
Happy reading 😊
☘️☘️☘️
Ayu menangis karena merutuki kebodohannya, andai dia bekerja dengan halal pasti ibunya tidak akan seperti ini.
" Ayu berhentilah menangis, mulai sekarang kamu harus berubah lebih baik. Berapa kerugian kontrak yang harus di bayar?" tanya Farah yang duduk di samping Ayu.
" Sepuluh juta Mbak Farah." jawab Ayu.
" Aku akan transfer ke Bosmu, akan tetapi kau harus berjanji jangan bekerja di tempat itu lagi. Aku akan bicara kepada sahabatku supaya kamu bisa bekerja di toko bunga miliknya." perintah Farah.
" Terimakasih Mbak Farah nanti kalau aku ada uang aku akan kembalikan." ucap Ayu.
" Aku ikhlas membantumu, simpan saja uangmu untuk pengobatan Bu Yani." ucap Farah.
" Terimakasih banyak Mbak. Hiks hiks hiks." ucap Ayu dengan memeluk Farah.
Farah dan Mbak Gita pun pulang ke rumah sedangkan Ibunya Farah menemani Ayu menjaga Ibunya di rumah sakit.
...****************...
Keesokan paginya Abang Zian, Mbak Gita dan Adi akan berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk Bu Yani dan menjemput Ibunya Farah. Sedangkan Farah tidak ikut dia harus pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan masalahnya.
" Semua sudah pergi, aku harus menyiapkan mental serta fisik untuk bertemu dengannya." gumam Farah yang dengan memegang sebuah kotak berwarna hitam.
Farah menggunakan tunik warna biru langit dengan celana kulot warna cokelat muda. Farah memutuskan untuk naik taksi menuju tempat tersebut.
__ADS_1
...****************...
Perusahaan AW Group adalah salah satu perusahaan yang sangat maju di asia. Ketika Farah turun dari taksi dia sempat kagum menatap perusahaan tersebut karena pertama kalinya dia datang ke perusaahan itu.
" Masyaallah." gumam Farah melihat arsitektur bangunan perusahaan yang sangat indah.
Farah pun melangkah masuk ke perusahaan karena dia memiliki kartu kerja sama yang di berikan Pak Wijaya saat dia bertemu di kantor daerah untuk melakukan kerja sama antar perusahaan yang ada di kota.
Farah pun bertanya kepada resepsionis tentang seseorang yang sudah menyakiti hatinya.
" Permisi, apakah saya bisa bertemu dengan Tuan Adam Wijaya?" tanya Farah kepada resepsionis.
" Ibu ini siapa yah?" tanya resepsionis tersebut.
" Iya yah aku ini siapanya Adam?" lirih Farah.
" Baiklah kalau begitu, Anda bisa menunggu Tuan Muda di kursi tunggu sebelah sana. Karena Tuan Muda sedang meeting." perintah resepsionis.
" Baiklah." jawab Farah.
Sudah dua jam Farah menunggu akan tetapi resepsionis tersebut masih tidak memberi kabar juga.
" Apa aku pulang saja?" gumam Farah.
Tiba-tiba pintu lift terbuka dan menampilkan sosok yang selama ini Farah rindukan. Akan tetapi dia malah menggandeng wanita cantik yang sangat berkelas.
" Adam!" gumam Farah yang melihat Adam.
__ADS_1
Farah pun menghampiri Adam akan tetapi dia di halangi oleh anak buah Adam.
" Lepas!" bentak Farah kepada anak buah Adam karena sudah menyentuh lengannya.
" Adam apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Farah kepada Adam.
Adam sama sekali tidak melihat ke arah Farah dan dia memerintahkan anak buahnya mengusir Farah dari kantor.
" Jo urus wanita ini, aku ingin muntah kalau berada di dekatnya." perintah Adam kepada Jonathan.
" Baik Tuan Muda." jawab Sekertaris Jo.
" Maaf Nona, Anda harus pergi dari tempat ini." perintah sekertaris Jo kepada Farah.
" Tapi, saya harus berbicara kepada Bosmu itu." jawab Farah.
" Cepat Jo usir dia!" bentak Adam dengan suara keras yang membuat semua karyawan di kantor terkejut.
" Nona Anda...." ucap Sekretaris Jo yang terpotong.
" Saya juga akan pergi dari sini, dan ini tolong berikan kepada Tuanmu yang tidak tahu tata krama itu!" ucap Farah dengan menyerahkan sebuah kotak berwarna hitam kepada Sekertaris Jo.
Adam pun seketika itu langsung menatap ke arah Farah. Farah yang di tatap oleh Adam pun langsung memalingkan wajahnya.
Setelah Farah memberikan sebuah kotak hitam yang berisi kalung yang selama ini ia jaga kepada Sekertaris Jo dia langsung meninggalkan perusahaan milik Adam.
...****************...
__ADS_1