Beautiful Heart

Beautiful Heart
KECEPLOSAN


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Gimana Mbak?" tanya Adi kepada Farah yang sudah selesai mencuci piring bekas sarapan tadi.


" Apanya?" tanya Farah balik.


" Katanya mau ngajakin aku ke food festival?" tanya Adi.


" Nanti habis magrib kita kesana soalnya kan cuma malam hari festivalnya." jawab Farah.


" Hmm aku kira siang terus kegiatan kita hari ini apa Mbak?" tanya Adi.


" Hari ini Mbak Farah mau ke rumahnya Pak Basuki untuk bersilaturahmi karena beliau sudah membantu desa kita." jawab Farah.


" Ahh iya kalau begitu aku juga ikut." ucap Adi.


Mereka berdua pun akhirnya pergi menunju rumah Pak Basuki yaitu seorang dokter yang dulu menangani Farah saat sakit dulu. Beliau juga yang sudah mendukung pembangunan rumah sakit di desa Farah.


...****************...


Rumah tingkat dua itupun begitu asri dengan tanaman hijau yang mengelilingi rumah tersebut. Dan ada seorang laki-laki sekitar umur 60 tahunan dan istrinya yang sedang menunggu kedatangan seseorang.


" Nah itu Pa Farah sudah datang." ucap istri dari laki-laki tersebut.


Farah dan Adi turun dari motor matic yang di kendarai oleh Adi.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum." salam Farah dan Adi kepada Pak Basuki dan Istrinya.


" Waalaikumsalam, loh Adi juga ikut?" tanya Pak Basuki yang sudah kenal Adi.


" Iya Pak." Jawab Adi.


" Ayo mari masuk ke dalam jangan mengobrol di sini." ajak Istrinya Pak Basuki.


Mereka pun akhirnya masuk dan berbincang-bincang soal pembangunan rumah sakit di desa. Kemudian makan siang bersama dan di lanjut berkeliling taman belakang rumah yang begitu luas dengan bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya.


Ketika Farah sedang mengobrol bersama istri Pak Basuki di gazebo taman ada seseorang yang tiba-tiba datang.


" Mama!" ucap seorang laki-laki tampan dengan membawa dua kotak pizza.


" Vino akhirnya kamu datang juga." ucap Istri Pak Basuki.


" Farah udah lama kita nggak ketemu, ternyata kamu tamu spesial Mama dan Papa?" tanya Vino.


" Loh kamu anaknya?" tanya Farah bingung karena saat wisuda dulu wali muridnya Vino dulu bukan Pak Basuki.


" Vino memang bukan anak kandung saya Farah dia adalah keponakan saya. Karena saya tidak di karuniai anak jadi Vino sudah saya anggap anak sendiri. Akan tetapi dia tidak tinggal di sini." jawab Istrinya Pak Basuki.


" Maafkan saya Bu, saya tidak bermaksud...." ucap Farah yang merasa tidak enak hati.


" Iya saya mengerti kalau begitu saya akan panggil Adi dan Bapak dulu yah." jawab Istrinya Pak Basuki.


Vino dan Farah pun akhirnya hanya berdua saja di gazebo itu.

__ADS_1


" Farah kamu pasti tau kalau Adam?" tanya Vino kepada Farah.


" Iya aku tau aku juga bingung kenapa dia sekarang jadi begitu." jawab Farah.


" Sebenarnya aku tau Adam jadi begitu, tapi aku kok gak percaya kalau kamu yang di maksud oleh Adam." kata hati Vino.


" Kamu harus kuat Farah aku yakin kalau suatu saat kamu bisa bahagia. Aku sama Sella juga dulu begitu hubungan kami di uji karena sikapku yang egois akan tetapi sekarang kita udah bersama dan akan menikah bulan depan." ucap Vino.


" What! kok Sella nggak cerita sama aku mau nikah bulan depan?" tanya Farah dengan terkejut.


" Aduh keceplosan aku, kayaknya dia mau ngasih kejutan deh buat kamu. Tapi, aku malah bocorin." jawab Vino.


" Alhamdulilah kamu udah mau nikah sama Sella. Jaga sahabatku itu jangan sakiti dia." ucap Farah.


" Pasti." jawab Vino.


Kemudian Adi, Pak Basuki serta istrinya pun datang dan mereka memakan pizza yang di bawah oleh Vino tadi.


" Ini aku beli Pizza di restoran bintang lima milik suaminya Fransiska loh." ucap Vino.


" Oh ya, soalnya dulu aku pas nikahannya Fransiska aku nggak datang." jawab Farah.


Di sela-sela mereka makan pizza, Farah memikirkan nasibnya. Teman-temannya sudah banyak yang menikah dan berumah tangga seperti Sella yang akan menikah bulan depan dengan Vino, Intan yang sudah menikah dan sudah di karuniai satu anak laki-laki, dan Fransiska juga sudah menikah. Sedangkan dirinya masih bingung dengan sikap Adam kepadanya.


Selesai makan pizza Farah dan Adi pamit pulang karena hari sudah sore. Mereka berdua menuju ke rumah terlebih dahulu karena jam masih menunjukkan pukul empat sore lalu nanti sehabis magrib mereka akan kulineran berdua di food festival yang ada di pusat kota.


,

__ADS_1


...****************...


__ADS_2