Beautiful Heart

Beautiful Heart
BERHARAP


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Mungkin mirip saja." jawab Farah dengan gugup.


" Sepertinya begitu Mbak." jawab Fakhri.


Mereka bertiga akhirnya jalan-jalan keliling kota, Farah menunjukkan di mana ia sekolah SMK dulu dan tempat-tempat favoritnya bersama kedua sahabatnya dulu. Tempat terakhir yang akan mereka kunjungi adalah Mall yang ada di pusat kota. Sesampainya mereka di sana Adi dan Fakhri berjalan-jalan keliling Mall sedangkan Farah pamit ke toilet sebentar lalu menyusul mereka.


Ketika di toilet tidak sengaja Farah menemukan jam tangan anak kecil yang ketinggalan di wastafel.


" Pasti ini jam tangan anaknya Ibu barusan, aku harus kembalikan nanti dia mencarinya." gumam Farah lalu keluar dari toilet kemudian menyusul Ibu dan anak tersebut.


Farah kehilangan jejak mereka akan tetapi dia tidak putus asa untuk mencarinya. Sudah sepuluh menit berkeliling akhirnya dia menemukan Ibu dan anak itu sedang berada di toko perhiasan.


" Permisi Bu, apakah betul ini milik Adek ini?" tanya Farah dengan menunjukkan jam tangan tersebut.


" Terimakasih Mbak, tadi saya balik ke toilet sudah tidak ada." jawab Ibu anak tersebut.


" Iya tadi saya menemukannya di wastafel lalu saya cari Ibu tapi kehilangan jejak." tambah Farah.


" Ya Allah, terimakasih banyak Mbak." jawab Ibu tersebut.


Awalnya Farah mau di traktir makanan oleh Ibu tersebut akan tetapi dia tidak mau karena harus segera menghampiri Adi dan Fakri yang saat ini sedang memilih beberapa pakaian. Jadi, Ibu tersebut meminta nomor telefon Farah supaya kalau Farah ada waktu mereka bisa makan bersama atau jalan-jalan bersama.


Farah menghampiri Adi dan Fakhri yang saat ini sedang memilih baju yang sedang diskon.


" Mbak Farah lama sekali?" tanya Adi.


" Nanti aku ceritain, kamu pilih pakaian yang bener jangan yang aneh-aneh." perintah Farah kepada Adi.


" Siap." jawab Adi.


Mereka bertiga sudah selesai membayar beberapa pakaian yang telah mereka pilih tadi dan sekarang Farah mengajak mereka makan siang di restoran yang ada di Mall tersebut.


" Kalian pesan apa?" tanya Farah kepada Adi dan Fakhri.


" Aku nasi goreng seafood sama jus stroberi." jawab Fakhri.


" Aku sama kayak Mas Fakhri aja." jawab Adi.


" Oke kalau begitu makannya nasi goreng seafood 2 sama lalapan ayam 1, terus minumannya jus stroberi 2 sama teh panas 1. Sudah itu saja Mbak." ucap Farah kepada pelayan restoran.


Sambil menunggu pesanan datang mereka bertiga mengobrol dengan candaan masing-masing. Ketika mereka sedang bercanda tiba-tiba Fakhri di sapa oleh seorang laki-laki berparas tampan dengan tubuh yang atletis.

__ADS_1


" Fakhri kamu disini?" tanya laki-laki tersebut.


" Pak Jonathan." ucap Fakhri kaget.


" Iya Pak saya lagi sama kerabat saya." jawab Fakhri yang memperkenalkan Adi dan Farah.


Adi dan Farah yang di kenalkan oleh Fakhri kepada Jonathan pun lantas mereka pun tersenyum kepada Jonathan.


" DEG! apakah saya tidak salah lihat? ini kan Nona Farah yang sangat di benci oleh Tuan Muda. Tapi, kenapa saya merasa Nona Farah yang ini vibe nya sangat positif. Dan dia juga memakai hijab." kata hati Jonathan yang melihat Farah.


" Mari bergabung juga Tuan?" tawar Farah kepada Jonathan.


" Terimakasih Nona, tapi saya sudah buru-buru. Kalau begitu saya pamit dulu. Fakhri saya balik duluan yah." jawab Jonathan lalu meninggalkan restoran tersebut.


" Itu tadi rekan kerjamu Fakhri?" tanya Farah.


" Bukan Mbak itu tadi sekertaris dan orang kepercayaannya Tuan Muda pemilik perusahaan. Kalau Pak Jonathan orangnya sangat humble kepada karyawan kantor." jawab Fakhri.


" Kalau boleh tahu siapa nama Tuan Muda pemilik perusahaan?" tanya Farah dengan gugup karena dia berharap Tuan Muda yang di maksud Fakhri bukan orang yang selama ini selalu ia rindukan.


" Tuan Adam Wijaya." jawab Fakhri.


" Huh! memang mau siapa lagi kalau bukan Adam yang mewarisi AW Group. Aku masih berharap orang lain karena dalam hati kecilku Adam masih sama seperti dulu meskipun aku belum bertemu Adam yang sekarang." kata hati Farah.


...****************...


" Orang rumah pada kemana yah?" gumam Farah.


" Adi kamu istirahat aja dulu, Mbak mau keluar sebentar aja." perintah Farah kepada Adi.


" Jangan lama-lama Mbak Farah." jawab Adi.


Farah pun akhirnya keliling komplek untuk mencari Ibunya. Ternyata Ibunya dan Mbak Gita sedang berada di rumah Ayu.


" Ada apa ini Buk, Mbak?" tanya Farah.


" Bu Yani mengalami serangan jantung dan dia harus segera di bawah ke rumah sakit. Tapi, Ayu malah pergi ke club malam." jawab Mbak Gita.


" Ya Allah Ayu. Mbak Gita sama Ibuk bawa Bu Yani ke rumah sakit. Aku bakalan cari Ayu ke club." perintah Farah.


" Nak kamu harus hati-hati itu tempat berbahaya." jawab Ibunya Farah.


" Ibu harus yakin sama Farah." jawab Farah menyakinkan Ibunya.


Mbak Gita dan Ibunya Farah pun membawa Bu Yani ke rumah sakit dengan membawa mobil. Sedangkan Farah membawa motor milik Mbak Gita untuk menuju ke Club yang sudah di tunjukkan oleh Mbak Gita. Awalnya Adi ingin ikut akan tetapi Farah tidak mengizinkannya untuk ikut karena Abang Zian belum pulang dari luar kota untuk mengirim beberapa barang dan saat Farah menghubungi Abang Zian handphonenya tidak aktif.

__ADS_1


...****************...


Farah sudah sampai di club malam yang begitu ramai. Ketika Farah masuk ke club dia menjadi pusat perhatian karena dia sendiri yang memakai hijab dan pakaian tertutup di club itu.


" Hai kamu mau pengajian di sini. Hahahaha ?" tanya laki-laki yang sedang mabuk.


Farah menghiraukan laki-laki yang sedang mabuk tersebut lalu dia melanjutkan mencari Ayu. Farah kesulitan mencari Ayu karena banyaknya orang-orang yang sedang berjoget.


" Ya Allah lindungilah hambamu ini." gumam Farah yang melihat beberapa orang menatap sinis kearahnya.


Ketika Farah menoleh ke meja yang berada di pojok sendiri dia melihat gadis yang sedang ia cari menggunakan pakaian yang sangat seksi sedang berciuman mesra dengan seorang laki-laki.


" Ayu!" gumam Farah lalu menghampiri Ayu.


Farah lantas menarik tangan Ayu sebelum kedua pasangan tersebut melakukan hal yang tidak di inginkan terjadi.


" Apa-apaan sih loh!" bentak Ayu lalu menoleh ke belakang ternyata yang menarik tangannya adalah seseorang yang dia takuti selama ini.


" Mbak Fa-fa-rah." gumam Ayu ketakutan.


" Ayu kamu kok jadi seperti ini?" tanya Farah dengan meneteskan air matanya.


" Mbak Farah nggak usah ikut campur. Semua ini aku lakukan karena ekonomi keluarga Mbak." jawab Ayu.


" Tapi, sekarang Ibumu masuk rumah sakit." ucap Farah.


Madam Mei selaku pemilik club malam tersebut pun marah karena pelanggan setianya sudah di kecewakan oleh pegawainya. Farah dan Ayu yang akan keluar dari club pun di hadang oleh anak buah Madam Mei.


" Hei kau mau kemana?" tanya salah satu anak buah Madam Mei.


" Aku mohon aku ingin menemui Ibuku." mohon Ayu.


'' Tidak bisa!" jawab Madam Mei yang menghampiri Ayu dan Farah.


" Kalian ini manusia apa makhluk lain sih! Ibunya sedang sakit." ucap Farah ketus.


" Siapa kau? tangkap wanita itu lalu bawa Ayu kembali." perintah Madam Mei.


" Untung pakai celana kulot." gumam Farah.


Ketika tangan Farah di tarik paksa oleh mereka, Farah pun menghajar mereka sampai babak belur. Karena selama ini Farah hanya menggunakan ilmu bela diri yang sudah ia kuasai sejak kecil dan dia menggunakan hanya dalam keadaan darurat. Keributan yang di timbulkan oleh Farah pun membuat musik di hentikan dan semua mata tertuju pada seorang wanita yang menggunakan hijab sedang menghajar anak buah Madam Mei.


Dari meja VVIP yang berada di lantai atas ada seorang laki-laki yang melihat Farah dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Apakah itu?" gumam laki-laki tersebut yang melihat gadis yang dulu pernah ia cintai akan tetapi cinta itu sudah hilang dan berubah menjadi kebencian.

__ADS_1


Farah meminta maaf kepada Madam Mei karena sudah menghajar anak buahnya dan Ayu juga membatalkan kontrak kerja sama dengan Madam Mei, dia juga berjanji kepada Madam Mei akan segera mengganti kerugian kontrak. Madam Mei yang mulanya sangat emosi kepada Farah dan Ayu, akan tetapi setelah mendengar permintaan maaf Farah dan suara Farah yang begitu lembut membuat Madam Mei tidak tega kepada Farah. Sebenarnya dia yang salah akan tetapi seseorang yang tidak bersalah malah meminta maaf terlebih dahulu dan hal itu membuat dia kagum kepada sosok wanita berjilbab itu.


...****************...


__ADS_2