Beautiful Heart

Beautiful Heart
PEPAYA MUDA


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Farah dan Adam sekarang hanya berdua saja sedangkan Sekertaris Jo dan yang lainnya berkeliling kebun buah.


" APA SEBENARNYA KEINGINAN ANDA ? " tanya Farah kepada Adam dengan emosi.


" Saya ingin dekat denganmu." jawab Adam dengan ekspresi yang sulit di artikan.


" Huh! aku bingung sekali, kau kemarin bersikap aku adalah orang yang paling kau benci tapi sekarang kau mendekatiku lagi. Apa yang harus aku lakukan ? Mau melupakanmu akan tetapi kau malah terus mendekatiku. Kalau begini kapan aku bisa melupakanmu dan membuka hati untuk orang lain. Usiaku sudah matang untuk menikah akan tetapi aku masih terjebak denganmu terus!" ucap Farah dengan nada gemetar ingin menangis.


" Ayo menikah." tawar Adam.


Jawaban Adam membuat Farah terkejut dan semakin bingung dengan sikap Adam yang sulit untuk di tebak.


" APA!" kaget Farah


" Katanya usianya sudah matang untuk menikah, terus tidak bisa melupakanku dan aku tidak mengijinkan mu membuka hati lagi untuk seseorang. Jadi, ayo menikah denganku." ajak Adam


" Semudah itu kau mengatakan pernikahan? kemarin kau menghinaku sekarang mau menikahi aku. Aku tidak semudah yang kau bayangkan Tuan, meskipun aku masih mencintaimu saat ini akan tetapi aku bukanlah wanita murahan seperti yang kau tuduhkan padaku. Aku tidak akan menikah denganmu karena kau sudah melanggar janjimu sendiri." jawab Farah dengan sinis.

__ADS_1


" Tapi, aku sekarang ingin memperbaiki hubungan kita. Aku akui aku sudah salah dan menyakiti hatimu. Akan tetapi semua itu ada alasan dan aku tidak bisa jelaskan sekarang." ucap Adam dengan menggenggam tangan Farah.


" Lepas! Jangan harap aku akan menikah denganmu kalau kau sendiri saja tidak jujur kepadaku." jawab Farah dengan melepaskan tangan Adam.


" Baiklah kalau begitu, secepatnya aku akan mengungkap kondisiku bagaimana di London dan apa alasanku membencimu saat di sana. Kalau aku katakan sekarang percuma tidak ada bukti yang kuat." ucap Adam.


" Akan aku tunggu." jawab Farah pasrah.


Sekertaris Jo datang kepada mereka dengan membawa buah pepaya yang belum matang di tangannya.


" Nona Farah saya minta maaf, tadi anak buah saya memetik buah pepaya yang sudah matang akan tetapi buah ini ikutan jatuh." jelas Sekertaris Jo


" Tidak apa-apa Tuan Jonathan, nanti akan saya olah jadi lodeh pepaya untuk makan malam. Makan malam nanti datang ke rumah saya. Saya undang Tuan Adam dan juga Anda beserta yang lainnya untuk makan malam bersama." jawab Farah dengan ramah.


" Jonathan!" ucap Adam geram karena Sekertaris pribadinya itu bertanya terus kepada Farah.


Sekertaris Jo yang melihat reaksi Adam kepadanya lantas berpamitan kepada Farah dan Adam untuk bergabung dengan yang lainnya lagi.


" Kenapa Bos?" tanya yang lainnya Kepada Sekertaris Jo yang kembali lagi kepada mereka.


" Biasalah Tuan lagi seneng." Jawab Jonathan dengan melihat ke arah Adam yang hanya berekspresi datar.

__ADS_1


Sekertaris Jo sudah tahu kalau Adam sekarang hatinya sedang berbunga-bunga karena di undang makan malam nanti oleh orang yang dia cintai meskipun ekspresi Tuannya itu tidak menandakan adanya kebahagiaan.


" Tuan Muda saya bahagia sekarang Anda sudah mulai normal berkat Nona Farah. Hahaha tadi saya tau Anda cemburu kepada saya karena terus bertanya kepada Nona Farah." batin Sekertaris Jo.


...****************...


Bulan sudah menunjukkan keberadaannya, langit juga sudah berubah menjadi warna gelap. Aroma parfum maskulin pun sangat menyengat sekali di kamar seseorang.


" Tok-tok." bunyi ketukan pintu.


" Masuk." jawab Adam yang sedang menyisir rambut.


" Apakah parfum Anda tumpah Tuan Muda?" goda Sekertaris Jo dengan tersenyum jahil Kepada Adam Karena Tuannya itu seperti kelebihan menyempatkan parfum.


" Tidak!" jawab Adam.


" Hmm bilang saja harus tampil maksimal di hadapan sang pujaan hati." gumam Sekertaris Jo yang masih di dengar oleh Adam.


Adam yang mendengar ucapan Jonathan pun berbalik arah dan melemparkan sisir rambut kepada Sekretaris tengilnya itu.


" Aduh! Hahaha. Kalau bukan karena pepaya muda tadi mana mungkin nona Farah mengundang kita untuk makan malam tadi." ucap Sekertaris Jo.

__ADS_1


Itulah Adam dan Sekertaris Jo kalau hanya berdua seperti Kakak beradik. Karena saat dulu Adam sedang kuliah Jonathan sudah di pasrahkan oleh Kakeknya kepadanya untuk membantu mengurus Perusahaan yang ada di London. Adam sudah menganggap Jonathan seperti Adiknya sendiri karena Jonathan lebih muda satu tahun darinya. Jonathan pun yatim piatu sejak bayi.


...****************...


__ADS_2