Beautiful Heart

Beautiful Heart
SALAH LIHAT


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Pagi-pagi sekali Fad sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit yang di tunjukkan oleh Dady nya. Tujuan dia ke rumah sakit adalah untuk mencari informasi tentang dirinya saat dia dilahirkan dulu.


" Semoga aku dapat informasinya!" gumam Fad yang keluar dari hotel.


Dia pun menuju rumah sakit dengan naik bus dan sesampainya di sana ternyata rumah sakitnya telah di tutup dan sekarang sudah di penuhi rerumputan di sekelilingnya.


" Hmm bagaimana ini?" ucap Fad dengan bingung.


" Permisi Non, mau apa yah ke sini?" tanya seorang satpam yang berjaga di daerah situ.


" Pak apakah rumah sakit ini tutup dari lama?" tanya Fad balik.


" Iya Non, sekitar tujuh tahun lalu karena manager rumah sakitnya korupsi dalam jumlah yang banyak. Jadi, rumah sakit ini terpaksa di tutup." jawab Pak satpam tersebut yang usianya sekitar lima puluh tahunan.


" Jadi itu alasannya. Maaf Pak kalau boleh tahu apa ada seseorang yang memegang informasi data pasien yang pernah berobat ke sini?" tanya Fad.


" Oh ada Non, namanya Bidan Sri. Rumahnya di komplek anggrek 19." jawab Pak Satpam.

__ADS_1


" Terimakasih banyak Pak informasinya. Ini ada rejeki buat anak istri bapak." ucap Fad dengan memberikan amplop kepada satpam tersebut.


" Ya Allah Non nggak usah Non, Bapak mah ikhlas." tolak satpam tersebut.


"Saya juga ikhlas kok ikhlas Pak." bujuk Fad.


" Terimakasih banyak Non. Semoga segala urusan Nona di mudahkan." ucap Satpam tersebut.


" Aamiin, Makasih Pak doanya. Saya pamit dulu yah." pamit Fad.


" Iya Non, hati-hati yah." Jawab Pak satpam.


Fad pun menuju rumah Bidan Sri yang sudah di tunjukkan oleh satpam tersebut.


...****************...


" Tuan, Nona Farah ada di sini." ucap Sekertaris Jo.


" Farah? bukankah kemarin dia di desa. Cepat sekali kembali ke kota." jawab Adam.


" Bukan Nona Farah yang itu yang saya maksud." ucap Sekertaris Jo.

__ADS_1


" Lalu Farah siapa?" tanya Adam dengan melepaskan kaca matanya.


" Kembaran Nona Farah. Anak buah kita kemarin melihat dia ada di taman kota sedang menangis. Ini fotonya." jawab Sekertaris Jo yang melihatkan lembaran foto.


" Apa! setelah sekian lama dia menghilang dan mengaku menjadi Farah akhirnya dia muncul. Sekarang dia tidak bisa bertindak lagi karena aku bukan Adam yang bodoh seperti dulu. Terus awasi dia, sebentar lagi aku akan membuktikan kepada Farah." perintah Adam kepada Sekertaris Jo.


" Baik Tuan." jawab Sekertaris Jo lalu meninggalkan ruangan Adam.


" Huh! Farah Dewi Anderson kau sudah membuat hidupku hancur dan membuat aku membenci gadis yang aku cintai. Tunggu pembalasanku!" ucap Adam dengan penuh emosi.


...****************...


Saat di perjalanan untuk menuju ke bengkel dia melihat Fad yang sedang berjalan di trotoar yang ia kira adalah Farah adiknya. Abang Zian pun memutuskan untuk berhenti akan tetapi dia kehilangan keberadaan Fad yang ia kira adalah Farah.


" Apa aku salah lihat tadi? kalau itu memang benar Farah kenapa dia tidak memakai hijab? Tapi, gadis itu sangat mirip dengan Farah. Sebaiknya aku telfon Adek." gumam Abang Zian lalu menelpon Farah.


Farah yang di telpon Abang Zian pun terkejut karena dia kira ada apa. Farah yang di tanya Abang Zian di mana dia berada pun bingung karena dia saat ini ada di desa bukan di kota. Farah sampai mengubah mode telfon jadi mode video call untuk membuktikan dia berada saat ini. Abang Zian pun percaya kalau Farah ada di desa dan bukan di kota. Karena Abang Zian menjelaskan pada Farah kalau dia melihat ada gadis yang jalan di jalanan kota sangat mirip dengan adiknya itu akan tetapi bedanya dia tidak memakai hijab.


" Mungkin aku salah lihat saja." ucap Abang Zian lalu melakukan motornya lagi unik menuju ke bengkelnya.


Sedangkan Farah yang habis di telfon Abang Zian dia jadi kepikiran karena perkataan Abangnya tadi.

__ADS_1


" Kok perasaanku jadi nggak enak gini yah? mungkin hanya mirip sekilas saja denganku." ucap Farah.


...****************...


__ADS_2