
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Fad pun sudah sampai di rumah bidan Sri dan dia di sambut oleh Bidan Sri.
" Silahkan duduk dulu Nak!" perintah Bidan Sri.
" Terimakasih Buk." Jawab Fad yang duduk di kursi kayu.
" Ada apa yah Nak?" tanya Bidan Sri dengan ramah.
" Perkenalkan saya Fad Buk, saya berasal dari London dan dilahirkan di rumah sakit ibu bekerja dulu. Saya tadi ke rumah sakit itu akan tetapi ternyata rumah sakitnya sudah tutup. Ketika saya di sana tadi saya bertemu dengan bapak satpam yang berjaga dan saya menanyakan siapa yang mengetahui data pasien yang dulu pernah di rawat di situ. Beliau menjawab kalau Ibu yang mempunyai informasi tersebut." jawab Fad.
" Kamu dari London Nak? memang betul saya yang mempunyai datanya." tanya Bidan Sri
" Iya Buk, saya di asuh oleh orang tua angkat saya yang berasal dari London. Akan tetapi saya masih kelahiran Indonesia Buk." jawab Fad dengan tersenyum.
" Oh jadi begitu. Lalu data pasien siapa yang kamu cari Nak?" tanya Bidan Sri.
" Saya mencari Informasi tentang seorang wanita yang melahirkan bayi kembar berjenis kelamin perempuan sekitar 26 tahun lalu. Dia bernama Bu Astri." jawab Fad.
Bidan Sri pun mengambil buku yang sudah nampak usang dan membuka data pasien yang melahirkan pada tanggal yang di sebut oleh Fad.
Bidan Sri terkejut karena di data tersebut yang menangani kelahiran Bu Astri adalah almarhumah dokter Novi yang bunuh diri dulu.
" Apakah kamu?" tanya Bidan Sri dengan mata yang berkaca-kaca.
" Iya Buk saya saudara bayi yang bernama Farah Dewi itu. Menurut cerita Dady saya di bawa oleh dokter dari rumah sakit."
__ADS_1
" Apakah nama Dady kamu Tuan Anderson?" tanya Bidan Sri.
" Iya Buk." Jawab Fad.
" Ya Allah Nak, kamu sudah sebesar ini. Maafkan saya Nak. Hiks hiks hiks hiks." ucap Bidan Sri dengan memeluk Fad dengan erat sambil menangis.
" Ada apa Bu?" tanya Fad bingung.
" Maafkan saya Nak. Andai saya jujur kepada Dady kamu bahwa kamu di bawah kabur oleh dokter Novi mungkin kamu sudah bertemu dengan Ibu kandungmu lagi." ucap Bidan Sri.
" Maksudnya Bu saya belum mengerti?" tanya Fad.
" Dulu ketika Bu Astri yaitu Ibu kandung kamu melahirkan, saya adalah bidan yang membantu persalinannya. Bayi kembar perempuan itu sangat lucu-lucu. Saya tidak mengetahui bahwa dokter Novi mengalami depresi akibat kehilangan anaknya. Dia mengambil kamu dan mengancam saya supaya tidak memberitahu Ibu kandung kamu kalau beliau melahirkan bayi kembar karena pada saat itu proses persalinannya adalah dengan operasi.
Dokter Novi mengancam saya kalau saya memberitahu Bu Astri dia akan mencelakai anak saya dan akan melaporkan saya karena menjual obat-obatan apotik di luar.
Seminggu kemudian Tuan Anderson mendatangi saya dan dia menanyakan bahwa bayi itu di buang atau di adopsi oleh dokter. Saya menjawab di adopsi oleh dokter Novi. Lalu besok nya saya mendapat kabar bahwa kemarin dokter Novi bunuh diri. Saya menyesal sekali karena saya tidak jujur pada Tuan Anderson. Saya mencari Tuan Anderson akan tetapi ia sudah tidak ada di negara ini. Saya mau memberitahu Bu Astri saya takut sekali karena bayi itu sudah tidak tau di mana." Jawab Bidan Sri.
" Andaikan saya memberi tahu Tuan Anderson bahwa kamu di culik oleh dokter Novi pasti beliau memberikan kamu lagi pada orang tua kandungmu Nak. Namun, saya mengatakan bahwa kamu di adopsi oleh dokter Novi. Jadi, Dady mu berpikir bahwa kamu sudah di adopsi oleh dokter Novi dan orang tuamu sudah tidak membutuhkan mu makanya beliau merawat mu Nak." jawab Bidan Sri.
" Itu semua salah saya." ucap Bidan Sri pasrah.
" Semua sudah takdir Buk. Sekarang saya sudah tahu semuanya dengan jelas. Apakah saya boleh membawa data saya saat bayi." pinta Fad.
" Tentu Nak." jawab Bidan Sri menyerahkan lembaran kertas data Fad dan Farah saat bayi dulu.
Fad pun pergi dari rumah Bu Sri dan memutuskan untuk balik ke hotel karena dia belum siap menemui orang tuanya. Mungkin besok adalah hari yang tepat.
...****************...
__ADS_1
" Jo kamu jemput Farah di desa!" perintah Adam.
" Baik Tuan." jawab Sekertaris Jo.
Sekertaris Jo pun menjemput Farah di desa untuk pergi ke kota. Awalnya Farah tidak mau akan tetapi Sekertaris Jo menjelaskan bahwa Adam akan mengungkap sesuatu tentang masa lalu yang membuat dia membenci Farah. Farah pun mau pergi ke kota.
Sesampainya di sana Farah di antar ke sebuah restoran oleh Sekertaris Jo. Adam sudah menunggu di dalam bersama Mike.
" Ara duduk lah." ucap Adam sambil menarik kursi duduk untuk Farah.
" Terimakasih!" jawab Farah.
" Ara perkenalkan ini Tuan Mike. Beliau adalah rekan bisnisku." ucap Adam memperkenalkan Mike.
Farah dan Mike pun berkenalan dengan ramah dan Mike menangkap perbedaan antara Farah dan Fad meskipun mereka kembar. Perbedaan tersebut terletak dari warna lensa mata. Milik Fad berwarna cokelat sedangkan Farah berwarna hitam.
Adam mengetahui Mike adalah mantan kekasih Fad dan dia meminta tolong pada Mike supaya membantunya untuk menyelesaikan masalahnya.
" Adam apa maksud kamu?" tanya Farah.
" Tunggu sebentar lagi Ra." ucap Adam.
" Farah Dewi Anderson!" Teriak Mike kepada Fad yang baru datang.
Farah yang merasa namanya di panggil menjadi bingung akan tetapi namanya tidak ada Anderson nya. Dan Mike seperti melambaikan tangan pada seseorang yang ada di belakangnya.
Fad memang menderita rabun jauh dan dia tidak bisa melihat dari jauh siapa yang duduk dengan Mike. Saat jaraknya dekat dia sudah melihat bahwa seseorang yang dulu pernah ia tipu ada di hadapannya. Di tambah seorang wanita yang memakai hijab. Saat Farah menoleh ke belakang dia sangat terkejut dan Fad juga sama terkejutnya.
" DEG!" detak jantung Farah dan Fad.
__ADS_1
...****************...