Beautiful Heart

Beautiful Heart
PAMAN


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Assalamualaikum." Ucapan salam Farah sambil melangkah menuju ke ruang tamu.


" Waalaikumsalam." jawab salam semua orang yang ada di ruang tamu.


Farah pun menyalami semua orang yang ada di ruang tamu. Farah duduk didekat Ibunya dan dia hanya mendengarkan obrolan mereka.


" Nak Farah, kamu bisa main ke rumah paman kalau hari libur." ucap Pak Wijaya ayah Adam.


" Iya Paman, Terimakasih." jawab Farah dengan tersenyum.


" Kamu ingat Nak, dulu saat berkunjung ke bengkel Ayahmu kamu sedang menangis histeris karena tidak mau balik ke rumah Kakek. " ucap Pak Wijaya dengan tersenyum ke arah Farah.


" Saya sekarang ingat dengan Paman, Paman yang menenangkan saya waktu itu kan dan membelikan saya es krim." jawab Farah.


" Hahahaha, ternyata kamu masih ingat Nak." ucap Pak Wijaya dengan tertawa.


Mereka membicarakan tentang hal-hal yang santai dan dilanjut makan malam. Sesudah makan malam keluarga Adam berpamitan untuk pulang. Setelah keluarga Adam pulang dari rumah Farah, Farah langsung menuju ke kamarnya untuk tidur karena hari ini dia sangat lelah.


...****************...


Hari minggu adalah hari yang menyenangkan bagi Farah karena setiap minggu pagi di komplek Farah selalu mengadakan senam.


" Kamu mau kemana kok pakai baju olahraga?" tanya Abang Farah karena melihat adiknya berpakaian olahraga pagi-pagi.


" Abang lupa? hari ini kan hari minggu jadi di lapangan ada senam." jawab Farah.

__ADS_1


" Oh iya. " ucap Abang Zian.


Dari depan rumah Farah, Mbak Fatin sudah memanggil Farah untuk berangkat bersama menuju lapangan.


" Farah ayok Far sudah kesiangan ini!" panggil Mbak Fatin dengan suara keras.


" Nah Mbak Fatin sudah memanggilku. Aku berangkat senam dulu yah." ucap Farah sambil berpamitan kepada Abangnya.


" Iya, ini uang jajannya." ucap Abangnya Farah sambil memberikan uang seratus ribu.


" Terimakasih, wah ini mah buat jajan seminggu kalau di rumah. Hehehe." ucap Farah.


...****************...


Farah dan Mbak Fatin pun sudah sampai di lapangan ternyata di lapangan para ibuk-ibuk dan para remaja sudah berkumpul.


" Kita udah siap, tapi pelatih senamnya masih di jalan." ucap Bu RT.


" Iya Mbak." jawab Bu RT.


Mereka pun senam dengan penuh semangat dan ketika selesai senam Farah langsung duduk lemas karena dia tadi belum sarapan.


" Huh! lapar badan juga lemes lagi, dasar remaja jompo aku ini kalah sama Ibuk-Ibuk." gumam Farah.


" Far, nggak sarapan lagi?" tanya Bu RT kepada Farah.


" Belum Bu." jawab Farah lemah.


" Sudah kalau begitu kamu beli makanan di gang sebelah lagian senamnya juga sudah selesai tinggal gosipnya aja. Hehehe." perintah Bu RT kepada Farah karena selama ini dia sudah menganggap Farah seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


" Iya Bu, aku duluan yah." jawab Farah.


Farah pun menuju warung sarapan yang biasanya dia beli akan tetapi tutup, mau ke warung nasi kuning milik ibunya juga percuma karena kalau hari minggu begini juga tutup. Farah mau pulang ke rumah pun juga tidak ada makanan karena Abang dan Ibunya sekarang pergi ke Desa almarhum Kakeknya.


" Aku lapar, mau ke toserba jalannya masih jauh lagi. Tapi harus kuat." gumam Farah menyemangati dirinya sendiri.


Farah yang sudah sampai di toserba pun hanya pasrah karena toserbanya pun juga tutup akan tetapi kafe di sebelah toserba buka dan kafenya pun ramai dengan pengunjung.


" Aku ke kafe itu saja lah." gumam Farah sambil menuju ke kafe.


...****************...


Sesampai di kafe, Farah memesan sarapan dan satu air mineral akan tetapi sudah setengah jam Farah menunggu pesanannya juga tidak kunjung datang.


" Aku kan yang datang duluan, kenapa Mbak yang datang barusan sudah datang pesanannya. Sebaiknya aku tanya saja." gumam Farah.


" Maaf Mbak, kenapa pesanan punya saya belum diantar ya?" tanya Farah.


" Loh Mbaknya pesan saya kira cuma numpang duduk aja soalnya dari tampilan dan wajah Mbaknya nggak mendukung sih." jawab pelayan dengan sinis karena dia melihat tampilan Farah yang menggunakan baju olahraga yang sudah kena noda dan Farah pun tidak berdandan selayaknya pengunjung yang datang ke kafe.


" Jangan menilai orang dari tampilannya Mbak." ucap Farah lalu meninggalkan kafe itu.


Farah berjalan menuju rumahnya dengan berlari dia tidak peduli dengan rasa lapar yang melandanya. Ketika Farah sudah sampai di rumah dia menangis sejadi-jadinya.


" Hiks,hiks,hiks kenapa orang selalu menilai dari tampilan aku ini memang tidak cantik." lirih Farah.


Kemudian selesai dia menangis dengan mata sembabnya dia menuju meja makan, ternyata banyak makanan yang sudah di siapkan Ibunya. Farah pikir Ibunya tidak memasak untuknya tadi karena saat dia berangkat senam tadi, Ibunya sedang berbelanja ke pasar.


Itulah Farah ketika ia sendiri pasti ia akan rapuh, tetapi kalau di hadapan seseorang dia pasti akan terlihat kuat dan baik-baik saja.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2