Beautiful Heart

Beautiful Heart
WARNA


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


Semua warga berbaris di balai desa untuk menyambut kedatangan tamu yang sangat penting. Tidak lama kemudian terdapat beberapa mobil mewah berwarna hitam tiba di sana. Kemudian, Sekertaris Jo turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk bosnya.


Farah yang mengenali Sekertaris Jo pun terkejut saat dia turun dari mobil. Dia pun tambah terkejut ketika yang di bukakan pintu oleh Sekertaris Jo adalah Adam.


" Huh! tenang Farah!" batin Farah dengan keringat dingin yang keluar dari tubuhnya.


Semua orang pun menyambut Adam serta anak buahnya dengan cara tradisional mereka dan hal itu membuat Adam merasakan kebahagian tersendiri.


Setelah acara penyambutan selesai semua warga pun kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing dan tinggallah beberapa perangkat desa dan juga Farah untuk membahas kerja sama proyek.


" Terimakasih sebelumnya Tuan, Anda sudah datang ke desa kami." ucap Pak Kades berjabat tangan Adam.


" Iya Pak sama-sama." jawab Adam dengan tersenyum.


Mereka pun membahas kerja sama proyek dengan lancar dan membuahkan musyawarah yang sama-sama menguntungkan untuk kedua belah pihak.


Dari tadi yang membahas proyek adalah perangkat desa dan Pak kades saja. Sedangkan Farah hanya mengangguk saja kalah di tanyai oleh Pak Kades dan yang lainnya.


" Tuan Adam bisa menginap di sini kalau bersedia?" tawar Pak Kades.


" Saya bersedia sekali Pak." jawab Adam dengan melirik Farah yang tidak melihat ke arahnya sama sekali dari tadi.


Adam dan anak buahnya pun menginap di penginapan milik desa yang begitu indah dengan design yang begitu unik.

__ADS_1


Sesampainya di sana Sekertaris Jo di buat kagum oleh penginapan tersebut meskipun sederhana akan tetapi bisa terlihat sangat indah.


" Tuan saya kira ketika datang ke desa ini adalah desa yang masih belum update. Ternyata, desa ini sangat modern akan tetapi tidak meninggalkan kesan tradisionalnya. Di sini sangat asri, sejuk, di tambah lagi warganya sangat ramah." ucap Sekertaris Jo kepada Adam.


" Semua itu berkat seseorang, oh iya apa kegiatan kita berikutnya?" tanya Adam kepada Sekertaris Jo.


" Sore nanti Pak Kades mengutuskan seseorang untuk mengajak kita berkeliling desa dan mengenal tradisi-tradisi di desa ini." jawab Sekertaris Jo.


Akhirnya mereka berdua pun istirahat dulu supaya nanti sore bisa fresh kembali.


...****************...


" Tidak Paman!" jawab Farah.


" Ayo lah Nak, siapa lagi yang akan mendampingi mereka. Paman nanti ada tugas ke luar desa bersama yang lainnya." bujuk Pak Kades dengan wajah memelas.


Tiba-tiba Adi datang dan menawarkan dirinya akan tetapi Pak Kades tidak setuju karena saat tugas nanti dia harus ikut untuk perwakilan anak sekolah.


" Tidak masalah Dek, ya sudah aku setuju. Jam berapa aku harus ke penginapan?" tanya Farah dengan wajah cemberut.


" Sekitar jam setengah empat saja." jawab Pak Kades dengan tersenyum karena Farah sudah menyetujui permintaannya.


...****************...


Jam sudah menunjukkan jam setengah empat sore dan Farah sudah siap. Dia menggunakan kulot warna cream dan kemeja yang agak kebesaran di tubuhnya yang berwarna merah bata. Farah pun pergi ke penginapan untuk mengajak Adam berkeliling desa.


Setibanya di sana Adam dan para anak buahnya sedang duduk di halaman dan ada satu hal yang membuat Farah merasa jengkel kenapa warna baju dan celananya sama dengan yang di gunakan Adam. Hanya saja Adam menggunakan polo shirt bukan kemeja.

__ADS_1


Adam yang melihat kedatangan Farah tersenyum samar karena menggunakan warna pakaian yang sama tanpa janjian.


" Hmm kok bisa samaan gitu yah?" bisik Sekertaris Jo dengan tersenyum jahil kepada Adam.


" Sama seleranya." jawab Adam dengan tersenyum kearah Farah.


" Assalamualaikum" salam Farah kepada mereka semua.


" Waalaikumsalam" jawab mereka.


" Saya di perintahkan untuk mengajak berkeliling desa." ucap Farah.


" Baiklah Nona Farah, ayo kita berangkat. Apa harus menggunakan mobil?" tanya Adam kepada Farah.


" Anda ini ingin menikmati desa atau mau pulang ke kota kalau menggunakan mobil?" tanya balik Farah dengan sinis.


" Saya kan hanya bertanya, kenapa Anda jadi sinis. Ayo semuanya kita berkeliling desa." jawab Adam dengan wajah datarnya.


Mereka pun berkeliling desa, sampailah di kebun buah yang di tanami beberapa jenis buah-buahan lokal.


" Wow buahnya sangat banyak sekali!" ucap Sekertaris Jo kagum.


" Silahkan memetik kalau mau Tuan Jonathan. Di sini para warga menanam buahnya untuk di jual dan di konsumsi sendiri." tawar Farah.


" Jadi, ini bukan milik pribadi?" tanya Sekertaris Jo.


" Tidak, di desa ini kami hidup bersama. Semua milik bersama dan terutama saling membantu satu sama lain." jawab Farah.

__ADS_1


" Wah kalau begitu ayo kita keliling kebun ini!" ajak Sekertaris Jo kepada yang lainnya supaya Farah dan Adam bisa berdua.


...****************...


__ADS_2