Beautiful Heart

Beautiful Heart
MENYELIDIKI


__ADS_3

Happy reading 😊


☘️☘️☘️


" Aku tidak akan ikut Anda ketika Anda memaksa seorang istri yang sudah Anda sakiti selama ini." ucap Sella dengan air mata yang mulai berjatuhan dari kedua matanya.


" Sayang, maafkan Ayah." pinta Ayah Sella kepada anak yang dulu tidak dia anggap.


" Minta maaflah pada ibuku." jawab Sella.


Karena rasa ego yang tinggi membuat Pak Bagaskoro enggan meminta maaf pada istri yang sudah ia terlantarkan selama ini. Lalu ia pergi meninggalkan rumah tersebut dan membuat Sella kecewa akan sikap Ayahnya.


Flashback on


Dulu Ibu Sella adalah seorang wanita penjual tanaman hias karena sebuah perjanjian almarhum Kakeknya Sella dengan seorang pengusaha kaya raya di kotanya untuk menjodohkan putra putri mereka akhirnya Ibunya Sella di nikahkan dengan Pak Bagaskara yang merupakan anak dari pengusaha tersebut.


Pernikahan keduanya tidak ada cinta sama sekali dan waktu itu Pak Bagaskara menikah lagi dengan seorang janda anak 1 dan hal itu membuat Ibunya Sella tersakiti. Ibunya Sella di fitnah oleh istri kedua Pak Bagaskara karena mengandung benih orang lain bukan benih Pak Bagaskara. Dan akhirnya Ibunya Sella di usir dari rumah Pak Bagaskara dengan keadaan sedang mengandung Sella.


Flashback Off


" Ibu yang kuat yah!" ucap Sella lalu memeluk Ibunya.


" Iya Nak, terimakasih karena selalu ada di sisi ibu." jawab Ibunya Sella.


...****************...


Cuaca yang sangat panas membuat seorang gadis yang sedang membantu menanam benih tomat di ladang milik warga desa merasa kehausan.


" Farah, ayo kita istirahat dulu." ajak Pak No selaku petani Desa.


" Iya Pak." jawab Farah lalu menuju pondok yang terbuat dari bambu.


Mereka pun akhirnya makan bekal yang sudah di siapkan oleh Ibuk-Ibuk. Farah sangat lahap memakan makanan yang begitu nikmat. Pak No pun mengobrol tentang masalah Desa dengan Farah.


Farah sudah mendengar masalah desa dari Pak No dan dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan kepala desa yang merupakan pamannya sendiri.


" Kalau begitu saya pamit dulu ya Pak No." pamit Farah lalu pegi meninggalkan ladang.


" Iya Nak." jawab Pak No.

__ADS_1


Ketika Farah sudah sampai di rumahnya dia melihat keributan di sana.


" Assalamualaikum." salam Farah yang membuat semua orang yang tadinya ribut menjadi terdiam karena kedatangan Farah.


" Waalaikumsalam, akhirnya kamu datang Farah." ucap Pamannya Farah.


" Ada apa Paman?" tanya Farah.


" Ini adalah Pak Andi dan anak buahnya. Mereka adalah distributor di desa ini. Mereka marah karena setiap sayuran yang di kirim ke kota selalu busuk." Jawab Pamannya Farah.


Farah Kemudian berbicara dengan Pak Andi tentang masalah itu dengan kondisi yang tenang dan akan segera mencari tahu tentang penyebab sayuran yang di kirim ke kota selalu busuk. Pak Andi terkesan dengan seorang gadis yang pandai mengambil hati seperti Farah, karena Farah adalah orang pertama yang meredahkan amarahnya ketika ada masalah pekerjaan seperti ini.


" Kamu baru lulus SMA?" tanya Pak Andi kepada Farah.


" Iya Pak, saya cucu dari almarhum Kakek Imam." jawab Farah.


" Oalah pantas sekali, gaya bicaramu sama seperti beliau. Pak Kades Anda beruntung sekali memilki keponakan seperti Nak Farah. Kalau begitu saya pamit dan saya akan tunggu informasi selanjutnya." ucap Pak Andi lalu meninggalkan rumah Pak Kades.


" Iya Pak." jawab Pak Kades.


" Paman sepetinya ada yang aneh dengan salah satu anak buah Pak Andi tadi." ucap Farah.


" Iya, dari dulu Paman curiga dengan anak buah Pak Andi yang bertindik itu." jawab Pak Kades.


" Baiklah, nanti kita naik sepeda saja jangan naik motor." jawab Pak Kades.


" Siap." jawab Farah.


...****************...


Malam hari sudah tiba, Farah di bonceng oleh Pamannya menuju ke tempat yang mereka akan datangi.


Sesampainya di sana para petani sudah pulang karena sudah menyetorkan sayuran yang segar-segar. Akan tetapi ada yang aneh seorang laki-laki berjaket hitam menyemprotkan sesuatu ke keranjang-keranjang sayuran yang akan di naikkan ke truk. Farah yang melihat kejadian janggal itu pun merekam kejadian tersebut.


Truk pun akhirnya pergi ke kota dan di tempat tersebut tidak ada orang sama sekali. Pak Kades yang alias Pamannya Farah pun melihat botol semprotan tadi yang di simpan di balik meja lalu mengambilnya.


" Cairan apa itu paman?" tanya Farah.


" Ini adalah cairan pembusuk sayuran yang sangat berbahaya. Jadi, anak buah Pak Andi lah yang berkhianat kepada bosnya selama ini." jawab Pak Kades.

__ADS_1


" Kalau begitu sekarang kita ke rumah Pak Andi." ajak Farah.


Mereka berdua pun menuju rumah Pak Andi dan menjelaskan kejadian yang tadi mereka lihat. Farah juga menunjukkan rekaman yang tadi dia sudah rekam.


" Jadi, pelakunya anak buah saya sendiri. Sejujurnya dari dulu tidak ada kejadian sayuran yang busuk dari warga. Saya memang curiga dengan anak buah saya sendiri yaitu rio. Awal dia ikut kerja dengan saya kerjanya sangat bagus akan tetapi ada yang aneh tiba-tiba sayuran yang ia setorkan ke kota menjadi busuk. Saya tidak mau memecatnya karena dia masih kerabat istri saya. Akan tetapi, bukti sekarang sudah ada saya akan mengambil tindakan yang tegas kepadanya karena sudah merugikan warga dan saya sendiri." ucap Pak Andi.


" Baik Pak, Kalau begitu saya dan Farah pamit undur diri." pamit Pak Kades.


...****************...


Keesokan harinya kabar di tangkapnya rio pun tersebar di Desa. Karena Pak Andi melaporkan rio ke polisi. Sejak kejadian itu, Desa tidak ada lagi masalah dan Farah membantu warga untuk memajukan desa. Farah juga membantu para anak muda Desa mendapatkan pekerjaan di kota dengan kecerdasan yang ia miliki.


Tidak terasa delapan tahun terlewati dengan suka duka yang di rasakan oleh Farah selama tinggal di Desa. Sekarang Desa menjadi Desa yang begitu makmur, penduduknya sangat rukun, dan warga desa memiliki penghasilan yang begitu Fantatis dari usaha mereka selama ini.


Sekarang usia Farah sudah 26 tahun, dia tumbuh menjadi seorang wanita yang tegas kalau untuk masalah pekerjaan. Akan tetapi, kalau bersama keluarganya dia akan menjadi sosok yang lemah lembut.


...****************...


Seorang gadis yang memakai jilbab serta topi di kepalanya sedang melihat pembangunan rumah sakit gratis yang akan di gunakan oleh warga desa.


" Alhamdulilah, kalau rumah sakitnya sudah jadi warga akan mudah berobat. Berkat anak-anak muda di sini yang cerdas-cerdas dan usulanku ke beberapa perusahaan yang telah memberikan dana." gumam Farah.


" Mbak Farah!" panggil Adi yaitu anak Pak Kades.


" Astagfirullah, kamu ngagetin aja." kaget Farah.


" Maap, kalau rumah sakitnya udah jadi dokternya dari mana mbak?" tanya Adi.


" Dokternya di kirim dari kota dan sebagian pegawai rumah sakit ada yang dari kota ada juga yang dari desa." jawab Farah.


" Wah ini kan rumah sakit gratis yah, aku bakalan datang setiap hari kesini supaya di obati sama dokter yang cantik-cantik." ucap Adi.


" Aku lihat kamu nggak punya riwayat penyakit yang berbahaya." ucap Farah.


" Adalah Mbak, kan hatiku yang sakit." jawab Adi dengan senyum jahilnya.


" Kamu yah, anak baru gede aja udah cinta-cinta yang di bahas." ucap Farah yang melihat tingkah sepupunya itu.


" Ya iyalah Mbak, pasti Mbak Farah dulu waktu SMA juga pernah ngerasain cinta kan?" tanya Adi kepada Farah.

__ADS_1


Farah yang mendapat pertanyaan dari Adi pun lantas teringat dengan sosok yang selama ini selalu ia rindukan setiap malam.


...****************...


__ADS_2