Beautiful Heart

Beautiful Heart
MAKAN MALAM + VISUAL


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Farah tamunya sudah datang!" ucap Bibi Ani kepada Farah yang sedang mencuci tangan.


" Mereka sudah masuk Bik?" tanya Farah balik.


" Iya Ra lagi di ruang tamu. Sana kamu sambut." perintah Bibi Ani.


" Iya." jawab Farah sambil membawa kopi untuk mereka.


Adam yang melihat figura yang terpasang di dinding kayu senyum-senyum sendiri karena figura tersebut ada foto Farah saat berumur 5 tahunan.


" Lucu juga dia kalau masih kecil." gumam Adam.


" Tuan!" ucap Sekertaris Jo yang membuyarkan fantasi Adam.


" Apa?" tanya Adam yang masih melihat foto Farah dan dia sampai tidak menyadari kedatangan Farah.


" Nona!" bisik Sekertaris Jo yang langsung membuat Adam menoleh ke arah di mana Farah berdiri.


" Terimakasih yah sudah mau datang." ucap Farah sambil menyerahkan beberapa cangkir kopi kepada mereka.


" Seharusnya saya yang berterima kasih karena kamu sudah mengundang kami." jawab Adam


Adam dan anak buahnya pun meminum kopi mereka lalu mereka menuju gazebo yang cukup besar di samping rumah Farah untuk makan malam. Gazebo tersebut sangat indah karena terpasang lampu-lampu yang menghiasinya. Letaknya juga ada di taman rumah, terdapat juga kolam ikan, dan di tambah tanaman hias yang indah yang selama ini di rawat oleh Farah.


" Maaf ya rumah saya bukan seperti di kota kalau makan harus di meja makan. Tapi, ini lesehan." ucap Farah.


" Tidak papa Nona Farah, malah ini sangat unik buat kami." Jawab Sekertaris Jo.


Mereka pun duduk dengan posisi bundar, Farah duduk di dekat Adam. Makanan yang di olah Farah dan Bibi Ani tadi sudah tersedia di sana.


__ADS_1


" Ini Nona Farah dan Nyonya yang masak?" tanya Sekertaris Jo kepada Farah dan Bibi Ani.


" Iya Nak, jangan panggil Nyonya Nak. Panggil saja Bik Ani hehehe." jawab Bibi Ani ramah.


" Iya Bik Ani." jawab Sekertaris Jo dengan tersenyum.


" Ayo makan dan siapa di sini yang memimpin doa mau makan?" tanya Farah Kepada mereka.


" Biar saya saja." jawab Adam yang membuat Sekertaris Jo dan anak buahnya terkejut karena selama ini mereka mengenal Adam dengan kepribadian yang cukup buruk dan mereka tidak mengetahui saat ketika Adam beribadah atau berdoa.


Adam pun memimpin doa mau makan dengan lancar dan hal itu membuat Farah kagum karena meskipun Adam sekarang berubah sikapnya.


Mereka pun mengambil nasi dan lauk pauk yang sangat menggiurkan. Tiba-tiba Farah teringat bahwa ada satu makanan yang belum ia sajikan. Farah pun berpamitan kepada mereka untuk mengambil makanan tersebut.


" Nah ini lodeh pepaya mudanya. Saya hampir lupa." ucap Farah dengan menghidangkan lodeh pepaya muda.



" Wah jadi seperti Nona Farah yang namanya Lodeh Pepaya." ucap Sekertaris Jo.


" Tentu saya mau Nona." jawab Jonathan sambil menyerahkan piringnya Kepada Farah.


Adam yang melihat Jonathan di ambilkan lodeh pepaya muda pun tidak mau kalah dia juga mau di ambilkan oleh Farah.


" Ara saya juga mau itu." pintu Adam yang membuat Farah terkejut dengan panggilan nama yang sudah lama tidak ia dengar.


" Apa?" tanya Farah balik dengan salah tingkah.


" Saya juga mau lodeh itu." jawab Adam dengan menyerahkan piringnya juga.


Mereka pun makan malam dengan nikmat dan setelah makan malam Adam dan anak buahnya berpamitan untuk kembali ke penginapan.


...****************...


Farah yang sedang menonton sinetron kesukaannya tiba-tiba teringat dengan Adam.

__ADS_1


" Jadi kamu masih manggil aku dengan nama Ara." batin Farah.


" Farah." panggil Bibi Ani yang baru datang dari dapur.


" Ada apa Bik?" tanya Farah.


" Tuan Adam itu tampan banget yah. Mukanya bule gitu di tambah brewokan lagi. Asistennya juga tampan mukanya kayak orang china." kagum Bibi Ani.


" Kan Adam emang turunan bule Bik, Papanya Bule." jawab Farah santai.


" Loh kok kamu tau?" tanya Bibi Ani.


" Aduh! keceplosan lagi. Hmm kayaknya jawab sejujurnya aja deh." batin Farah.


" Adam dulu satu SMK sama Farah terus pindah ke luar negeri buat lanjutin pendidikannya. Pak Wijaya salah satu penyumbang desa ini itu Papanya Adam." jawab Farah.


" Oh pantesan emang anaknya Pak Wijaya yah. Tapi, sepertinya Tuan Adam kayak ada rasa sama kamu kalau bibi perhatikan." goda Bibi Ani.


" Ya tidaklah Bik, kita cuma teman saja. Oh iya, aku mau tidur dulu yah Bik." pamit Farah.


" Iya Nak." jawab Bibi Ani.


" Bibi doakan Farah semoga kamu berjodoh sama Tuan Adam hehehe." batin Bibi Ani.


...****************...


VISUAL ADAM DAN FARAH


Aku tampilkan visual Adam sama Farah yah tapi kalian juga bisa bayangin visual sesuai bayangan kalian mulai pertama baca novel ini. Ini visualnya yang aku bayangin kalau sambil nulis hehehe 😊🥰😘😍


ADAM WIJAYA



FARAH DEWI

__ADS_1



__ADS_2