Beautiful Heart

Beautiful Heart
PERGI


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Suasana sekolah yang begitu ramai di pagi hari karena sebentar lagi akan ada pembagian rapot.


" Eh kamu tau Yasmin di mana?" tanya Fransiska kepada teman sekelas Yasmin.


" Kayaknya dia lagi di taman, tadi di susul sama Vino." jawab teman sekelas Yasmin.


" Terimakasih Yah." ucap Fransiska.


Teman sekelas Yasmin pun terkejut karena selama ini, Fransiska tidak pernah mengucapkan terimakasih kepada seseorang yang telah menolong atau membantunya.


...****************...


Suasana di taman sekolah sangat asri dan nyaman untuk para siswa. Akan tetapi tidak bagi Yasmin yang sekarang sedang di interogasi oleh Adam, Vino, dan Intan.


" Yasmin ternyata loh tu cantik luarnya aja yah!" ucap Intan dengan emosi.


" Apa maksud loh!" jawab Yasmin yang akan memukul Intan, akan tetapi tangannya di tepis oleh Adam.


" Gue peringatin loh yah, jangan sekali-kali loh buat Farah menderita. Kalau sampai loh ngelakuin itu. Hidup loh bakal nggak tenang." ucap Adam dengan datarnya.


" Gue?" tanya Yasmin yang pura-pura tidak mengerti apa yang Adam katakan.


Vino pun mengeluarkan ponselnya kemudian memutar rekaman suara dirinya dan Yasmin yang sedang berada di kafe kemarin malam.


" Vin kamu kenapa ngelakuin ini sama aku?" tanya Yasmin yang tidak percaya bahwa Vino menjebaknya.


Vino hanya diam saja dan menatap Yasmin dengan tatapan tajam. Yasmin yang ditatap Vino dengan tatapan tajam pun lantas menundukkan kepalanya.


" Gue emang benci sama Farah, akan tetapi gue nggak mau nyakitin dia. Gue di suruh sama Fransiska buat deketin Adam supaya Farah tersakiti. Karena itu adalah syarat gue bakalan masuk gengnya dia. Dan saat Vino deketin gue, gue mutusin buat nggak nerusin rencana itu." ucap Yasmin dengan jujur.


" Heem." ucap Adam.


Tiba-tiba Fransiska datang dan melihat keadaan Yasmin yang tengah di interogasi oleh Adam dan lainnya.


" Dam apa yang dikatakan Yasmin memang benar. Aku yang menyuruhnya." ucap Fransiska.


" Yasmin jangan benci sama Farah, karena dia adalah orang yang tulus. Cobalah buka hatimu." ucap Fransiska lalu memeluk Yasmin.

__ADS_1


Mereka berdua pun berpelukan dan menyesali atas perbuatan mereka kepada Farah.


" Jangan ada kebencian di hati kalian." ucap Adam.


" Iya Dam. Gue sadar kalau Farah selama ini tulus sama gue, akan tetapi gue terlalu egois." jawab Yasmin.


" Kalau gitu, sekarang semua udah selesai dan gue pamit sama kalian." ucap Adam.


" Mau kemana?" tanya Intan.


" Adam mau pindah ke London dan tinggal sama Kakeknya." jawab Vino.


" Hah!" ucap Intan, Yasmin, dan Fransiska secara bersamaan.


" Gue titip Farah sama kalian yah." perintah Adam.


" Pasti." ucap mereka serentak.


...****************...


Di sebuah toilet ada seorang gadis yang tengah menangis karena hari ini para wali murid akan datang. Akan tetapi Ibunya tidak bisa karena harus mengirim tanaman hias ke luar kota. Sedangkan Ayahnya, dia saja tidak tahu bagaimana rupa Ayahnya.


" Hiks, Hiks, Hiks, Hiks. Aku harus kuat!" tangis Sella yang menyemangati dirinya.


" Udah, loh emang salah akan tetapi kalau loh mau tobat. Gue bakal maafin loh." ucap Vino kepada Yasmin.


" Makasih kamu udah kasih kesempatan kedua buat aku." jawab Yasmin dengan memegang tangan Vino.


Sella yang melihat kejadian itu pun langsung menuju ke kelas tanpa menyapa mereka berdua.


Sesampainya di kelas Intan langsung menghampirinya dan bercerita tentang kejadian di taman tadi.


" Tadi aku cari kamu buat di ajak ke taman setelah mendengarkan cerita dari Vino, tapi aku kira kamu belum datang." ucap Intan kepada Sella.


" Oh aku tadi ke toilet." jawab Sella.


...****************...


Pembagian rapot pun dilaksanakan pada pukul sembilan siang yang di ambil oleh wali murid. Pak Wijaya yang selesai mengambil rapot Adam serta mengurus perpindahan sekolah Adam pun mengajak anak semata wayangnya itu untuk ke rumah sakit.


Sesampainya mereka berdua di rumah sakit, Adam melihat kondisi Farah yang semakin membaik.

__ADS_1


Adam masuk ke kamar Farah dan mereka berbicara berdua saja.


" Bagaimana kondisimu? " tanya Adam kepada Farah.


" Sakit di tubuhku sudah sembuh, akan tetapi tubuhku masih lemas." jawab Farah.


" Ara kau harus semangat untuk sembuh!" ucap Adam.


Adam mengeluarkan sebuah kotak hitam dari sakunya dan memberikan ya kepada Farah.


" Apa ini?" tanya Farah.


" Itu adalah tanda bahwa aku kelak akan menjadi pasangan hidupmu." jawab Adam dengan tersenyum.


Farah yang mendengar kata-kata Adam pun menitihkan air mata karena Adam memberikan kalung yang ada inisial huruf A sebagai tanda untuk dia menjadi pasangan hidup Adam.


" Jadi, kamu melamar ku?" tanya Farah


" Bisa di bilang begitu, akan tetapi umur kita masih muda sekali. Jadi untuk itu aku melamar mu dulu. Kalau aku sudah sukses nanti aku akan menikahi mu. Aku juga tidak bisa menghubungimu Ara Karena aku harus fokus untuk belajar di sana." jawab Adam.


" Iya, aku akan menunggumu tapi berjanjilah padaku untuk menepati janjimu." ucap Farah.


" Pasti aku berjanji." jawab Adam.


" Karena kita belum muhrim, jadi kita tidak bisa berpelukan. Maaf waktu itu aku menggendong mu saat kamu pingsan." ucap Adam dengan jujur karena Adam mengerti bahwa Farah adalah gadis yang sangat taat kepada agama. Oleh karena itu dia langsung melamar Farah dan tidak ingin berpacaran. Karena supaya Farah menunggunya menjadi seseorang yang sukses supaya bisa menikahinya.


" Iya. Semoga perjalanan kamu selamat." jawab Farah.


" Terima kasih Ara." ucap Adam.


Adam pun keluar dari ruangan Farah dan berpamitan kepada Ibunya Farah dan Abang Zian untuk berangkat ke London. Dia juga mengatakan bahwa dia sudah melamar Farah dan memberikan kalung sebagai tanda pertunangan mereka. Awalnya Ibunya Farah terkejut akan tetapi Pak Wijaya meyakinkan bahwa Farah adalah menantu yang tepat untuk mereka. Beliau dan Istrinya sudah menganggap Farah seperti anaknya sendiri.


...****************...


Adam pun berangkat ke Bandara dengan di antar oleh Orang tuanya dan Abang Zian juga ikut mengantar Adam ke Bandara. Sesampainya di bandara Adam berpamitan kepada kedua orang tuanya juga Abang Zian.


" Hati-hati kamu di sana." perintah Abang Zian.


" Siap Bang tunggu aku jadi adik iparmu. Abang juga harus menikah supaya aku punya Kakak Ipar. Aku sarankan menikahlah dengan Bu Gita. Dia dua tahun lebih muda dari Abang." jawab Adam dengan tersenyum jahil kepada Abang Zian.


" Kau yah!" ucap Abang Zian lalu memeluk Adam.

__ADS_1


Penerbangan pesawat Adam sudah di umumkan, lalu Adam pun segera menuju ke pesawat. Perjalanan ke London sangat melelahkan akan tetapi dia selamat sampai tujuan.


...***************...


__ADS_2