juga Vino. Adam yang mendengarkan percakapan mereka berdua pun senyum-senyum sendiri karena membahas tentang dirinya.
" Dam loh ngapain di disini. Kayak orang kesambet senyum-senyum sendiri." ucap Vino yang melihat tingkah aneh sahabatnya itu.
" Gue tadi lihatin Ara sama Sella." jawab Adam.
" Apa!" ucap Vino dengan kagetnya.
" Lagi ngomongin loh!" tambah Adam yang membuat Vino semakin penasaran.
" Ngomongin gue, pasti Sella jelek-jelekin gue." ucap Vino dengan penuh emosi.
" Udah, loh kan yang salah. Mereka tadi mau lanjut cerita di tempat lain. Jadi gue nggak tau kelanjutan nya. Turunin gengsi loh Vin." ucap Adam dengan tersenyum kepada Vino. Karena dari dulu Adam selalu mengingatkan Vino jangan pernah menyakiti wanita karena ibu mereka juga wanita.
" Huh!" Vino menghembuskan nafas dengan kasar.
Mereka berdua pun menuju ke lapangan basket untuk berlatih sedangkan di koridor sekolah yang sepi ada dua orang gadis yang sedang mengobrol.
" Aku mulai dari awal yah?" tanya Sella kepada Farah.
" Iya aku bakal dengerin dengan seksama." jawab Farah.
" Aku kayak mau jelasin materi aja Far Hehehe." Ucap Sella dengan tertawa.
" Dulu aku pas kelas sembilan SMP aku satu kelas sama Vino. Vino itu terkenal godain cewek-cewek cantik di sekolah dulu tapi dia nggak pernah mau pacaran. Pas aku satu kelas sama Vino dia selalu aja kalau di kelas godain cewek yang cantik di kelasku dulu." ucap Sella dengan kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
" Kamu gapapa? " tanya Farah karena melihat sahabatnya itu seperti ingin menangis.
" Its okey. Aku yang melihat Vino seperti itu aku jadi ilfil. Waktu itu guru nyuruh aku sama Vino buat bantu-bantu di ruang guru. Karena wajahku yah di bilang nggak cantik-cantik amat gitu yah Vino sikapnya ke aku ya biasa aja. Terus aku bersyukur karena dia nggak goda-godain aku. Aku kalau dia ajak ngobrol sama dia gitu aku selalu cuek karena aku nggak mau Far di buli atau di benci sama cewek-cewek yang suka sama dia." ucap Sella yang mulai meneteskan air matanya.
" Huh! karena kita berdua selalu di suruh sama guru buat kegiatan kelas jadi aku sama Vino selalu bersama. Sikapku ke Vino lama-lama berubah aku jadi lebih dekat sama dia karena sikapnya perhatian sama aku. Aku diam-diam suka sama Vino, akan tetapi menurutku itu nggak mungkin. Waktu itu ada perlombaan basket antar sekolah. Timnya Vino menang dan Vino manggil aku pakai pengeras suara untuk ke lapangan." ucap Sella.
" Dia nembak aku Far di tengah lapangan dan di saksikan banyak siswa. Aku terima Far tapi setelah aku jawab terima. Vino dalam sekejap itu mutusin aku di depan banyak orang. Aku mencoba untuk berpikir positif, mungkin dia prank aku karena hari itu adalah hari ulang tahunku. Tapi aku percaya setelah dia mengatakan ( Hahahaha Gue suka sama ni cewek nggak mungkin lah, mukanya aja standar banget. Gue cuma nembak gini aja dia udah kepedean. Dasar cewek murahan). Kata-kata itu adalah kado yang paling menyakitkan Far buat aku." ucap Sella dengan menangis sesenggukan.
" Kejam banget!" ucap Farah dengan kesal.
" Tapi itu pelajaran buat aku Farah. Jangan pernah percaya omongan laki-laki kecuali ayah sama kakak laki-laki. Setelah kejadian itu aku di buli habis-habisan sama para siswa. Karena aku hanya siswa biasa dan Vino siswa yang notabene nya anak orang kaya, pinter, pujaan hati siswi sekolah meskipun dia yang salah. Hanya seseorang yang dulu baik sama aku yaitu Intan meskipun kita beda kelas dan nggak pernah ketemu. Intan selalu nolong aku ketika aku fi buli sama mereka. Dari kejadian itu Vino mulai pacaran dan gonta-ganti cewek." ucap Sella.
" Kamu kuat sekali Sella." ucap Farah yang mulai meneteskan air mata karena mendengar kisah Sella.
" Hahaha, kamu juga!" jawab Sella.
" Dan sekarang kamu sama Vino?" tanya Farah.
" Biasa aja, aku mencoba untuk ikhlas karena kalau kita benci sama seseorang itu nggak baik. Jadi, aku kalau ketemu sama dia ya sikapku biasa aja." jawab Sella dengan menghapus air matanya.
" Yuk kita ke kelas!" ajak Sella kepada Farah.
...****************...
Jam pulang sekolah sudah tiba akan tetapi di lapangan masih banyak siswa yang menyaksikan latihan basket.
Farah, Intan, dan Sella yang berjalan di samping lapangan mereka berhenti karena tidak bisa lewat.
" Apa mereka tidak pulang?" tanya Farah kepada Intan.
" Biasalah masih memantau para pemain basket." jawab Intan.
__ADS_1
" Bisa aja kamu." ucap Farah.
Ketika Sella menoleh ke arah lapangan dia tidak sengaja eye contact dengan Vino. Karena Vino sedang istirahat setelah latihan basket. Jadi ketika Vino melihat ke arah para gadis-gadis dia tidak sengaja melihat Sella dengan kedua matanya yang begitu sembab.
" Deg! Kenapa dia seperti habis menangis. Apa betul kata Adam tadi kalau Sella bercerita tentang kejadian dulu ke Farah. Mengapa rasa ini muncul lagi." gumam Vino yang terus menatap ke arah Sella.
Sella yang terus di tatap oleh Vino dia menjadi merasa ada yang aneh, biasanya kalau hanya untuk menatap Sella saja Vino tidak sudi.
" Sella kamu gapapa?" tanya Intan karena kalau ingat lapangan dan basket pasti Selalu akan ingat kejadian itu.
" Its okey. Ayok kita pulang, sudah ada jalan buat kita lewat!" ajak Sella.
" Yuk!" jawab Farah.
...****************...
Langit sudah menunjukkan kegelapan begitu juga dengan seorang gadis yang sekarang tengah sibuk mengerjakan tugas proyek yang di akan di kerjakan olehnya dan kedua sahabatnya.
" Heem habis menentukan tema, lalu buat sinopsis yang menarik. Sepertinya aku harus lembur malam ini." gumam Farah.
Sudah tiga jam Farah mengerjakan tugas dan dia merasa cacing-cacing di perutnya sudah berdemo.
" Alhamdullillah selesai juga, aku lapar banget. Beli Mie tek-tek Pak Man saja deh." gumam Farah.
Farah berpamitan kepada Ibunya untuk beli mie tek-tek Pak Man langganan keluarganya.
" Adek mau beli mie tek-tek Pak Man, Ibuk mau titip?" tanya Farah kepada Ibunya.
" Ibuk titip nasi goreng aja satu, sama mie tek-tek juga buat Abangmu Far." jawab Ibu.
" Okey Buk." ucap Farah.
__ADS_1
Farah pun memakai jaket karena dia gampang masuk angin kalau kena hawa malam. Farah menggunakan sepeda lipat kesayangannya untuk menuju ke tempat jualannya Pak Man yang letaknya di depan gang Melati.
...****************...