Beautiful Heart

Beautiful Heart
PENERUS


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Hari ini adalah hari dimana Farah akan berangkat menuju Desa Kakeknya. Dia membawa semua keperluan yang di butuhkan olehnya.


" Nak kamu hati-hati di sana yah." ucap Ibunya Farah lalu memeluk anak bungsunya itu.


" Iya, aku berangkat yah." jawab Farah lalu menaiki mobil kijang inova milik Abangnya.


Farah hanya di antar oleh Abang Zian saja karena Ibunya Farah dan Mbak Gita harus menyiapkan konsumsi untuk arisan di rumah mereka nanti sore.


Perjalanan ke Desa memakan waktu yang sangat lama dan hal itu membuat Farah mengantuk.


" Hoaam, ngantuk banget." gumam Farah yang menguap di dalam mobil yang sedang melaju.


" Kamu tidur saja." perintah Abang Zian kepada Adiknya.


" Tidak, aku mau nyemil saja supaya ngantuk nya ilang." jawab Farah.


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya Farah sampai di Desa yang sangat berarti baginya. Karena dari kecil ia sudah hidup di desa itu dan ketika Kakeknya tiada ia harus ikut kedua orang tuanya di Kota.


Para warga pun menghampiri mobil Abang Zian yang berhenti di halaman rumah almarhum Kakek Farah.


" Siapa itu?" bisik para warga.


Seorang gadis dengan jilbab warna hitam dan seorang laki-laki tampan pun turun dari mobil tersebut.


" Masyaallah Zian kamu datang nak?" tanya seorang ibuk-ibuk yang melihat Zian turun.

__ADS_1


Semua para warga mengenal Abang Zian karena Abang Zian dan Ibunya sering datang berkunjung ke Desa meskipun Kakek Imam (nama Kakeknya Farah) sudah tiada. Akan tetapi setelah Farah pergi dari Desa waktu itu, dia tidak pernah berkunjung ke desa lagi karena harus menjalani pengobatan akibat musibah yang menimpanya. Jadi, warga tidak mengenali Farah yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang manis.


" Apa ini Farah?" tanya para ibuk-ibuk yang melihat Farah.


" Iya, ini Farah yang nakal dulu." jawab Farah dengan tersenyum kepada mereka.


" Ya Allah, kamu sudah tumbuh dewasa." ucap para warga.


Semua warga desa sudah tahu bahwa Farah datang ke desa untuk membantu desa mereka. Karena dulu Kakek Imam selaku pemimpin Desa mengatakan bahwa kelak cucu perempuannya yang akan meneruskan tugasnya di Desa ketika cucunya itu sudah tumbuh dewasa.


Farah di sambut oleh mereka dan Farah akan tinggal bersama Bibi Ani yaitu sepupu almarhum Ayahnya yang selama ini mengurus rumah peninggalan almarhum kakek Imam.


...****************...


Gemericik air hujan luar rumah menambah kesan yang sangat indah bagi seorang gadis yang sekarang sedang meminum teh di balik jendela kayu yang lebar. Karena desain rumah di Desa Farah desainnya adalah rumah tradisional.


" Iya. Farah juga seneng kok bisa ke desa ini. Semoga Farah bisa melaksanakan wasiat Kakek dengan lancar." ucap Farah lalu merangkul lengan Bibi Ani.


" Iya Nak. " jawab Bibi Ani.


Kemudian Bibi Ani dan Farah pun menuju ke kamar masing-masing karena sudah merasa mengantuk.


...****************...


Di sebuah rumah yang indah tapi tidak terlalu besar ada seorang gadis yang tengah ketakutan karena ada beberapa orang berpakaian serba hitam sedang mengintrogasi Ibunya.


" Siapa mereka?" gumam Sella yang mengintip dari belakang tembok.


Awalnya Sella ingin menemani Ibunya akan tetapi dia tidak boleh keluar kamar oleh Ibunya. Suara yang semakin keras membuat Sella keluar kamar dan mengintip dari belakang tembok.

__ADS_1


" Di mana darah dagingku?" tanya seorang laki-laki sekitar umur 40 tahunan yang sangat gagah dengan brewok yang ada di dagu yang membuatnya semakin tampan.


" Kau mencarinya? kau saja dulu tidak mengharapkannya!!" jawab Ibunya Sella dengan emosi.


" Karena kau tidak memberitahu." jawab laki-laki tersebut.


Sella yang mendengarkan percakapan dua orang tersebut pun membuat kedua matanya mengeluarkannya cairan bening. Sella yang takut sampai menyenggol lampu tidur yang ada di meja sebelahnya.


" Apa itu?" gumam Laki-laki tersebut.


" Pergi kau dari sini!" perintah Ibunya Farah.


" Aku adalah Ayahnya." jawab laki-laki tersebut.


Sella yang mendengar itu pun lantas menghampiri mereka dan dia melihat seorang laki-laki yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


" AYAH." bentak Sella.


Laki-laki tersebut pun terkejut karena tiba-tiba ada seorang gadis yang memanggilnya dengan sebutan Ayah.


" Apakah kau Sella Anindita Raharja?" tanya laki-laki tersebut lalu mendekati Sella.


" Bukaan, bama belakangku hanya Anindita tidak ada Raharja." jawab Sella dengan ketus.


" Saya Ayahmu, tolong ikut Ayah nak. Ayah janji akan menuruti segala keinginanmu ." ucap laki-laki tersebut kepada Sella.


" Aku tidak mau." jawab Sella.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2