Beautiful Heart

Beautiful Heart
KANGEN


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Seorang gadis dengan seluruh tubuhnya terpasang alat medis tengah berbaring lemah di rumah sakit.


Dia masih enggan untuk membuka kedua matanya untuk melihat kehidupan. Kedua sahabatnya terus menangisi dia karena tak kunjung bangun dari komanya.


" Hiks hiks hiks Farah!" tangis Sella dan Intan.


" Sudahlah nak jangan terus menangis, doakanlah sahabat kalian." ucap Ibunya Farah sambil memeluk kedua gadis yang sepantaran anaknya itu.


" Abang Zian, Papa aku mau bicara sebentar, tapi tidak di sini." ucap Adam.


" Baiklah nak, ayo Zian kita ke taman rumah sakit saja bicaranya." ajak Papanya Adam.


" Iya Paman." jawab Abang Zian.


...****************...


Mereka bertiga sudah berada di taman dan membicarakan sesuatu dengan serius.


" Ada apa Nak?" tanya Papanya Adam.


" Ini masalah tentang mantan pacarnya Abang Zian." jawab Adam.


" Apa!" kaget Abang Zian.


"Aku sudah tahu tentang keluarga dari mantan pacarnya Abang Zian yang selama ini menghilang." ucap Adam.


" Kamu sudah tahu tentang keluarga Amanda?" tanya Abang Zian.


" Iya aku tahu adiknya. Dia satu sekolah denganku dan Farah." Jawab Adam.


" Siapa nama Adiknya nak?" tanya Papanya Adam.


" Namanya Fransiska Hutama, tapi aku tidak tahu dia tinggal di daerah mana." jawab Adam.


" Fransiska, iya itu adalah adik Perempuan Amanda yang sepantaran dengan Farah." ucap Abang Zian.


Adam pun menceritakan saat dia mendengar percakapan antara Fransiska dan Yasmin di sekolah tadi. Niat buruk Fransiska dan Yasmin kepada Farah dan mereka ingin membalas dendam Farah melalui Adam. Adam juga menyampaikan bahwa dia membuat rencana bersama Vino untuk mengungkapkan siapa Yasmin sebenarnya.


" Papa akan menemukan Keluarga Amanda dan mencari tahu dimana Amanda bekerja secepatnya." ucap Papanya Adam.


" Terimakasih banyak Paman, Adam aku mengucapkan terimakasih." ucap Abang Zian.


" Sama-sama Nak, Ayahmu sudah sangat berjasa kepada keluarga Paman. Sekarang waktunya Paman untuk membalas jasa ayahmu." ucap Papanya Adam.


...****************...


" Bibi kami pamit pulang dulu ya." pamit Intan kepada Ibunya Farah.


" Iya nak, kalian naik apa?" tanya Ibunya Farah.


" Kami naik angkutan umum Bi." jawab Sella.


" Hati-hati yah." tambah Ibunya Farah.

__ADS_1


Mereka berdua pun pulang dari rumah sakit dan pulang ke rumah masing-masing.


...****************...


Sella sudah sampai di rumahnya dia di sambut oleh Ibunya saja karena ayahnya meninggalkan dia waktu masih bayi. Sella merupakan anak tunggal dia tidak mempunyai saudara. Ibunya mempunyai toko beraneka tanaman langkah dan tanaman hias.


" Kamu sudah pulang, bagaimana keadaan Farah?" tanya Ibunya Sell a karena dia mengetahui kondisi Farah dari Sella.


" Dia masih belum sadar Bu." jawab Sella lesu.


" Kita harus banyak berdoa untuk Farah. Sekarang kamu mandi, sholat, lalu makan." ucap Ibunya Sella.


" Iya Bu." jawab Sella.


Sehabis sholat, Sella menuju meja makan dan dia membuka tudung saji yang tidak ada apa-apa.


"Loh kok kosong!" gumam Sella.


" Nak, tadi Ibu tidak belanja ke pasar jadi Ibuk tidak masak. Ibuk sudah pesan bakmie kesukaan kamu di kafe Indah tapi tidak di kirim-kirim." ucap Ibunya Sella.


" Ibu cancel aja, biar aku ke kafenya aja Bu, buat beli bakmie sekalian mau beli kopi cappucino yang masih panas. Ibu nggak titip apa-apa?" tanya Sella.


" Ibu titip roti selai di toserba sebelah kafe indah saja." jawab Ibunya Sella.


Sella pun menuju kafe Indah dengan berjalan kaki karena letak rumahnya tidak begitu jauh dari kafe Indah.


...****************...


Yasmin sudah sampai di kafe Indah untuk menemui Vino, bisa di blang menurutnya adalah ngedate pertama sebelum Vino menembaknya.


" Duh gak sabar nih, cari tempat duduk aja deh." gumam Yasmin.



" Hai." sapa Vino dengan tersenyum ke arah Yasmin.


" Eh udah datang." ucap Yasmin.


" Iya, maaf ya aku datangnya telat." ucap Vino dengan ekspresi memelas.


" Nggak kok." jawab Yasmin.


" Kamu belum pesan apa-apa?" tanya Vino kepada Yasmin karena di meja mereka tidak ada minuman ataupun makanan.


" Belum, aku nunggu kamu." jawab Yasmin.


" Okey, mas." panggil Vino kepada pelayan kafe untuk memesan makanan.


" Mau pesan apa?" tanya Pelayan kafe kepada Vino dan Yasmin.


" Saya ice cream sama salad." pesan Yasmin.


" Saya kopi cappucino panas sama bakmie aja mas." pesan Vino.


Pelayan pun mencatat pesanan mereka, tidak lama kemudian pesanan mereka berdua pun datang. Di sela-sela mereka berdua memakan makanan yang sudah di pesan tadi Yasmin bertanya kepada Vino.


" Vin ternyata kamu suka bakmie juga yah?" tanya Yasmin.

__ADS_1


" Dulu nggak pernah makan bakmie, tapi karena seseorang aku jadi suka. Kopi cappucino juga karena dia aku juga suka." jawab Vino.


" Siapa itu?" tanya Yasmin karena dia penasaran.


" Orang yang sudah aku sakiti." jawab Vino.


" Oh maaf." tambah Yasmin.


Mereka berdua pun sudah selesai dengan makanan mereka dan di lanjut mengobrol.


" Kamu ngajak aku ke sini buat apa?" tanya Yasmin.


" Buat lihat kamu." jawab Vino dengan tersenyum kepada Yasmin, dan hal itu sukses membuat Yasmin salah tingkah.


" aku serius nanya." ucap Yasmin dengan cemberut.


" Aku juga serius, kamu itu cantik banget. Jadi siapa sih yang nggak tertarik sama kamu." puji Vino.


" Makasih." jawab Yasmin.


" Kamu udah temenan sama Farah dari kapan?" tanya Vino.


" Kamu kok nanyain Farah?" tanya Yasmin karena tiba-tiba Vino menanyakan Farah.


" Sebenarnya aku nggak suka sama Farah, karena sejak Adam dekat-dekat sama Farah dia jadi agak berubah sifatnya." jawab Vino dengan serius.


" What! Farah itu emang orangnya sok polos padahal aslinya mah jahat banget. Aku aja benci banget sama dia." tambah Yasmin.


" Bukannya kamu selama ini sahabatan sama dia?" tanya Vino.


" Dia aja kali yang ngerasa sahabatan, padahal aku aja cuma nyari untung aja dari dia. Dia kan pinter, jadi bisa di manfaatin." jawab Yasmin.


" Gila nih cewek! jahat banget. Tapi kena jebakan gue loh." kata hati Vino.


" Oh gitu yah, tapi sekarang dia lagi koma, kamu nggak jenguk ke rumah sakit?" tanya Vino.


" Ngapain males banget." jawab Yasmin.


Mereka pun terus melanjutkan mengobrol dengan topik lain. Dan semakin lama Yasmin merasa memang Vino menyukainya.


Dari kejauhan ada seorang gadis yang melihat mereka dengan perasaan yang sangat hancur.


" Kenapa Vin kamu jahat banget sama aku, padahal kamu cinta pertamaku tapi kamu memang nggak pantes buat aku yang kayak gini." gumam Sella.


Sella duduk di meja depan kasir karena dia memesan makanan untuk di bungkus.


Di tengah-tengah Sella sedang memandangi Vino dan Yasmin dia di panggil oleh pelayan kafe karena pesanannya sudah siap.


" Atas nama Sella Anggita." teriak Pelayan Kafe.


Hal itu membuat Vino menoleh ke sumber suara karena nama tersebut tidak asing baginya. Saat dia menoleh ke sumber suara yang pertama dia lihat adalah gadis yang memakai gamis warna hitam dan hijab cokelat sedang membayar pesanannya.


" Sella." gumam Vino.


" Adam kamu?" tanya Yasmin kepada Vino karena dia menoleh ke arah kasir.


" Aku tidak apa-apa mari kita pulang." ajak Vino kepada Yasmin.

__ADS_1


" Ayo." jawab Yasmin


...****************...


__ADS_2