
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Di sebuah jalanan yang basah karena habis turun hujan ada seorang gadis yang bersepeda dengan menyanyikan lagu kesukaannya.
Ho
Tak mau kehilangan
Tapi lelah berjuang
Bukankah rumah tempatku bersandar
Sendiri ku tak bisa
Bersama kutersiksa
Ini kenyataannya kita tak baik saja
Sakit tak sanggup
Sadarkah kita terlalu hancur
Hilang habis tak bersisa
Tapi tak mampu kumenyerah
Tertawan hati ho
" Hmm susananya mendukung sekali dengan lagunya." gumam Farah.
Farah pun sudah sampai di depan tempat jualannya Pak Man yang ramai di padati oleh pembeli.
" Harus ngantri nih." gumam Farah.
" Eh Neng Farah ke sini?" tanya Pak Man karena sudah lama tidak melihat Farah datang ke tempat jualannya.
" Iya Pak, lagi rame ya." jawab Farah.
" Iya Neng, mau pesan apa?" tanya Pak Man kepada Farah yang ada di sebelahnya menggoreng nasi goreng.
" Pesan Mie tek-tek 2, sama nasi goreng satu." jawab Farah.
" Siap bentar lagi ya Neng, lagi antri soalnya." ucap Pak Man.
" Iya gapapa, aku bayar dulu ya. Aku mau ke toserba dulu. Nanti aku ambil kalau sudah jadi." ucap Farah sambil menyerahkan uangnya kepada Pak Man.
" Siap Neng. Makasih ya." jawab Pak Man.
...****************...
Farah pun menuntun sepedanya karena letak toserba ada di seberang jalan tempat Pak Man berjualan. Ketika Farah sedang memilih beberapa cokelat kesukaannya dia tidak sengaja melihat seorang laki-laki yang memakai jaket warna hitam sedang membeli kopi cepat saji di toserba.
" Orang itu kalau dari belakang mirip Adam." gumam Farah yang menatap laki-laki tersebut.
Farah memutuskan untuk membeli cokelat rasa greentea. Setelah itu dia menuju kasir, karena di kasir masih ada seorang laki-laki yang memakai jaket hitam tadi sedang membayar belanjaannya. Jadi, Farah berdiri di belakang laki-laki tersebut untuk mengantri.
Ketika Farah sedang melihat ke arah samping, laki-laki tersebut berbalik badan karena dia sudah selesai. Akan tetapi dia terkejut karena melihat gadis yang memakai jaket warna ungu dan hijab instan warna cokelat sedang berdiri di hadapannya.
" Deg!" kaget laki-laki tersebut.
" Ara, kamu di sini?" tanya Adam yang ternyata seorang laki-laki yang memakai jaket hitam tadi.
__ADS_1
" Deg! ternyata benar Adam." gumam Farah.
" Iya aku lagi beli ini." jawab Farah sambil menunjukkan cokelat greentea yang sedang dia pegang.
Adam langsung mengambil cokelat tersebut dari Farah dan menyerahkannya ke kasir.
" Kamu?" ucap Farah karena cokelat yang dia pegang tiba-tiba di ambil oleh Adam.
" Nah nih cokelat mu." ucap Adam sambil menyerahkan cokelat ke Farah.
" Kamu ceritanya bayarin aku?" tanya Farah karena cokelatnya sudah di bayar oleh Adam.
" Iya." jawab Adam dengan wajah datarnya.
" Terimakasih yah." ucap Farah.
Mereka berdua pun keluar dari toserba dan mengobrol sebentar.
" Kamu naik sepeda lipat itu Ra?" tanya Adam yang melihat Farah menaiki sepeda lipat.
" Iya Dam soalnya aku nggak bisa bawa motor hehehehe." jawab Farah dengan tertawa.
" Kamu sendiri ngapain ke sini, ini kan jauh dari rumahmu?" tanya Farah.
" Habis dari gym." jawab Adam.
" What! tadi latihan basket di sekolah sekarang baru pulang nge gym. Pantes badan kamu atletis banget." ucap Farah yang keceplosan memuji Adam.
" Duh! mulut ini tidak bisa di rem." kata hati Farah.
Adam yang mendengarkan ucapan Farah pun seketika terkejut karena baru kali ini Farah memujinya di hadapannya.
" Hmm, jadi kamu tadi lihat aku latihan basket?" tanya Adam.
" Aku duluan yah! soalnya pesananku pasti sudah jadi. Kamu hati-hati di jalan. Sampaikan salamku pada Bibi dan Paman." ucap Farah.
Adam pun mengangguk karena dia sekarang tengah menutupi kegugupannya.
Ketika Farah akan menyeberang dia menoleh ke belakang dan mengucapkan terimakasih kepada Adam karena sudah membayar cokelatnya. Adam yang di toleh oleh Farah pun terkejut karena dia tengah memerhatikan Farah.
Farah pun sudah mengambil pesanannya dari Pak Man lalu dia pun bersepeda menuju rumahnya. Dari seberang jalan Adam masih memerhatikan Farah sampai gadis itu pulang.
" Hmm kok bisa sih ya ketemu di sini." gumam Adam sambil menaiki motor sportnya.
...****************...
Persiapan yang di lakukan oleh warga sekolah sangat meriah untuk menyambut pertandingan basket yang akan dilaksanakan besok. Sedangkan ketiga gadis yang saat ini berada di lab komputer sedang mengerjakan tugas proyek.
" Alhamdulliah, Iklan sudah di setujui." ucap Intan dengan senang.
" Tahap satu sudah selesai, untuk tahap dua besok kita akan ke lokasi syuting bersama Bu Gita." ucap Farah yang masih fokus dengan komputer.
" Iyah, tapi kita nggak bisa lihat pertandingan basket. Padahal besok jam kos. " jawab Intan.
" Udahlah gapapa, yang penting besok bisa jalan-jalan juga." ucap Sella.
" Iya juga yah." jawab Intan.
...****************...
Ketika Farah berjalan menuju perpustakaan dia tidak sengaja bertemu dengan Vino. Farah yang sudah mendengar cerita dari Sella dia jadi berubah pandangannya terhadap Vino.
" Hai Farah." sapa Vino kepada Farah.
__ADS_1
Farah hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab sapaan dari Vino. Saat Vino melihat Farah berjalan sendirian ada yang aneh biasanya Farah akan bersama Sella kemana-mana.
" Sella mana yah?" gumam Vino tanpa sadar.
" Kok gue malah cariin dia." ucap Vino.
Farah yang sudah sampai di perpustakaan dia tidak sengaja melihat Fransiska sedang berciuman dengan Aditya teman SMP nya dulu di balik rak-rak buku yang sulit di jangkau oleh cctv.
" Astagfirullah." gumam Farah sambil menutup mulutnya.
" Kok mereka melakukan hal itu. Sebaiknya aku ke arah sana saja biar tidak ketahuan." Kata hati Farah.
Farah pun memilih beberapa buku untuk ia pinjam atas perintah dari Bu Gita.
" Terimakasih Farah Dewi, semoga tugasnya lancar yah." ucap Pak Eko penjaga perpustakaan menyemangati Farah karena dia tau tugas proyek sekolah yang mengerjakan adalah Farah, Intan, dan Sella.
" Iya Pak, saya pinjam buku ini ya." jawab Farah dengan gugup.
Farah tidak mau melaporkan kejadian tadi kepada Pak Eko karena dia takut akan di ancam oleh Fransiska secara Fransiska adalah salah satu murid famous di sekolah. Biarlah kelakuan mereka tadi terbongkar dengan sendirinya.
Farah yang berjalan di koridor dengan keringat dingin yang mulai keluar dia memutuskan untuk duduk sebentar di kursi samping koridor.
" Huh! Kenapa aku masih gugup, apa aku juga dosa karena tidak memberitahu kepada Pak Eko tadi yah." gumam Farah.
" Tapi aku takut." gumam Farah dengan cemas.
Adam dan para sahabatnya berjalan bersama di koridor setelah mereka berkumpul di ruang guru tadi untuk membahas pertandingan basket besok. Adam yang melihat Farah seperti ketakutan dia lantas menghampiri Farah.
" Kalian duluan aja." ucap Adam kepada para sahabatnya.
" Mau Apel." jawab sahabat Adam dengan senyum jahilnya.
Adam pun menghampiri Farah yang duduk dengan beberapa buku yang ada di sampingnya.
" Ara?" ucap Adam.
Farah tidak menjawab dia masih melamun memikirkan kejadian tadi, karena seumur hidupnya dia baru menyaksikan kejadian tadi secara nyata di hadapannya, biasanya hanya di drakor saja.
" Ara kamu sakit?" tanya Adam sekali lagi dengan suara keras.
" Astagfirullah." kaget Farah lantas menoleh ke Adam yang sudah duduk di sampingnya dengan terhalang oleh buku.
" Huh! aku nggak sakit." jawab Farah.
" Kok kamu keringetan gitu ? terus aku panggil kamu nggak direspon." tanya Adam
" Nggak aku cuma kecapean, makanya rehat sebentar di sini." jawab Farah.
" Seperti ada yang dia sembunyikan." kata hati Adam.
" Minum vitamin." ucap Adam kepada Farah.
" Iya makasih, kalau begitu aku duluan yah. Semangat besok pertandingan nya semoga menang." ucap Farah menyemangati Adam.
" Pasti, kamu lihat pertandingan besok?" tanya Adam.
" Semoga aja masih bisa, soalnya besok aku ada urusan sama Bu Gita." jawab Farah.
" Iya." Jawab Adam dengan wajah datarnya karena dia berharap Farah bisa melihat pertandingannya. Akan tetapi ia tahu bahwa Farah sedang mengerjakan tugas proyek sekolah.
Meskipun tugas proyek sekolah yang dikerjakan Farah rahasia, Adam mengetahui bahwa Farah yang mengerjakan karena dia juga salah satu anggota siswa berprestasi. Karena perkumpulan siswa-siswa berprestasi akan di beri informasi sekolah yang tidak di ketahui oleh siswa lainnya.
...****************...
__ADS_1