Beautiful Heart

Beautiful Heart
PINDAH


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Sudah satu tahun Farah sekolah tatap muka dia juga sudah menjalani terapi dengan para dokter dan dinyatakan sembuh total.


Angkatan ke 23 sekolah Farah sudah dinyatakan lulus setelah menjalani beberapa ujian, dan kegiatan. Farah termasuk angkatan ke 23, jadi dia di nyatakan lulus tahun ini. Wisuda mereka akan di laksanakan besok, dan para siswa perempuan sibuk menyiapkan kebaya dan riasan mereka untuk hari esok.


Farah sudah menyiapkan kebaya yang dia pakai, dia memakai kebaya warna lilac dengan beberapa manik- manik yang indah. Kebaya tersebut adalah hadiah dari Ibunya karena Farah salah satu siswa yang sudah membuat proyek sekolah untuk di lombakan di tingkat nasional dan proyek tersebut juara satu.


Ketika Farah sedang melihat kebayanya, Ibunya masuk ke kamarnya untuk melihat anak gadisnya itu.


" Nduk, kamu kalau pakai kebaya ini pasti sangat cantik." puji Ibunya Farah.


" Siapa dulu yang pilih." jawab Farah lalu memeluk Ibunya tersayangnya itu.


" Setelah ini, jalan yang kamu pilih Ibuk pasrahkan kepada kamu." ucap Ibunya karena Ibu Farah bukan tipe Ibu yang mengekang anaknya.


" Terimakasih Bu. Setelah ini aku tidak akan kuliah, aku akan pindah ke Desa tempat tinggal Kakek. Aku ingin menepati janji Kakek, yaitu memajukan ekonomi Desa dan membantu para warga di sana. Karena kebahagiaan mereka adalah kebahagian ku juga. Kelak ketika aku sudah menikah aku akan ikut kemanapun suamiku pergi." ucap Farah.


" Ibu dukung keputusanmu nak, karena cita-citamu sangat mulia. Jangan lupa jaga kesehatanmu di manapun kamu berada." dukung Ibunya Farah.


" Terimakasih Bu. Abang sebentar lagi akan menikah dengan Bu Gita, Jadi Ibu tidak akan kesepian kalau tidak ada aku di rumah dan akan memiliki cucu yang lucu-lucu. Hehehe." jawab Farah dengan tertawa karena memang Abang Zian akan menikah dengan Bu Gita sebentar lagi.


" Alhamdulillah Abang itu sudah mau menikah. Tapi, kamu harus menyempatkan menjenguk Ibumu ini." ucap Ibunya Farah.


" Sudah pasti kalau itu mah." jawab Farah.


...****************...


Seorang gadis yang sekarang tengah memakai kebaya warna lilac dan riasan wajah yang natural sedang berjalan ke arah panggung.


" Ananda Farah Dewi, Pemenang proyek digital tingkat Nasional. Jabatan sebagai Ketua Anggota." ucap MC yang memanggil Farah untuk naik panggung.


Sorakan tepukan dari para siswa pun begitu menggema di aula.


" Ananda Sella Anindita, Pemenang proyek digital tingkat nasional. Jabatan sebagai Anggota. Serta juara 3 ujian Nasional sekolah." ucap MC yang memanggil Sella untuk maju ke panggung.


" Berikutnya, Intan Nugroho Adiningrat. Pemenang proyek digital tingkat nasional. Jabatan sebagai anggota." ucap MC memanggil Intan untuk menuju ke atas panggung.

__ADS_1


Mereka bertiga pun mendapat penghargaan yang begitu luar biasa. Semua itu tidak luput dari kerja keras mereka selama ini.


Acara wisuda sekolah pun berjalan dengan lancar, seluruh siswa sibuk berfoto-foto bersama keluarga mereka.


Ketiga gadis yang sudah selesai berfoto bersama lantas berpelukan karena hari ini, adalah hari terakhir mereka bertemu. Farah akan pindah ke Desa Kakeknya untuk mewujudkan cita-citanya. Sella akan pindah ke luar kota karena Ibunya akan membangun wisata tanaman hias di luar kota, Jadi dia dan Ibunya harus pindah. Sedangkan Intan, dia harus kuliah di kota kelahirannya yaitu kota B karena keluarga besar Intan merupakan ningrat di kotanya.


" Bakal kangen banget!" seru Intan memeluk kedua sahabatnya.


" Sama." jawab Sella dan Farah bersama-sama.


Ketika Mereka bertiga sedang mengobrol, tiba-tiba Vino datang bersama Yasmin. Hal itu, membuat Sella canggung karena kedatangan mereka.


" Selamat udah lulus nih." ucap Farah kepada Yasmin dan Vino.


" Iya." jawab Mereka berdua.


" Kalian sebenarnya itu pacaran apa nggak sih?" tanya Intan kepada Yasmin dan Vino.


" Pendekatan." Jawab Yasmin.


Selama ini, Vino selalu di buntuti oleh Yasmin kemanapun dia berada. Vino sudah menegur Yasmin akan tetapi Yasmin malah semakin mendekatinya. Vino juga tidak mengetahui bahwa Sella akan pindah ke luar kota. Sella juga sudah memberitahu kedua sahabatnya bahwa jangan memberitahu siapapun kalau dia akan pindah ke luar kota.


Sella hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia pergi dari tempat tersebut karena di panggil oleh Ibunya.


" Huh! padahal mau ngajak foto bareng." gumam Vino.


...****************...


Sudah satu minggu persiapan pernikahan Abang Zian dan Bu Gita yaitu Guru Farah. Sekarang adalah hari pernikahan yang sudah di nantikan oleh keduanya. Pernikahan keduanya berjalan dengan lancar sampai acara selesai. Papa dan Mamanya Adam juga datang ke pernikahan Abang Zian dan Bu Gita.


Farah dan keluarganya sudah tiba di rumah dan menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Setelah itu mereka berkumpul di ruang tamu.


" Jadi, sekarang aku panggilnya bukan Bu Gita, tapi Mbak Gita. Iyakan?" tanya Farah sambil tersenyum jahil kepada kedua pasangan yang baru sah hari ini.


" Iya Dek." jawab Mbak Gita.


" Dek kamu lusa kan mau pindah ke Desa?" tanya Abang Zian.


" Iya Bang, lusi aku sudah mau berangkat ke Desa." jawab Farah.

__ADS_1


" Nanti Abang antar kamu pakai mobil yah?" tanya Abang Zian yang baru membeli mobil keluarga karena usahanya selama ini tidak sia-sia.


" Siap." jawab Farah.


Mereka berempat pun asik mengobrol tentang acara pernikahan tadi yang lancar. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kemudian, mereka berempat pun bubar dan menuju ke kamar masing-masing.


...****************...


Suasana kamar bernuansa putih, dengan seorang gadis yang sedang berkaca di cermin kamarnya.


Farah melepas hijabnya,dan dia juga melepas ikatan rambutnya. Karena ketika di kamar sendiri dan akan tidur Farah selalu melepas hijabnya.


Ketika Farah sedang bercermin, dia memegang kalung emas dengan gantungan inisial huruf A pemberian Adam.


" Heem, bagaimana sekarang keadaan Adam di sana yah? Paman dan Bibi juga tidak pernah memberitahu tentang keadaan Adam di sana. Apakah supaya Adam di sana fokus untuk belajar dan tidak memikirkan ku. Lagi pula aku tidak boleh egois, Adam mempunyai keluarga yang harus dia bahagiakan. Sedangkan aku hanya tunangannya saja, dan kami juga belum sah." gumam Farah.


" Huh! Sekarang fokusku hanya kepada cita-citaku. Stop mikirin Adam. Kalau nanti sudah saatnya bertemu pasti akan bertemu." tambah Farah lalu dia pun menuju kasur kesayangannya untuk melepas penat karena kegiatan yang menyibukkan hari ini.


...****************...


Vino datang ke rumah Sella akan tetapi rumahnya kosong dia juga sudah bertanya kepada Farah dan Intan melalui telepon akan tetapi mereka tidak memberitahu di mana Sella berada.


Vino lantas menuju kafe Indah, dia terlambat untuk menyatakan perasaannya selama ini. Ketika dia sedang minum Kopi cappucino kesukaannya dia di hampiri oleh Yasmin.


" Vin akhirnya kamu ketemu." ucap Yasmin lalu memeluk Vino.


" Lepasin!" bentak Vino dengan emosi.


" Kamu kenapa?" tanya Yasmin.


" Selama ini, gue udah sabar ngadepin tingkah loh yah. Sekarang gue minta loh pergi dari hidup gue." ucap Vino.


Vino pun lantas meninggalkan Yasmin dari kafe tersebut dan menuju ke rumahnya yang bak istana. Karena Vino dan Adam adalah anak konglomerat.


" Awas loh Vin, suatu saat gue bakal balas loh!" gumam Yasmin karena tujuan Yasmin tadi ingin menemui Vino karena dia ingin berpamitan kepadanya kalau dia akan kuliah di luar kota.


Ketika Yasmin sedang meminum jus mangga yang dia pesan untuk meredakan emosinya. Dia tidak sengaja melihat sebuah foto yang ada di bawah meja yaitu foto seorang laki-laki dan seorang gadis yang sedang makan bakmie bersama.


" Oh jadi Vino masih cinta sama Sella. Suatu saat kalau gue udah Jadi wanita sukses gue bakal buat mereka berdua menderita karena udah nglukain hati gue." gumam Yasmin lalu meremas foto tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2